Ramadhan Berakhir, Darmin: Inflasi Masih Stabil

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-06-06
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyatakan laju inflasi nasional diperkirakan masih tetap stabil. Meski terdapat kenaikan permintaan harga barang pokok disertai dengan adanya kenaikan harga barang, ia menilai hal itu masih wajar dan tidak berpengaruh banyak terhadap lonjakan inflasi.

"Sampai dengan akhir bulan Mei, harga komoditas terutama cabai dan bawang putih itu masih tinggi, naik. Tapi saya harapkan menjelang lebaran ini harganya turun karena panen sudah dimulai," kata Darmin di Kediaman Rumah Dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Darmin menyampaikan, pada Ramadhan tahun ini atau tepatnya pada bulan Mei diperkirakan inflasi tidak jauh berbeda dengan laju inflasi Ramadhan tahun lalu. Sebagai informasi, pada tahun lalu inflasi Ramadhan berada di kisaran 0,59 persen atau tepatnya pada Juni 2019.

"Inflasi tidak akan jauh dari seperti di tahun lalu, tapi bisa saja meleset. Tapi, tidak akan jauh," kata Darmin menambahkan.

Darmin mengungkapkan pendorong inflasi dari bahan pokok, khususnya komoditas pangan seperti bawang putih dan cabai tidak akan mendorong inflasi dalam jangka panjang. Sebab, ketika pasokan ditambah, maka harga serta merta akan menurun dan bahkan menyumbang deflasi.

Itu sebabnya, kata dia, kendati pada bulan-bulan tertentu kelompok bahan makanan mengalami inflasi tinggi, pada bulan-bulan yang lain akan menyumbang deflasi. Sehingga, lanjut Darmin, inflasi secara rata-rata selama satu tahun akan relatif stabil.

Namun Darmin mengungkapkan, persoalan inflasi belum selesai. Terutama dari akibat adanya kenaikan tiket pesawat yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Kendati tarif batas atas (TBA) pesawat telah diturunkan, penurunan tersebut tidak mengembalikan posisi harga seperti semula.

Adanya kenaian tarif pesawat itu, dikatakan Darmin juga berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Padahal, sektor pariwisata telah dijadikan pemerintah saat ini sebagai salah satu penyumbang devisa sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi di daerah. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Suku Bunga BI Turun, OJK: Sinyal Positif untuk Investor
  • Menteri Sri Mulyani Janji Terus Perkecil Peran Asing di Utang RI
  • BI: Utang Luar Negeri Indonesia Masih Sehat dan Terkendali
  • Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 125,9 Miliar Dolar AS
  • Stabilitas Rupiah akan Terjaga Hingga Akhir Tahun
  • BI Perkirakan Inflasi Bulan Juli 0,23%
  • BI: Aliran Masuk Modal Asing Per Juli Capai Rp 192,5 Triliun
  • Gubernur BI Pastikan Rasio Utang Masih Aman dan Terkendali
  • Gubernur BI Prediksi Investasi Tumbuh 6% di 2019
  • Darmin: Surplus Neraca Perdagangan Bisa Terus Berlanjut
  • Langkah Strategis BI dan Pemerintah Jaga Inflasi Sesuai Sasaran
  • BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II di Angka 5,1 Persen
  • Biodiesel B100 Hasil Riset Kementan Bisa Hemat Devisa 26 Triliun
  • BI Prediksi Inflasi Juli 2019 Capai 0,12%
  • Cadangan Devisa Naik Jadi 123,8 Milar Dolar AS Akhir Juni
  • BI: Aliran Modal Asing Capai Rp 170,1 Triliun
  • Inflasi Juni 2019 Terkendali, BI Konsisten Jaga Stabilitas Harga
  • BPS Catat Inflasi Juni 0,55 Persen
  • Inflasi Juni 2019 Lebih Rendah Dibanding Dua Tahun Terakhir
  • Menteri PPN: Pemindahan Ibu Kota tak akan Menciptakan Utang