Pemerintah Kaji Pemanfaatan Kembali Cantrang

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-04-01
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan menyebutkan saat ini pemerintah tengah melakukan kajian terkait potensi pemanfaatan cantrang tanpa berdampak buruh terhadap lingkungan dalam kegiatan penangkapan ikan. 


Hal ini disampaikan dalam diskusi dengan warga saat menerima perwakilan nelayan dari Lamongan dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Maslakul hida di Lamongan.


Dalam diskusi ini, nelayan meminta agar diperbolehkan mencari ikan menggunakan cantrang.


"Sedang kita evaluasi semua. Cantrang tidak harus mati, tapi jangan sampai merusak lingkungan,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan pers, Minggu (31/3/2019).


Berdasarkan keterangan pers tersebut, beberapa nelayan juga mengusulkan agar pemerintah membuat kawasan konservasi di laut sehingga terjadi keseimbangan dan ikan tidak habis.


Luhutpun menyambut baik gagasan tersebut dan berjanji akan membahasnya dengan pihak-pihak terkait pekan depan.


Seperti diketahui, pemanfaatan cantrang sempat menjadi polemik. Kementerian Kelautan dan Perikanan melarang penggunaan cantrang lantaran dinilai tidak ramah lingkungan.


Dalam beberapa kesempatan terpisah, MenteriKelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan penangkapan ikan menggunakan cantrang tak hanya menjaring ikan-ikan yang sudah layak tangkap dari laut tetapi juga ikan-ikan lain yang kemudian tidak dimanfaatkan dan kembali dibuang ke laut.


"Kan sayang, setiap kali nangkap, kapal 70 GT, 100 GT, [ikan] yang dibuangnya minimal 1 kuintal, 5 kuintal, kadang sampai 1 ton," ujarnya
Larangan cantrang pun diberlakukan tetapi kemudian dilonggarkan setelah menuai protes dari nelayan. Kendati demikian, Menteri Susi menegaskan bahwa larangan cantrang tidak dicabut. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Potong Ayam Usia 68 Pekan untuk Kendalikan Stok
  • 19 Dokter kementan Dikerahkan untuk Selidiki Penyakit Hewan
  • Indonesia dan Filipina Sepakati Ratifikasi Zona Ekonomi Eksklusif
  • KKP Kembali Menangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia
  • Produksi Ayam Peternak Berlebih, Ritel Diminta Segera Serap
  • Kementan-FAO Dorong Peternak Unggas Terapkan Biosecurity
  • Satwas Perikanan Tertibkan Alat Tangkap Benih Lobster
  • KKP Tangkap Kapal Ilegal Malaysia Tanpa Bendera di Malaka
  • Soal Gugatan di WTO, Kementan Sebut RI Belum Punya Kesepakatan Impor Ayam dengan Brasil
  • Kementan Ajak Pelaku Perunggasan Stabilkan Harga Unggas
  • KKP Catat 21 Provinsi Sudah Terapkan Aturan Zonasi Wilayah Pesisir
  • KKP Apresiasi Penerapan Prinsip Berkelanjutan Budidaya Tilapia
  • KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia
  • Program Upsus Siwab Tingkatkan Populasi Sapi
  • KKP Sebut Daya Beli Pembudi daya Ikan Tumbuh Positif
  • Program Asuransi Perikanan Dorong Semangat Pembudi Daya
  • Waspadai Mutasi Virus Flu Burung, Pasar Unggas Hidup Diawasi
  • Menteri Susi Bakal Kembali Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Usai Lebaran 2019
  • Menteri Susi Lepasliarkan 37.000 Benih Lobster Hasil Penyelundupan
  • Jelang Lebaran Stok Daging Sapi dan Kerbau Surplus 2.450 Ton