Timor Leste Siap Tambah Impor Peternakan dari Indonesia

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-04-14
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) siap menambah impor produk peternakan dari Indonesia. Sebab produk tersebut berkualitas dan diminati masyarakat di sana.

Hal ini disampaikan oleh Domingos Gusmao, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan RDTL dalam exit meeting import risk analysis (IRA) di Denpasar (12/4). 

 

"RDTL selalu terbuka untuk produk peternakan Indonesia selama produk-produk tersebut memenuhi kualitas yang telah ditetapkan. Kami tidak ada diskriminasi terkait pemilihan perusahaan yang dapat ekspor ke RDTL, semuanya tergantung kualitas produk peternakan perusahaan tersebut," jelas Gusmao. 

Pada pertemuan tersebut, delegasi kedua negara sepakat bahwa hubungan dua negara tersebut harus terus ditingkatkan, khususnya di bidang pertanian dan peternakan yang telah memiliki dasar kerja sama. Berdasarkan hasil IRA dan check list, Tim RDTL dapat menyimpulkan bahwa perusahaan PT Japfa Comfeed sudah memenuhi standar untuk dapat diimpor ke Timor Leste. 

"Tim IRA RDTL telah menggunakan standar yang sesuai dengan Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) untuk pelaksanaan IRA ini, dan dapat kami simpulkan bahwa produk peternakan yang kami nilai sudah memenuhi kualitas dengan standar internasional," tambah Gusmao.

Import risk analysis oleh tim IRA RDTL dilakukan untuk unit usaha breeding farm, hatchery, rumah potong ayam, dan pabrik pakan ternak PT Japfa Comfeed Indonesia selama hampir sepekan. Dimulai sejak tanggal 8 sampai dengan 12 April 2019 dengan mengunjungi berbagai lokasi di Surabaya dan Bali.

Lebih lanjut Gusmao menjelaskan bahwa keputusan final dari Pemerintahan RDTL hanya memerlukan waktu lebih kurang dua pekan. Dirjen PKH RDTL akan menyampaikan hasil final IRA secara resmi kepada Dirjen PKH Indonesia. Selanjutnya PT Japfa Comfeed dan importir di RDTL dapat segera menindaklanjuti proses ekspor-impornya.

Komitmen ekspor produk Indonesia

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menegaskan komitmennya untuk terus mendorong berbagai produk peternakan Indonesia untuk go internasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia untuk produk peternakan ke Timor Leste mencapai 9,5 juta dolar AS pada tahun 2018. 

“Nilai ekspor tersebut masih dapat berkembang dengan diversifikasi produk yang diekspor dan meningkatnya minat serta kepercayaan RDTL terhadap produk peternakan Indonesia," ungkap Diarmita.

Kementan akan terus meningkatkan nilai ekspor tersebut. Yakni dengan menjamin kualitas dan keamanan produk peternakan yang di ekspor. Semua komoditas unggas yang diekspor ke Timor Leste berasal dari unit peternakan unggas yang tersertifikasi Kompartemen Bebas AI

Komoditas daging ayam beku berasal dari Rumah Potong Hewan Ayam yang memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Di samping itu, Ketut juga menyatakan komitmen Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal bagi RDTL. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Produk Peternakan, Fini Murfiani menyampaikan apresiasi kepada tim IRA RDTL yang telah bekerja secara profesional. Dia berharap hasil IRA yang baik ini dapat segera direalisasikan dalam bentuk ekspor produk peternakan ke Timor Leste dalam waktu dekat. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Soal Gugatan di WTO, Kementan Sebut RI Belum Punya Kesepakatan Impor Ayam dengan Brasil
  • Kementan Ajak Pelaku Perunggasan Stabilkan Harga Unggas
  • KKP Catat 21 Provinsi Sudah Terapkan Aturan Zonasi Wilayah Pesisir
  • KKP Apresiasi Penerapan Prinsip Berkelanjutan Budidaya Tilapia
  • KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia
  • Program Upsus Siwab Tingkatkan Populasi Sapi
  • KKP Sebut Daya Beli Pembudi daya Ikan Tumbuh Positif
  • Program Asuransi Perikanan Dorong Semangat Pembudi Daya
  • Waspadai Mutasi Virus Flu Burung, Pasar Unggas Hidup Diawasi
  • Menteri Susi Bakal Kembali Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Usai Lebaran 2019
  • Menteri Susi Lepasliarkan 37.000 Benih Lobster Hasil Penyelundupan
  • Jelang Lebaran Stok Daging Sapi dan Kerbau Surplus 2.450 Ton
  • Jelang Lebaran, Stok Daging Ayam dan Telur Surplus 184.134 Ton
  • 21 Alat Bantu Tangkap Ikan Ilegal Diamankan
  • Kementan Tingkatkan Kualitas Data Online Peternakan
  • Luhut Siapkan Langkah untuk Mendorong Budidaya Perikanan
  • Kementan Optimistis Target 1.000 Pedet Belgian Blue Tercapai
  • Kementan Koordinasikan Pengendalian Rabies di Dompu
  • Pengusaha Udang Dukung Larangan Penggunaan Induk Asal Tambak
  • Anak Buah Menteri Susi Kembali Tangkap Kapal Ilegal Berbendera Filipina