Laut Indonesia Dinilai Bisa Jadi Solusi Bayar Utang Negara

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-05-17
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Laut Indonesia yang luas dinilai menyimpan potensi besar yang bahkan mampu menjadi solusi dalam membayar utang negara jika digarap dengan serius.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Muh Zulficar Mochtar menyebutkan, jika digarap dengan serius potensi pendapatan dari laut Indonesia saja bisa mencapai 500 triliun per tahun.

"Pemerintah sedang mencari potensi dan menggali pendapatan negara, laut menjadi solusi melalui investasi pulau-pulau kecil, bisnis perikanan dan energi laut," katanya seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (16/5/2019).

Namun, katanya, potensi tersebut perlu diintervensi secara ekonomi dan bisnis dengan hitungan yang cermat. Untuk itu, formula baru pemanfatan laut, baik dari sektor perikanan maupun di luar perikanan, perlu segera dibuat dengan pendekatan bisnis sehingga menjadi pemasukan ril bagi pemerintah melalui pajak dan PNBP

Untuk diketahui, KKP memprediksi bahwa penerimaan negara bukan pajak dari seluruh sektor perikanan saja pada 2018 akan mencapai Rp645 miliar sementara penerimaan pajaknya baik daru perikanan, industri perikanan, dan perdagangan ikan bisa mencapai Rp1,082 triliun.

Adapun, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah per Maret 2019 mencapai Rp4.567 triliun.

Zulficar menambahkan, hal yang bisa dilakukan untuk menggali potensi laut Indonesia baik dari segi perikanan maupun di luar perikanan adalah dengan merubah paradigma dan format pembangunan agar berorientasi  kelautan dan menjadi mainstream utama.

Selain itu, pemerintah juga perlu segera mengatasi segala bentuk ocean crime atau beragam tindak kriminal yang masih marak terjadi di Indonesia. Adapun wujud ocean crime yang kerap terjadi antara lain tindak illegal, unrepirted, unregulated (IUU) fishing, perdagangan ilegal dan penyelundupan.

"Pada sektor perikanan tangkap potensi loss akibat pelaporan yang belum tertib timbulkan kerugian sekitar Rp 30 triliun," tambahnya.

Adapun, Dewan Pimpinan Wilayah Iskindo Kep Bangka Belitung yang baru saja dilantik Andriyadi mengatakan bahwa Bangka Belitung mesti menyiapkan skenario baru setelah berakhirnya kejayaan timah.

"Produktivitas timah sudah menurun, saatnya laut menjadi tumpuan pembangunan di Bangka Belitung" katanya. (bis)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Soal Gugatan di WTO, Kementan Sebut RI Belum Punya Kesepakatan Impor Ayam dengan Brasil
  • Kementan Ajak Pelaku Perunggasan Stabilkan Harga Unggas
  • KKP Catat 21 Provinsi Sudah Terapkan Aturan Zonasi Wilayah Pesisir
  • KKP Apresiasi Penerapan Prinsip Berkelanjutan Budidaya Tilapia
  • KKP Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia
  • Program Upsus Siwab Tingkatkan Populasi Sapi
  • KKP Sebut Daya Beli Pembudi daya Ikan Tumbuh Positif
  • Program Asuransi Perikanan Dorong Semangat Pembudi Daya
  • Waspadai Mutasi Virus Flu Burung, Pasar Unggas Hidup Diawasi
  • Menteri Susi Bakal Kembali Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Usai Lebaran 2019
  • Menteri Susi Lepasliarkan 37.000 Benih Lobster Hasil Penyelundupan
  • Jelang Lebaran Stok Daging Sapi dan Kerbau Surplus 2.450 Ton
  • Jelang Lebaran, Stok Daging Ayam dan Telur Surplus 184.134 Ton
  • 21 Alat Bantu Tangkap Ikan Ilegal Diamankan
  • Kementan Tingkatkan Kualitas Data Online Peternakan
  • Luhut Siapkan Langkah untuk Mendorong Budidaya Perikanan
  • Kementan Optimistis Target 1.000 Pedet Belgian Blue Tercapai
  • Kementan Koordinasikan Pengendalian Rabies di Dompu
  • Pengusaha Udang Dukung Larangan Penggunaan Induk Asal Tambak
  • Anak Buah Menteri Susi Kembali Tangkap Kapal Ilegal Berbendera Filipina