Menko Darmin Pastikan Ekonomi RI Aman dari People Power

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-05-22
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan, kondisi ekonomi makro Indonesia berada dalam situasi aman di tengah aksi people power. Walaupun terjadi gejolak dalam nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan IHSG, tren ini hanya bersifat sementara.

Darmin menuturkan, sampai saat ini, pemerintah memang belum memiliki metode untuk menghitung seberapa besar dampak suatu aksi terhadap ekonomi. Tapi, menurutnya, efek yang ditimbulkan tidak akan signifikan.

"Kalau cuma begitu ya tidak terlalu besar," ujarnya ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (22/5).

Dari berbagai aspek ekonomi, Darmin mengakui, investasi akan menjadi komponen yang paling terkena dampak. Calon investor akan wait and see terlebih dahulu sebelum menanamkan modal di Indonesia. Begitupun dengan investasi yang sudah ada, akan memastikan kondisi apabila ingin melakukan ekspansi.

Tapi, Darmin menilai, kondisi wait and see ini tidak akan terlalu lama. Sebab, aksi people power yang terjadi sejak Selasa (21/5) hingga hari ini bersifat temporer atau sementara.

"Mestinya, setelah melihat bagaimana kejadiannya, tidak akan banyak artinya," tuturnya.

Tentang tertekannya rupiah dan IHSG pada Rabu (22/5) pagi, Darmin menyebutkan, memang menjadi bagian dari dampak yang timbul dari aksi people power. Namun, ia menyebutnya sebagai euforia pasar semata atau bersifat sentimental. Dalam waktu dekat, kondisi pasar akan mengalami perbaikan.

Saat ini, pemerintah belum memiliki langkah antisipasi secara khusus untuk menghadapi tekanan people power terhadap rupiah dan IHSG. Sebab, pasar akan terkoreksi sendiri dalam menghadapi sentimen yang sifatnya bukan riil.

Nilai tukar rupiah di pasar spot terlihat dibuka di zona merah dengan pelemahan delapan poin atau 0,06 persen di posisi Rp 14.488 per dolar AS pada Rabu. Sebelumnya, pada Selasa malam, rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp 14.480 per dolar AS. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • KSSK Pastikan Kondisi Keuangan Indonesia Stabil
  • Utang Luar Negeri USD401,4 Miliar Diyakini Tak Ganggu Ekonomi
  • Defisit Neraca Dagang Sedikit Membaik, BI Terus Perkuat Ketahanan Ekonomi
  • Bank Indonesia Ramal Inflasi Januari 0,41 Persen, Terendah Sejak 2016
  • BI soal Rupiah Menguat ke Rp13.772 per USD: Bukti Ekonomi Indonesia Membaik
  • Pekan Kedua Januari 2020 Inflasi Masih Terkendali
  • Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 129,2 Miliar Dolar AS
  • Sri Mulyani Sebut Utang Indonesia Masih Lebih Baik di Asia
  • Cadangan Devisa Desember 2019 Diprediksi Meningkat
  • BI Optimistis Inflasi 2020 Bakal Terkendali
  • Gubernur BI Sebut Rupiah Termasuk yang Terbaik di Asia
  • BI Targetkan Inflasi 2020 Sebesar 3,0 Plus Minus 1 Persen
  • Inflasi 2019 2,72 Persen, Terendah Sejak 2009
  • Penerimaan Bea Cukai Tembus Target Lagi di 2019
  • Bank Indonesia Catat Uang Beredar per November Tumbuh 7,1 Persen
  • Devisa Hasil Ekspor Oktober 2019 Tembus US$12 Miliar
  • Bank Indonesia : Aliran Modal Asing 2019 Capai Rp226 Triliun
  • OJK: Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga
  • Sri Mulyani Optimistis Defisit APBN 2019 Tetap 2,2 Persen
  • Ekonomi RI Tahun Depan Tetap Terjaga, BI Pede Tumbuh 6% di 2024