Kementan Optimistis Target 1.000 Pedet Belgian Blue Tercapai

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-05-28
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Unit Pelaksana Teknis (UPT) mengembangkan pengembakbiakan sapi jenis Belgian Blue sehingga bisa diadopsi oleh masyarakat.

Amran mengungkapkan jika Balai Veteriner sukses mengembangkan setidaknya 5 ekor sapi Belgian Blue, ia memastikan masyarakat akan tertarik untuk mengadopsi ternak sapi tersebut.

Pengembangan sapi Belgian Blue acap kali dianggap sebagai jawaban untuk mencapai swasembada daging sapi pada 2026. Sapi yang masuk rumpun sapi potong kelompok bos taurus ini disebut lahir dengan rata-rata 52,4 kg untuk yang murni dan 27 kg sampai 55 kg untuk hasil persilangan. Pertambahan berat badannya pun mencapai 1,2-1,6 kg/hari dengan berat jantan dewasa sekitar 1.100 sampai 1.250 ton.

Meski diproyeksikan sebagai solusi permasalahan produksi daging sapi nasional, sejauh ini pengembangan Belgian Blue terbatas dilakukan oleh 12 UPT dan Balai Embrio Ternak (BET), di antaranya adalah Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPUT) Baturraden, Padang Mengatas, Sembawa, dan Indrapuri. Kementan sendiri menargetkan pada 2019 ini, akan ada 1.000 ekor pedet yang lahir.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita optimistis target kelahiran pedet tersebut dapat tercapai tahun ini.

"Pasti tembus 1.000 ekor. Sampai saat ini sudah lahir 97 ekor lewat transfer embrio dan 278 ekor dari inseminasi buatan. Jadi totalnya 375 ekor," ungkap Ketut lewat pesan tertulis, Senin (27/5/2019).

Selain 375 ekor sapi keturunan Belgian Blue yang telah lahir, Ketut juga mencatat terdapat 140 ekor sapi betina yang tengah bunting melalui transfer embrio. Ada pula 278 ekor sapi betina yang sudah bunting melalui inseminasi buatan sehingga potensi tambahan berjumlah 464 ekor. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Susi: Lintas Negara Harus Kerja Sama Berantas Ilegal Fishing
  • Peternak dan Produsen Setop Pemberian Antibiotik pada Pakan Unggas
  • Cegah Penangkapan Ikan Menggunakan Bom, DKP Sumbar Siap Lakukan Razia di Danau Singkarak
  • Kerbau Perah Silangit, Rumpun Baru dari Kementan
  • Menteri Susi Lepas Liarkan 870.000 Benih Lobster dengan Potensi Nilai Rp139,8 M
  • Menteri Susi: Benih Lobster tidak Boleh Lagi Ditangkap
  • Pemerintah dan Seniman Kampanyekan Bahaya Penyakit Hewan
  • Kunjungi Malaysia, Susi Teken Perjanjian Illegal Fishing
  • KKP Luncurkan Kawasan Tambak Kakap Putih Pertama Indonesia
  • KKP Tertibkan Lima Rumpon Ilegal Diduga Milik Nelayan Malaysia
  • Kementan Antisipasi Anthrax Jelang Idul Adha
  • Kementan Klaim Peternak Ayam Untung
  • Pemerintah Berkomitmen Mencegah Penyakit Hewan Menular
  • Dorong Digitalisasi, Kementan Data Ternak Secara Daring
  • Kementan Dorong Digitalisasi Pendataan Populasi Ternak
  • Cegah Zoonosis, Kementan Gandeng Berbagai Instansi
  • Kementan Berkomitmen Kembangkan Ternak Puyuh
  • Kerugian Tangkapan Ikan Ilegal Capai Rp 100 T per Tahun
  • RPHU Berperan Penting untuk Tingkatkan Ketersediaan Protein Hewani ASUH
  • Kementan Tingkatkan Ketersediaan Protein Hewani