Jelang Ramadhan, Ritel Maksimalkan Serap Ayam Peternak

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-04-08
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, ritel akan memaksimalkan penyerapan ayam milik peternak jelang bulan Ramadhan. Langkah tersebut dilakukan atas instruksi Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menstabilisasi anjloknya harga ayam.

“Kami sudah lakukan penyerapan kira-kira 10 hari terakhir ini,” kata Roy, Ahad (7/4).

Menurutnya, ritel akan melakukan serapan semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan perusahaan ritel anggotanya. Sejauh penyerapan yang masih berlangsung, pihaknya belum dapat memberi data pasti berapa banyak total serapan yang sudah dilakukan ritel. Menurutnya, data mengenai serapan belum diakumulasikan secara menyeluruh sebab proses penyerapan masih berlangsung.

Mengacu catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga ayam ras segar per tanggal 7 April 2019 berada di kisaran Rp 28.700-Rp 34.350 per kilogram (kg) di pasaran. Sementara harga rata-rata ayam ras segar di tingkat nasional mencapai Rp 30.050 per kg. Di sisi lain, mengacu catatan Asosiasi Pengusaha Ternak Ayam Nasional (Gopan), harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini menyentuh Rp 17 ribu per kg dari harga sebelumnya berkisar Rp 10 rb-Rp 11 ribu.

Kendati berusaha melakukan penyerapan semaksimal mungkin, Roy mengakui permintaan daging ayam tidak sebanyak bahan pangan lainnya seperti daging sapi, gula, maupun beras menjelang Ramadhan. Penyerapan yang dilakukan ritel akan mengacu pada seberapa besar kebutuhan dari tiap-tiap perusahaan ritel yang ada.

“Karena perlu diakui, konsumen itu menganggap daging ayam merupakan makanan yang lumrah. Tidak seperti daging sapi yang selalu menjadi bahan prioritas yang meningkat di Ramadhan dan Lebaran,” kata dia.

Dia juga berharap, penyerapan ayam yang diterima ritel hanya dalam bentuk beku. Alasannya, para perusahaan ritel hanya akan menjual produk ayam beku sehingga langsung dapat dipasarkan kepada konsumen. Sebelumnya diketahui, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag mengajak beberapa pelaku usaha untuk melakukan penyerapan ayam.

Pelaku usaha tersebut antara lain Aprindo, Asosiasi Rumah Potong Hewan (Arphuin), dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Dalam instruksi tersebut diketahui pula, ayam yang akan diserap akan dihargai sebesar Rp 18 ribu per kg sesuai batas bawah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pemerintah Salurkan KUR Peternakan Rp 1,88 Miliar di Kalsel
  • Menteri Susi Ingatkan Tantangan Keamanan Laut di Masa Mendatang
  • Tebar Benih Ikan di Danau Toba, Susi: Jangan Rusak Ekosistem
  • KKP Tebar 266.000 Benih Ikan di Danau Toba
  • Dongkrak Nilai Jual Hasil Tangkapan Nelayan Lewat Klinik Mutu Perikanan
  • Genjot Ekonomi, Daerah Timur Bakal Jadi Prioritas Produk Perikanan
  • Penuhi Kebutuhan Protein, Kementan Kembangkan Sapi Belgian Blue
  • Domba Muda Tampil Gemuk dengan Pakan dari Silase Jagung
  • Indonesia Mampu Penuhi Protein Hewani Dalam Negeri
  • Kementan Dorong Peningkatan Populasi Ternak untuk Wujudkan Swasembada Protein Hewani
  • Kementan Berikan 50 Ayam, 150 Kg Pakan dan Kandang pada 569 Rumah Tangga Miskin
  • KKP Kembali Tangkap Kapal Ikan Asal Malaysia di Selat Malaka
  • Kementan Bersama FAO dan USAID Tingkatkan Kerjasama Penanggulangan Zoonosis dan PIB
  • Kementan Dorong bantuan Ayam Bekerja Pada Rakyat Miskin di Nganjuk
  • KKP Sosialisasikan Aturan Perizinan di Bidang Pengelolaan Ruang Laut
  • Kementerian Pertanian Godok Revisi Aturan Importasi Sapi
  • DPR Dorong RUU Karantina
  • Pemerintah Bakal Sulap Anjungan Migas Lepas Pantai jadi Keramba Ikan
  • Suplai Ayam Melimpah, Ini Langkah Kementan Atasi Disparitas Harga
  • Swasta Bantu Penuhi Target Produksi Sapi di Kalimantan Timur