Tim Gerak Cepat Kementan Selamatkan Aset Peternak Keerom

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-04-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Tim Gerak Cepat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementan terjun ke Distrik Skanto, Kabupaten Keerom. Di sana ada ribuan aset ternak sapi masyarakat diselamatkan dari ancaman kematian akibat serangan penyakit Bovine Viral Diarrhea (BVD). Penyakit ini dikenal dengan nama lain Diare Ganas pada Sapi (DGS).

Hal tersebut disampaikan oleh I Ketut Diarmita, Dirjen PKH, Kementan di ruang kerjanya di Jakarta (11/4). 

Ketut menjelaskan bahwa tim langsung dipimpin oleh Sulaxono Hadi, Kepala Balai Besar Veteriner Maros yang merupakan unit pelaksana teknis Kementan di Sulawesi Selatan dan mempunyai wilayah kerja sampai ke Papua dengan didampingi oleh petugas dari dinas peternakan Propinsi Papua dan Kabupaten Keerom. 

"Tim gabungan telah melakukan pemeriksaan serta layanan pengobatan terhadap sapi yang sakit dengan gejala diare profus, demam, dan ambruk. Sosialisasi juga diberikan kepada peternak tentang tata cara pencegahan penyakit dan pemeliharaan ternak sapi yang baik," tambah Ketut. 

Sementara itu, Nyoman Polos dari Dinas Peternakan Propinsi Papua menyampaikan bahwa untuk memastikan penyebab penyakit telah diambil 30 sampel darah, 32 serum, 60 ulas darah, 3 swab, serta sampel organ tubuh sapi yang mati. 

"Dari pemeriksaan organ sapi yang mati ditemukan perubahan patologis pada organ usus berupa pendarahan berbentuk garis, pembengkakan kelenjar pertahanan mesenterica, dan radang paru-paru akut, serta pendarahan pada saluran nafas atas. Pemeriksaan laboratorium terhadap organ tubuh secara histokimia positif terjadi infeksi BVD," tambah Sulaxono.

Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan menjelaskan bahwa untuk menangani kasus ini Tim Gerak Cepat Kementan telah melakukan langkah-langkah strategis di lapangan bersama tim kabupaten dan propinsi.

"Petugas telah melakukan 1) isolasi sapi sakit di kandangnya, 2) pelarangan penggembalaan sapi sakit di lapangan penggembalaan, 3) pemberian obat dengan antibiotika LA dan memberikan roboransia, 4) meminta masyarakat meneruskan pengobatan tradisional untuk menghentikan diare dengan perasan daun biji dan kunyit, serta 5) pelarangan masyarakat menjual sapi ke luar wilayah tertular," ungkap Fadjar. 

"Tindakan ini telah dilakukan dengan baik oleh petugas teknis sehingga kasus dapat dikendalikan, dan jumlah kematian sapi di Keerom terhenti di angka 23 ekor," tambah Nyoman. 

Lebih lanjut Fadjar menyampaikan data jumlah populasi sapi di kabupaten Keerom sebanyak 22,107 ekor, dan kasus BVD pada bulan Januari 2019 tersebut tidak mengganggu supply sapi dan daging sapi untuk masyarakat Keerom. 

"Artinya Tim Gerak Cepat Kementan telah berhasil mencegah penyebaran kasus lebih lanjut, dan melindungi puluhan ribu populasi sapi tersebut. Apabila dihitung dengan asumsi harga sapi rata-rata di kisaran Rp.10,000,000/ekor, maka puluhan atau malah ratusan milyar aset peternak Keerom yang kita selamatkan dan lindungi dari acaman penyakit BVD tersebut, " pungkas Fadjar. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Soal Gugatan di WTO, Kementan Sebut RI Belum Punya Kesepakatan Impor Ayam dengan Brasil
  • Kementan Ajak Pelaku Perunggasan Stabilkan Harga Unggas
  • KKP Catat 21 Provinsi Sudah Terapkan Aturan Zonasi Wilayah Pesisir
  • KKP Apresiasi Penerapan Prinsip Berkelanjutan Budidaya Tilapia
  • KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia
  • Program Upsus Siwab Tingkatkan Populasi Sapi
  • KKP Sebut Daya Beli Pembudi daya Ikan Tumbuh Positif
  • Program Asuransi Perikanan Dorong Semangat Pembudi Daya
  • Waspadai Mutasi Virus Flu Burung, Pasar Unggas Hidup Diawasi
  • Menteri Susi Bakal Kembali Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Usai Lebaran 2019
  • Menteri Susi Lepasliarkan 37.000 Benih Lobster Hasil Penyelundupan
  • Jelang Lebaran Stok Daging Sapi dan Kerbau Surplus 2.450 Ton
  • Jelang Lebaran, Stok Daging Ayam dan Telur Surplus 184.134 Ton
  • 21 Alat Bantu Tangkap Ikan Ilegal Diamankan
  • Kementan Tingkatkan Kualitas Data Online Peternakan
  • Luhut Siapkan Langkah untuk Mendorong Budidaya Perikanan
  • Kementan Optimistis Target 1.000 Pedet Belgian Blue Tercapai
  • Kementan Koordinasikan Pengendalian Rabies di Dompu
  • Pengusaha Udang Dukung Larangan Penggunaan Induk Asal Tambak
  • Anak Buah Menteri Susi Kembali Tangkap Kapal Ilegal Berbendera Filipina