Kementan Minta Pelaku Usaha Dongkrak Harga Ayam Hidup

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-04-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mengampanyekan konsumsi daging ayam. Upaya ini sejalan dengan keinginan untuk mendongkrak harganya. Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, semua pelaku usaha, integrator, peternak mandiri harus berperan aktif dalam kampanye tersebut.

Ia mengatakan, saat ini harga ayam di peternak atau produsen (farm gate) turun ke level Rp 11 ribu per kilogram. Angka ini jauh di bawah harga acuan yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan dan berlaku 31 Maret 2019, yaitu Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu per kilogram.

Di pasar retail, pemerintah menetapkan harganya Rp 36 ribu. Kenyataanya, angka itu bergerak di rentang Rp 34 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram. “Artinya, terdapat disparitas harga yang cukup signifikan antara harga farm gate dengan harga retail,” katanya seperti tertulis dalam siaran pers, Jumat (29/3). Tapi Kementerian Pertanian tak punya kewenangan untuk menetapkan harga. “Tugas kami melakukan pengawasan pakan,” kata Diarmita. Pengawasan itu meliputi penggunaan antibiotik pemacu pertumbuhan pada ternak unggas dan hewan lainnya.

Diarmita juga mencermati pernyataan berbagai pihak yang meragukan hasil perhitungan data produksi ayam umur sehari atau day old chicken (DOC) ayam broiler. Kementerian memiliki data populasi Grant Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS) dan produksi DOC Final Stock (FS). “Semua datanya kami peroleh dari pembibit ayam ras di seluruh Indonesia, melalui email,” katanya. Jumlah produksi DOC FS pada 2018 mencapai 3,13 miliar per tahun atau setara daging ayam 3,36 ton per tahun. Rata-rata produksinya per bulan 361,48 juta ekor. Produksi DOC pada Januari 2019 mencapai 268 juta ekor.

Direktorat Jenderal PKH juga telah menyelesaikan audit populasi GPS pada 2018. Tim Audit secara langsung mendatangi kandang-kandag peternak. Tahun rencananya audit ini akan berlanjut ke perusahaan pembibita PS. Menurut Diarmita, pengaturan permintaan dan pasokan daging ayam ras broiler perlu dilakukan untuk melindungi produsen dan konsumen. “Penambahan dan pengurangan produksi ayam ras dapat dilakukan apabila terjadi ketidakseimbangan supply-demand,” katanya. (kat)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pemerintah Salurkan KUR Peternakan Rp 1,88 Miliar di Kalsel
  • Menteri Susi Ingatkan Tantangan Keamanan Laut di Masa Mendatang
  • Tebar Benih Ikan di Danau Toba, Susi: Jangan Rusak Ekosistem
  • KKP Tebar 266.000 Benih Ikan di Danau Toba
  • Dongkrak Nilai Jual Hasil Tangkapan Nelayan Lewat Klinik Mutu Perikanan
  • Genjot Ekonomi, Daerah Timur Bakal Jadi Prioritas Produk Perikanan
  • Penuhi Kebutuhan Protein, Kementan Kembangkan Sapi Belgian Blue
  • Domba Muda Tampil Gemuk dengan Pakan dari Silase Jagung
  • Indonesia Mampu Penuhi Protein Hewani Dalam Negeri
  • Kementan Dorong Peningkatan Populasi Ternak untuk Wujudkan Swasembada Protein Hewani
  • Kementan Berikan 50 Ayam, 150 Kg Pakan dan Kandang pada 569 Rumah Tangga Miskin
  • KKP Kembali Tangkap Kapal Ikan Asal Malaysia di Selat Malaka
  • Kementan Bersama FAO dan USAID Tingkatkan Kerjasama Penanggulangan Zoonosis dan PIB
  • Kementan Dorong bantuan Ayam Bekerja Pada Rakyat Miskin di Nganjuk
  • KKP Sosialisasikan Aturan Perizinan di Bidang Pengelolaan Ruang Laut
  • Kementerian Pertanian Godok Revisi Aturan Importasi Sapi
  • DPR Dorong RUU Karantina
  • Pemerintah Bakal Sulap Anjungan Migas Lepas Pantai jadi Keramba Ikan
  • Suplai Ayam Melimpah, Ini Langkah Kementan Atasi Disparitas Harga
  • Swasta Bantu Penuhi Target Produksi Sapi di Kalimantan Timur