Petani Palangkaraya Budidayakan Buah Naga di Lahan Gambut

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2019-06-10
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pengembangan buah naga terus dilakukan seiring permintaan setiap tahunnya. Sentra pengembangan buah naga di Kalimantantan Tengah berada di Kelurahan Kalampangan, tepatnya 18 km sebelah utara Kota Palangka Raya.

Di lokasi ini terdapat kurang lebih 5000 hektare pengembangan buah naga dan merupakan daerah pedesaan yang dinilai berhasil. Keberhasilan Kalampangan ditunjang oleh sektor hortikultura. Budidaya buah naga menjadi tren menjanjikan bagi orang yang mau dan ulet untuk menanamnya. Meskipun lahannya masih sedikit yang mengembangkan namun pasarnya cukup bagus.

 

Sumardi, anggota Kelompok Tani Berkah Tani Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya mengembangkan buah naga. Tanaman buah naga miliknya ini berumur 3 tahun lebih seluas 7 hektare.  Tanamannya ini sudah menghasilkan buah naga sebanyak 30 – 40 ton dengan harga Rp 15 - 20 ribu per kg. 

"Jika pembeli memetik langsung di kebun, harga bisa mencapai Rp 25 – Rp 30 ribu per kg. Sedangkan untuk tanaman jeruk berumur 3 tahun seluas 3 hektare, sampai saat ini sudah menghasilkan kurang lebih 15 ton, harga Rp 6 – 8 ribu per kg dan kalo petik sendiri harga per kilonya Rp 10 - 12 ribu per kg," ujar Sumardi. 

Dinas Pertanian dan Peternakan  Provinsi Kalimantan Tengah melalui keterangan Kepala Bidang Pengembangan Hortikultura, Vinolia Tantri melakukan  pendampingan kepada Kelompok Tani Berkah untuk  menanam buan naga di lahan gambut  seluas 10 hektare.  

"Kebetulan ada program dari APBD provinsi untuk pengembangan bibit sayuran dan buah - buahan, saya mencoba menyentuh pengembangan buah naga melalui tangan dinginnya Pak Sumardi. Penyiapan sebanyak 12 ribu bibit buah naga dari Banyuwangi dengan biaya dari Pak Sumardi sendiri," ujar Vinolia.

Di samping buah naga, Sumardi juga menanam jeruk. Berkat ketekunannya, buah naga begitu luar biasa menghasilkan bahkan mendatangkan rezeki. Produksi buah naga dan jeruk  dalam satu hamparan luas di lahan gambut menghasilkan buah dengan cita rasa yang unik dan manis. Bahkan kebun buah naga dan jeruk ini dijadikan sebagai tempat lokasi agrowisata buah naga dan buah jeruk di Kota Palangkaraya.

Kunjungan dilakukan ke lokasi lahan Sumardi rencananya akan dijadikan model penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI) pada lahan gambut. Lahan gambut sangat riskan terhadap pengaruh ikilim, terutama saat musim kering. Berdasarkan informasi, El Nino pada 2019 mengarah ke kekeringan yang cukup lama sehingga bantuan yang diberikan berupa pompa air. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Skema Kemitraan Kehutanan Dongkrak Komersial HTI
  • KLHK Targetkan Penetapan Hutan Adat Seluas 6,53 Juta Hektare
  • Petani Palangkaraya Budidayakan Buah Naga di Lahan Gambut
  • Kementan Luncurkan Program BUN500
  • Penguatan Sistem Verifikasi Untuk Menekan Pembalakan Liar
  • Semangka Organik Jadi Produk Kebanggaan DPO
  • KLHK Dorong Percepatan Administratif Hutan Adat
  • Kementan Gandeng Taiwan Dorong Agribisnis Anggrek
  • KLHK Keluarkan Peta Hutan Adat
  • Ditjen Perkebunan Diapresiasi Soal Sinkronisasi Data Sawit
  • Riau Jadi Pilot Project Sinkronisasi Data Perkebunan Sawit
  • Kementan Masih Optimistis Produksi Kakao Bisa Naik
  • BRG Siapkan Paket Bantuan Revitalisasi Ekonomi Mappi & Merauke
  • DPR Dukung Pemerintah Soal HGU
  • KEIN Ingatkan Hilirisasi Sawit Penting Tingkatkan Nilai Tambah Ekspor
  • Kebun Sawit Swadaya Teremajakan Bertambah
  • Restorasi Gambut di Sumsel Ditambah 40.000 Hektare
  • Tambahan Luas Tanam Tebu Ditargetkan Capai 80.000 ha
  • Dana Desa di Sumsel Digunakan untuk Cegah Karhutla
  • Sertifikasi LK-UMKM Bisa Cegah Kayu Ilegal