PBHMI Dukung Program Menteri Amran Ciptakan Petani Milenial

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2019-05-29
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) mendukung program Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menciptakan petani milenial. Hal tersebut dimaksudkan untuk regenerasi petani sehingga profesi tersebut tetap ada dan produksi pangan berjalan melalui tangan produktif generasi muda.

Pada tahun ini Menteri Pertanian bertekad menciptakan sejuta petani milenial. Para petani tersebut diharapkan mampu produksi komoditas pertanian yang berorientasi tidak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri tapi harus kuasai pasar ekspor. 

 

“Ini bagi kami jalan baru kebangkitan sektor pertanian, karena petani milenial tidak hanya bertani tapi juga sekaligus menjadi pelaku usaha muda,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kemaritiman dan Agraria, Pri Menix Dey dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (28/5).

Pria jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menilai program menciptakan petani milenial dapat secepatnya terwujud. Sebab, Kementan sendiri selama pemerintahan Jokowi-JK telah membangun modernisasi pertanian dan menerapkan pertanian yang berbasis teknologi yang sangat maju. Misalnya, baru di pemerintahan sekarang, petani di pedesaan hingga perbatasan sudah menggunakan alat mesin pertanian mulai dari pra tanam, panen, hingga penanganan pasca panen yang sama dengan negara maju.

“Kita bisa lihat, Menteri Pertanian telah mulai membangun digitalisasi pertanian, traktor saja tidak hanya empat roda, tetapi juga sudah ada traktor yang cukup dikendalikan dengan remot kontrol. Begitu mesin panen jagung dan jagung sudah sangat maju sehingga inilah yang menjadi turbo penggerak generasi muda dengan mudahnya memilih jalan menjadi petani sukses,” terang Pri Menix.

Oleh karena itu, Pri Menix berharap agar program petani milenial secepatnya terwujud, maka perlu mendorong masing-masing daerah memiliki gerakan pengusaha muda pertanian berbasis teknologi pertanian 4.0. Hal ini sejalan dengan gagasan ekonomi ummat sebagai poros baru kebangkitan ekonomi Indonesia guna mengurai secara nyata kemiskinan yang didominasi masyarakat di level pedesaan.

Untuk memulai mewujudkan gerakan ini, perlu sinergitas PBHMI dengan Kementan untuk membuat preneur camp pengusaha muda pertanian. Dengan kegiatan ini, tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tapi juga mendorong petani muda bisa menciptakan nilai tambah dari suatu komoditas pertanian.

“Inilah jawaban dari apa yang disampakan Pak Presiden Jokowi bahwa untuk meningkatkan nilai devisa, harus dipacu kegiatan ekspor. Komoditas pertanian memiliki banyak komoditas bernilai ekonomis tinggi untuk diekspor,” pinta Pri Menix. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Upah Riil Buruh Tani dan Bangunan Naik
  • Penerapan Ekonomi Digital Bisa Menyerap 10 Juta Tenaga Kerja
  • Pengentasan Kemiskinan, Kementan Kembangkan Program Bekerja
  • Pemerintah Dorong Peningkatan SDM Diaspora Berstandar Internasional
  • Lewat Program Vokasi, PUPR Percepat Sertifikasi Tenaga Kerja Sektor Konstruksi
  • Fokus Berkarya,  Ratusan Pemuda Asli Papua Ikuti Pelatihan Kepemimpinan
  • Lebih dari 200 Pemuda-Pemudi Asli Papua Menghadiri Training Pengembangan Diri Sorong, Papua Barat
  • Meningkatkan Kualitas SDM dari Berbagai Latar Belakang
  • Kawasan Segitiga Rebana Bisa Serap Jutaan Tenaga Kerja
  • Tenaga Kerja Asing di Indonesia Dipastikan Tidak Membeludak
  • Kehadiran Mobil Esemka Mampu Serap 300 Tenaga Kerja
  • Kadin Nilai Insentif Pajak 200 Persen Perluas Pembukaan Lapangan Kerja Baru
  • Industri 4.0 Bisa Serap 10 Juta Lapangan Kerja
  • Indonesia-Turki Tandatangani MoU Kerja Sama Ketenagakerjaan
  • Indonesia-Jepang Pererat Kerja Sama Sektor Ketenagakerjaan
  • Kementan PERCEPAT Distribusi Bantuan BEKERJA di Kabupaten Grobogan dan Pemalang
  • Pemuda Tani HKTI Siapkan SDM Unggul
  • Kurangi Pengangguran, Rp10 Triliun Disiapkan untuk Kartu Pra Kerja
  • Pengembangan Sesuai Industri, Kualitas SDM RI Diyakini Salip Thailand
  • Jokowi: SDM Bisa Lawan Kutukan Sumber Daya Alam