Mentan: Inflasi Bahan Pangan Perlu Dibaca Secara Akumulatif

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-06-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, inflasi bahan pangan pada Mei 2019 jangan dibandingkan secara bulanan. Menurut dia, dalam kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) dalam kurun empat tahun terakhir, angka inflasi bahan pangan cenderung menurun jika dibandingkan dalam skala tahunan.

Dia menjabarkan, hingga kuartal II 2019, inflasi bahan pangan tidak melonjak signifikan. Adapun inflasi bahan pangan, kata dia, terjadi pada Januari, April, dan Mei. Sedangkan deflasi bahan pangan terjadi pada Februari dan Maret, yang menurut dia, merupakan salah satu momentum deflasi besar-besaran yang pernah dicatatkan Kementan. 

 

“Jadi akumulasi inflasinya kecil saja, yang besar itu justru deflasi. Itu yang perlu dicatat,” kata Amran di Gedung Kementan, Jakarta, Selasa (11/6).

Sebelumnya diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis penyebab utama inflasi pada Mei 2019 adalah harga bahan pangan. Adapun kelompok bahan pangan mengalami kenaikan harga sebesar 2,02 persen atau mengalami kenaikan indeks dari 149,03 pada April 2019 menjadi 152,04 pada Mei 2019. Mengacu catatan tersebut, bahan makanan memberi andil terhadap inflasi Mei 2019 sebesar 0,43 persen meliputi cabai merah, ayam ras, dan bawang putih.

Amran menyebut, inflasi bahan pangan dalam skala tahunan atau year on year (yoy) mengalami penurunan. Berdasarkan catatan BPS, inflasi bahan pangan pada 2018 berada di level 3,41 persen. Inflasi tersebut tercatat meningkat paling tinggi jika dibandingkan dengan catatan BPS tahun 2017 sebesar 1,26 persen. Adapun bahan pangan menjadi komponen yang paling berpengaruh terhadap laju inflasi di 2018 dengan andil sebesar 0,68 persen. 

Menurut Amran, pihaknya selalu menekan inflasi bahan pangan dengan melakukan antisipasi berupa peningkatan produksi. Dia mencontohkan, untuk persiapan Ramadhan dan Lebaran, Kementan menggenjot produksi sebesar 10-20 persen sejak tiga bulan sebelumnya. Menurut dia, meski harga bahan pangan seperti cabai dan beras sempat jatuh, hal itu segera dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

“Kami responsif terhadap informasi. Begitu (kami) dengar harga jatuh, kami langsung ke lapangan dan atasi. Jadi, pasokan dan harga stabil-stabil saja,” kata dia.

Amran menjamin, ketersediaan bahan pangan serta harga akan terus terjamin dan stabil. Meski begitu dia mengakui, inflasi beberapa waktu lalu sempat dipengaruhi oleh melonjaknya harga bawang putih sebab pasokan impor belum memenuhi pasar. Namun seiring berjalannya waktu, kata Amran, harga bawang putih terbukti mengalami penurunan yang cukup signifikan. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Inggris Dukung RI Wujudkan Pembangunan Rendah Karbon di 34 Provinsi
  • Menkeu Pertimbangkan Insentif untuk Tingkatkan Investasi
  • Pemerintah dan DPR Sepakat Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
  • Menkeu Sebut Ada 2 Terobosan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
  • PPN: Anggaran Persiapan Pemindahan Ibu Kota Masuk APBN 2020
  • KemenPUPR Siapkan Program Drainase Besar-besaran
  • BPJPH Siap Fasilitasi Zona Industri Halal
  • Pemangkasan Pertumbuhan Ekonomi Bank Dunia Tak Berpengaruh ke RI
  • Infrastruktur Jadi Modal RI Jadi Negara Kelas Menengah Atas
  • Pacu Ekspor, Kementan Akan Bangun Cold Storage
  • Kementerian PUPR Bangun Dua Bendungan Baru di Bali
  • Kementan Serahkan Bantuan ke 7 Kabupaten Terdampak Banjir
  • PUPR Siapkan Program Pembangunan Drainase Jalan Secara Nasional
  • Ditjen PSP Kementan Turut Beri Bantuan Korban Banjir di Sultra
  • Pemerintah Pantau Distribusi Air untuk Sawah di Indramayu
  • KNKS Dorong Pembentukan Kawasan Industri Halal
  • BKF Kemenkeu: Peraturan Insentif Vokasi dan Riset Telah Siap
  • Alokasi Pupuk Subsidi 2019 Sesuai Data Badan Pertanahan Nasional
  • Program Ini Jadi Cara Pemerintah Permudah Kehidupan Petani
  • Bappenas Sebut 2020 RI jadi Negara Berpendapatan Menengah ke Atas