Kemenpar Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan Bagi Millenials

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-03-24
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Konsep pariwisata berkelanjutan dinilai menjadi jawaban yang sesuai bagi wisatawan milenial yang selama ini resah dengan kerusakan dan mereka yang sangat peduli pada kelestarian lingkungan.

Dalam upaya menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan sekaligus tetap aktif menjaga kelestarian lingkungan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan konsep Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism).

Mengutip dari situs UNESCO, pariwisata berkelanjutan didefinisikan sebagai kegiatan pariwisata yang menghormati masyarakat lokal, para wisatawan, warisan budaya serta lingkungan. Karena itu, tak heran jika Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, menganggap laju perkembangan industri pariwisata mesti diiringi dengan kesadaran masyarakat dalam melestarikan objek wisata.

“Kita jangan hanya fokus pada investasi jangka pendek saja, tapi juga jangka panjang. Orang yang mikir jangka panjang, pasti akan mencoba melestarikan alam,” ujar Menpar, Arief Yahya, seperti dikutip, Sabtu (23/3).

Menpar menjelaskan, konsep ini juga dapat menjadi jawaban bagi keresahan para milenial yang identik dengan karakter peduli lingkungan. Dalam banyak kesempatan, Menpar mengaku kerap mendapat pertanyaan terkait objek wisata yang mulai mengalami kerusakan akibat ulah para pengunjung.

“Anak milenial secara natural sudah menganut sustainable tourism. Misalnya saya sering dapat pertanyaan tentang sampah di tempat wisata dari anak muda. Kita butuh para milenial yang sadar lingkungan dan sering memberikan feedback seperti ini,” ujarnya,

Sebagai solusinya, Kemenpar kini gencar melakukan kampanye Pariwisata Berkelanjutan dengan menjadikan jurus 3P (Planet, People, dan Prosperity) sebagai acuan dalam pengembangan pariwisata. Aspek People merujuk pada keinginan wisatawan dengan mengajak mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lokal. Sementara aspek Planet merupakan kewajiban para wisatawan untuk turut serta merawat dan menjaga tempat-tempat wisata. Pembangunan juga mesti memperhatikan nilai-nilai ekonomis dari tempat wisata dan dampaknya pada penduduk lokal yang tertuang dalam aspek Prosperity.

Selain itu, komitmen mempromosikan pariwisata berkelanjutan juga tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang mengadopsi standar internasional dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Karena itu, Kemenpar kini mendorong semua daerah yang menjadi destinasi wisata di Indonesia untuk berusaha mendapatkan sertifikasi pariwisata berkelanjutan sebagai syarat menjadi destinasi wisata kelas dunia. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Turunkan Tim Penanganan Kekeringan
  • Ditjen PSP Bahas Pengembangan Sumber Daya Pertanian untuk Trans Papua
  • Kemenkeu Bangun Ekosistem Kepatuhan dan Kemudahan Berusaha
  • Kementan Benahi Sistem Pengairan yang Terhambat
  • Pemerintah Libatkan KPK Untuk Proyek Blok Masela
  • Kementan Gelar Pelatihan Teknis Alsintan di Kudus
  • Pemerintah Genjot Pelayanan Berkualitas Berbasis Digital
  • Pemerintah Siapkan Insentif untuk Industri Padat Karya
  • Selandia Baru Apresiasi Indonesia Cetak Petani Muda
  • Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal Segera Diluncurkan
  • Jokowi Minta Pengusaha Investasi di Mandalika
  • BKP Kementan Kembangkan Korporasi Usaha Tani
  • Infrastruktur dan Pariwisata Jadi Andalan Presiden Jokowi
  • Ini Cara Ditjen PSP Tingkatkan Strategi dan Operasional Hingga 2024
  • Mahasiswa Harus Berperan Wujudkan Kedaulatan Energi
  • Upah Buruh Tani Mei 2019 Naik 0,19 Persen
  • Kementan Serahkan Bantuan Alsintan 2019 untuk Sarolangun
  • Kemenhub: Bandara Kertajati Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jabar
  • Pemerintah Buka Peluang Beras Bulog Masuk BPNT
  • Kepala BKP Kementan Imbau KRPL Berkelanjutan