Susi Pimpin Penenggelaman 26 Kapal Asing di Pontianak

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-05-05
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin langsung penenggelaman 26 kapal ikan asing ilegal di wilayah Kalimantan Barat. Susi menyatakan, kegiatan penenggelaman kapal ini telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

"Pemusnahan kapal ini untuk kesekian kalinya kita lakukan sebagai jalan keluar dari pencegahan illegal fishing di wilayah perairan kita. Dengan hal ini diharapkan sumber daya kelautan dan perikanan kita bisa dinikmati masyarakat kita sendiri, bukan nelayan dari luar," kata Susi saat kegiatan pemusnahan di Kantor PSDKP Pontianak, Sabtu (4/5).

Selama ini katanya, dengan aksi pencurian nelayan asing di wilayah perairan Indonesia mengakibatkan pendapatan sumber daya laut dari masyarakat terus mengalami penurunan. Stok ikan di Indonesia yang puluhan juta ton menurun hingga hanya beberapa juta ton beberapa tahun lalu yang dikarenakan 10 ribu kapal asing beroperasi di Indonesia.

"Stok ikan kita, puluhan juta ton, berkurang menjadi 7,1 juta ton pada 2014. Otomatis, rumah tangga nelayan kita berkurang hampir separuhnya dan menyebabkan 115 eksportir ikan tutup karena kekurangan bahan baku," tuturnya.

Dengan penenggelaman kapal ini diharapkan bisa memberikan efek jera bagi nelayan asing untuk menjarah wilayah perairan Indonesia. Penenggelaman kapal, kata Susi,  juga mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi, karena menurutnya, memang tidak ada jalan lain selain melakukan tindakan tegas dengan penenggelaman kapal tersebut.

"Ini merupakan langkah tegas kita untuk menakutkan nelayan dari negara lain, karena kita juga terus memberikan peringatan kepada negara lain melalui Dubesnya dan pengusahanya," kata dia.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan dukungannya terhadap pemusnahan kapal asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia. Termasuk, di perairan Kalbar.

"Saya sangat setuju kalau kapal asing yang sudah ditangkap kemudian ditenggelamkan. Karena kalau harus dilelang atau diserahkan kepada nelayan itu justru menjatuhkan marwah negara kita," kata Sutarmidji.

Selain itu, jika kapal asing yang ditangkap dilelang atau diserahkan kepada nelayan, banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti perbaikan alat tangkapnya, permodalan bagi nelayan dan seolah-olah kita memanfaatkan barang bukti untuk masyarakat kita dan ini tentu tidak baik. Ia menilai, dengan proses hukum yang cukup panjang untuk pemusnahan barang bukti kapal seperti saat ini, dapat menimbulkan perkara baru, bila sang pemilik kapal bebas di pengadilan.

"Karena penangkapan ikan secara ilegal merupakan kejahatan terhadap negara, itu hukumannya harus tegas. Makanya saya sangat mendukung penenggelaman kapal asing tersebut," katanya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Soal Gugatan di WTO, Kementan Sebut RI Belum Punya Kesepakatan Impor Ayam dengan Brasil
  • Kementan Ajak Pelaku Perunggasan Stabilkan Harga Unggas
  • KKP Catat 21 Provinsi Sudah Terapkan Aturan Zonasi Wilayah Pesisir
  • KKP Apresiasi Penerapan Prinsip Berkelanjutan Budidaya Tilapia
  • KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia
  • Program Upsus Siwab Tingkatkan Populasi Sapi
  • KKP Sebut Daya Beli Pembudi daya Ikan Tumbuh Positif
  • Program Asuransi Perikanan Dorong Semangat Pembudi Daya
  • Waspadai Mutasi Virus Flu Burung, Pasar Unggas Hidup Diawasi
  • Menteri Susi Bakal Kembali Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Usai Lebaran 2019
  • Menteri Susi Lepasliarkan 37.000 Benih Lobster Hasil Penyelundupan
  • Jelang Lebaran Stok Daging Sapi dan Kerbau Surplus 2.450 Ton
  • Jelang Lebaran, Stok Daging Ayam dan Telur Surplus 184.134 Ton
  • 21 Alat Bantu Tangkap Ikan Ilegal Diamankan
  • Kementan Tingkatkan Kualitas Data Online Peternakan
  • Luhut Siapkan Langkah untuk Mendorong Budidaya Perikanan
  • Kementan Optimistis Target 1.000 Pedet Belgian Blue Tercapai
  • Kementan Koordinasikan Pengendalian Rabies di Dompu
  • Pengusaha Udang Dukung Larangan Penggunaan Induk Asal Tambak
  • Anak Buah Menteri Susi Kembali Tangkap Kapal Ilegal Berbendera Filipina