Dana Desa Kukar Sudah Dirasakan Masyarakat

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Keuangan Negara dan Daerah | 2019-04-28
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan dengan anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Desa (DD) sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur.

"Tahun 2018 kami mendapat DD Rp 970,54 juta. DD tahun 2019 masih dikisaran itu. Untuk DD 2018 pekerjaannya sudah tuntas sementara untuk 2019 masih dalam proses," ujar Kepala Desa Loa Duri Ilir, Kecamamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Fakhri Arsyad di desanya, Jumat (26/4) lalu.

Sesuai aturan penggunaan DD 2018, pihaknya membagi dua pola kegiatan yakni 70 persen untuk pembangunan infrastruktur dan sisanya 30 persen untuk pemberdayaan masyarakat. Sedangkan penggunaan DD tahun ini, pihaknya juga kembali mengacu pada perubahan aturan yang ditetapkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi (PDTT) yakni 60 persen untuk pembangunan infrastruktur dan 40 persen untuk pemberdayaan masyarakat.

Dalam menetapkan kegiatan baik pembangunan maupun pemberdayaan, lanjut Fakhri, dia tidak bisa semena-mena mengikuti kehendaknya. Namun sebelumnya telah melalui proses musyawarah pembangunan cukup panjang, mulai dari musyawarah tingkat RT yang dilanjutkan dengan musyawarah tingkat desa.

Dalam musyawarah pembangunan tersebut, banyak elemen masyarakat yang dilibatkan antara lain Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa yang meliputi PKK, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT, dan Posyandu, bahkan kelompok termarginalkan, kelompok UKM, dan kelompok tani pun dilibatkan.

Di antara tujuan pelibatan unsur masyarakat ini adalah agar masing-masing pihak memiliki usulan tentang rencana pembangunan sesuai dengan kondisi yang dihadapi mereka, sehingga usulan tersebut kemudian ditampung dan dikelompokkan berdasarkan skala prioritas sebelum dialokasikan anggarannya. Dia juga mengatakan bahwa total Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Loa Duri Ilir 2018 mencapai Rp 4,01 miliar, rinciannya adalah dari DD sebesar Rp 970,54 juta, pendapatan asli desa (PADes) Rp 72,84 juta. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Soal Dana Desa, Menteri Sri Mulyani Minta Kepala Daerah Aktif Sisir Desa Fiktif
  • Pemkab Banyumas kucurkan pinjaman bergulir untuk usaha mikro dan kecil
  • BNI Syariah kenalkan Platform Sekolah Pintar di Aceh
  • Samsat Bekasi targetkan pendapatan Program Hapus Denda Rp33 miliar
  • Perbankan bidik Jatim jadi penyumbang DPK tertinggi
  • Proyek percontohan percepatan keuangan inklusif diluncurkan di Cirebon
  • BRI optimistis penyalurkan KUR di Aceh capai target
  • BPD Bali-LPD perkuat layanan daring masyarakat adat
  • Belanja Bekasi 2020 ditetapkan sebesar Rp6,3 triliun
  • Bank wakaf mikro, terobosan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren
  • Realisasi penerimaan cukai KPPBC Kudus capai Rp22,33 triliun
  • Papua Barat tindaklanjut rekomendasi BPK terkait dana Otsus
  • Pemerintah Pastikan Pantau Dana Desa yang Telah Disalurkan
  • BI Cirebon gelar CFF perkenalkan ekonomi digital kepada masyarakat
  • Jabar peringkat kedua jumlah investor terbanyak di Indonesia
  • Kemendagri minta Pemda jangan hanya berorientasi pada pemasukan PAD
  • Kemendes PDTT Klaim Sudah Pantau Penggunaan Dana Desa
  • Kemenkeu evaluasi internal terkait dugaan penyaluran dana desa fiktif
  • Legislator minta Bappenas serius tingkatkan peran ekonomi syariah
  • Legislator harapkan adanya perbaikan tata kelola penyaluran dana desa