Tanggulangi Rabies, Kementan Luncurkan Vaksin Neorabivet®

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-05-02
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan vaksin Neorabivet untuk menanggulangi penyakit rabies. Vaksin rabies yang menggunakan strain Pasteur ini dipastikan memiliki kualitas yang baik dan menjamin perlindungan hewan kesayangan dari ancaman penyakit rabies dengan durasi lebih dari 1 tahun.

Vaksin itu merupakan karya Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan. Adanya produk baru vaksin Neorabivet® ini diharapkan dapat ikut mendukung sekaligus mendorong percepatan upaya pemberantasan rabies di Indonesia dengan target bebas tahun 2030.

 

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mengatakan, program pemberantasan rabies bertahap seluruh Indonesia 2030 (PrestasIndonesia 2030) harus didukung ketersediaan vaksin yang berkualitas dan dalam jumlah besar. “Adanya vaksin rabies baru ini tentu saja akan banyak membantu pemenuhan kebutuhan tersebut. Vaksin ini diproduksi oleh instansi pemerintah, sehingga kualitasnya dipastikan terjamin" ungkap Ketut.

Ni Made Ria Isriyanthi yang mewakili Direktur Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa Nomor Pendaftaran Obat Hewan untuk Neorabivet® telah terbit. Vaksin sudah siap diedarkan dan dijual. Pusvetma telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Hewan Yang Baik (CPOHB) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Dengan CPOHB, kualitas produk Pusvetma dipastikan mampu memenuhi persyaratan mutu, khasiat, dan keamanan obat hewan, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk sejenis di lapangan. Bentuk jaminan kualitas dari pemerintah tersebut antara lain dengan telah diberikannya Nomor Pendaftaran Obat Hewan dari Kementerian Pertanian yaitu Kementan RI No. D 19035888 VKC. 

Berdaya saing global

Sementara itu Kepala Pusvetma, Agung Suganda mamaparkan bahwa Pusvetma mempunyai visi menjadi institusi produsen bahan biologik veteriner yang berdaya saing global, serta misi antara lain memproduksi vaksin, antisera, diagnostika, dan bahan biologis lain untuk mendukung program pencegahan, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan secara nasional. Pusvetma juga diharapkan mampu melaksanakan proses produksi sesuai standar nasional dan internasional.

Gedung Fasilitas Produksi Vaksin Zoonosis diresmikan oleh Dirjen PKH, sekaligus juga peluncuran vaksin Neorabivet®. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan semangat seluruh pegawai Pusvetma untuk terus memproduksi vaksin yang memenuhi standar. Juga mendorong upaya-upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan dengan vaksinasi. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Soal Gugatan di WTO, Kementan Sebut RI Belum Punya Kesepakatan Impor Ayam dengan Brasil
  • Kementan Ajak Pelaku Perunggasan Stabilkan Harga Unggas
  • KKP Catat 21 Provinsi Sudah Terapkan Aturan Zonasi Wilayah Pesisir
  • KKP Apresiasi Penerapan Prinsip Berkelanjutan Budidaya Tilapia
  • KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia
  • Program Upsus Siwab Tingkatkan Populasi Sapi
  • KKP Sebut Daya Beli Pembudi daya Ikan Tumbuh Positif
  • Program Asuransi Perikanan Dorong Semangat Pembudi Daya
  • Waspadai Mutasi Virus Flu Burung, Pasar Unggas Hidup Diawasi
  • Menteri Susi Bakal Kembali Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Usai Lebaran 2019
  • Menteri Susi Lepasliarkan 37.000 Benih Lobster Hasil Penyelundupan
  • Jelang Lebaran Stok Daging Sapi dan Kerbau Surplus 2.450 Ton
  • Jelang Lebaran, Stok Daging Ayam dan Telur Surplus 184.134 Ton
  • 21 Alat Bantu Tangkap Ikan Ilegal Diamankan
  • Kementan Tingkatkan Kualitas Data Online Peternakan
  • Luhut Siapkan Langkah untuk Mendorong Budidaya Perikanan
  • Kementan Optimistis Target 1.000 Pedet Belgian Blue Tercapai
  • Kementan Koordinasikan Pengendalian Rabies di Dompu
  • Pengusaha Udang Dukung Larangan Penggunaan Induk Asal Tambak
  • Anak Buah Menteri Susi Kembali Tangkap Kapal Ilegal Berbendera Filipina