Karo Menjadi Sentra Penyangga Cabai

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-04-15
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kabupaten Karo, salah satu wilayah Sumatra Utara, digadang - gadang menjadi sentra penyangga hortikultura khususnya aneka cabai. Pengembangannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Sumatera saja, namun direncanakan untuk mengisi pasar cabai luar negeri.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab saat dihubungi, Ahad (14/4), mengatakan bahwa persediaan aneka cabai di Pulau Jawa sudah relatif stabil. Pihaknya akan menggarap produksi cabai di luar Jawa agar mampu mandiri cabai. 

 

“Jadi, wilayah Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan nantinya tidak perlu lagi tergantung pada pasokan dari Jawa. Selain penyeimbang kawasan cabai antara Jawa dan Luar Jawa, tantangan kita adalah bagaimana budidaya cabai dilakukan secara efisien dan ramah lingkungan," ucap Ismail.

Agribisnis cabai saat ini tidak lagi sekedar tanam lalu jual. Cabai membutuhkan standar kualitas produk, apalagi untuk wilayah pengembangan baru. 

Karena itu pihaknya menggencarkan bimbingan teknis langsung ke wilayah sentra produksi. Tujuannya mengajak petani dan petugas memperbaiki tatacara produksinya menjadi lebih efisien dan berdaya saing.

Swasembada cabai

Plh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatra Utara, Baharuddin, menjelaskan wilayahnya saat ini sudah mampu swasembada cabai bahkan surplus.

Jumlah penduduk Sumatra Utara pada 2017 mencapai 14,3 juta jiwa. Dalam setahun dibutuhkan pasokan cabai besar sebanyak 49.953 ton dan cabai rawit 42.045 ton. “Sedangkan produksi cabai besar Sumatera Utara sudah mencapai 159.131 ton dan cabai rawit 31.727 ton. Jadi kami sudah surplus produksi 98.860 ton," beber Baharuddin.

Meski secara agregat setahun telah surplus, Baharuddin mencatat masih ada tantangan produksi cabai yang belum merata sepanjang tahun dan usaha budidayanya sebagian masih bersifat tradisional atau turun temurun. 

"Untuk itu diperlukan intensifikasi lahan dengan penerapan teknologi budidaya tepat guna, pengaturan pola tanam agar pasokan dan produksi tersedia sepanjang tahun. Kami sepakat bahwa analisa produksi menjadi dasar yang penting dalam pengembangan kawasan cabai di Sumatera Utara," katanya antusias.

Salah satu peserta acara asal Karo, Licinius Tarigan menyatakan tekadnya menjadikan Karo sebagai penyuplai cabai khususnya cabai keriting terbesar di Pulau Sumatera bahkan luar negeri.

Petani Karo saat ini, kata Licinius, telah mampu memproduksi cabai keriting varietas temper ungu dan temper hijau yang produktivitasnya tinggi. Budidayanya sudah dikelola secara efisien, aman dikonsumsi dan ramah lingkungan. 

"Kami sangat berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Hortikultura yang sudah membantu kami melalui bimbingan teknis dan alokasi kegiatan pengembangan kawasan. Berkat dukungan pemerintah, kami bisa berkembang dan makin mandiri," ucap Tarigan semangat. (rep)

- Tag : Pangan

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Transplanter Jadi Andalan Ditjen PSP Tingkatkan Produksi Pertanian
  • Kementan Berharap Barito Kuala Lanjutkan Program Serasi Jejangkit
  • Kemendag Sebut Stok Bawang Putih Impor Masih 100 Ribu Ton
  • Pemerintah Janji Segera Serap Cabai Petani
  • Kementan : Pasokan Bawang Putih dan Merah Aman Sampai 3 Bulan
  • Kementan Serahkan Bantuan Ratusan Unit Alsintan Dukung Pertanian di HST
  • Benih Bermutu Dukung Swasembada Bawang Putih
  • Terobosan Kementan untuk Mendongkrak Produksi Bawang Putih
  • Jaga Stok, RI akan Impor Bawang Putih hingga 2021
  • Karo Menjadi Sentra Penyangga Cabai
  • Masuk Masa Panen, Kementan: Pasokan Bawang Merah Berlimpah
  • Importir Bawang Putih Akui Stok Masih Aman hingga Juni
  • Bantuan Kementan Tingkatkan Produktivitas Pertanian Takalar
  • Mentan Klaim Produksi Bawang Putih Meningkat
  • Kementan Anggarkan Rp 600 Miliar untuk Sulsel
  • Petani Pamekasan Terima Bantuan Alat UV Dryer dari Kementan
  • Program Alsintan Kementan Tingkatkan Pendapatan Petani
  • KPK Dukung Kementan Bangkitkan Bawang Putih Nasional
  • Indonesia Timur Potensial untuk Pengembangan Hortikultura
  • Ini Cara Kementan Mempercepat Serapan Gabah