Bulog Salurkan CBP untuk Jayapura

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-03-23
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Perum Bulog menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bencana alam untuk korban terdampak bencana banjir Jayapura sebesar 15 ton. CBP sebanyak 100 ton juga telah disiapkan untuk Kabupaten Jayapura guba memenuhi kebutuhan tanggap darurat.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, selain menyerahkan bantuan berupa CBP, Bulog melalui program Bulog Peduli bersama Sekar Bulog Papua dan Papua Barat (Pabar), PT Jasa Prima Logistik Bulog cabang Papua dan Pabar serta Kopel Divre Papua dan Pabar telah menyalurkan bantuan tahap pertama senilai Rp 44 juta. Bantuan tersebut berupa kebutuhan sandang dan pangan. Bantuan tahap kedua dari CSR Bulog dengan nilai Rp 100 juta juga akan disalurkan kepada korban terdampak banjir bandang di Jayapura, Papua.

Menurutnya, Bulog siap menyalurkan CBP Bencana Alam kapan pun dan dimana pun dibutuhkan terutama untuk daerah yang terkena bencana. "Telah disiapkan CBP minimal 200 ton untuk setiap Provinsi dan 100 ton untuk setiap Kabupaten/Kota untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat seperti bencana alam dan rawan pangan," kata dia, Jumat (22/3).

Bulog juga memastikan kondisi gudang di daerah Jayapura dan sekitarnya dalam kondisi aman. Pengecekan gudang dilakukan untuk memastikan agar beras yang tersimpan tetap aman dari banjir. Jika ada gudang yang berada dalam area rawan banjir maka dilakukan pemindahan ke gudang yang lain.

Tri menambahkan, saat ini stok beras CBP yang tersedia di Bulog Papua dan Papua Barat sekitar 32 ribu ton aman untuk ketahanan stok beberapa bulan ke depan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran masyarakat dan pemerintah daerah. Beras itu siap disalurkan sebagai bantuan bagi masyarakat yang wilayahnya terkena dampak banjir.

Beras tersebut tersimpan di seluruh gudang Bulog wilayah Papua dan Papua Barat, sehingga kapan pun dan dalam jumlah berapapun Pemerintah Daerah meminta beras CBP untuk situasi tanggap darurat dan rawan pangan, kami siap layani.

Stok beras Bulog secara nasional lebih dari 1,8 juta ton, gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia siap menyalurkan stok tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk stabilisasi harga pangan khususnya beras.

"Dengan stok yang cukup besar, artinya Bulog siap menjaga tiga pilar ketahanan pangan Nasional yakni Pilar Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Stabilisasi," ujar Tri. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Turunkan Tim Penanganan Kekeringan
  • Ditjen PSP Bahas Pengembangan Sumber Daya Pertanian untuk Trans Papua
  • Kemenkeu Bangun Ekosistem Kepatuhan dan Kemudahan Berusaha
  • Kementan Benahi Sistem Pengairan yang Terhambat
  • Pemerintah Libatkan KPK Untuk Proyek Blok Masela
  • Kementan Gelar Pelatihan Teknis Alsintan di Kudus
  • Pemerintah Genjot Pelayanan Berkualitas Berbasis Digital
  • Pemerintah Siapkan Insentif untuk Industri Padat Karya
  • Selandia Baru Apresiasi Indonesia Cetak Petani Muda
  • Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal Segera Diluncurkan
  • Jokowi Minta Pengusaha Investasi di Mandalika
  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usaha Tani
  • Infrastruktur dan Pariwisata Jadi Andalan Presiden Jokowi
  • Ini Cara Ditjen PSP Tingkatkan Strategi dan Operasional Hingga 2024
  • Mahasiswa Harus Berperan Wujudkan Kedaulatan Energi
  • Upah Buruh Tani Mei 2019 Naik 0,19 Persen
  • Kementan Serahkan Bantuan Alsintan 2019 untuk Sarolangun
  • Kemenhub: Bandara Kertajati Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jabar
  • Pemerintah Buka Peluang Beras Bulog Masuk BPNT
  • Kepala BKP Kementan Imbau KRPL Berkelanjutan