KKP Apresiasi Penerapan Prinsip Berkelanjutan Budidaya Tilapia

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Peternakan, Perikanan dan Kelautan | 2019-06-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi komitmen penerapan budidaya berkelanjutan dalam meningkatkan produksi ikan nila nasional oleh perusahaan Regal Springs Indonesia (RSI).

Dengan begitu, manfaat sebesar-besarnya dan berkesinambungan bagi ekonomi masyarakat benar-benar dapat dirasakan. KKP berharap komitmen tersebut juga dapat dilakukan oleh seluruh perusahaan swasta maupun masyarakat yang melakukan usaha budidaya ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, menyampaikan hal tersebut setelah mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memberikan sambutan dalam peluncuran merek "Regal Spring Indonesia" dan Program "Kami Peduli" di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.

Apresiasi tersebut merujuk kepada keberhasilan RSI yang menjadi produsen tilapia/nila terbesar di dunia dan mampu menerapkan secara penuh prinsip-prinsip cara budidaya ikan yang baik (CBIB).

Selain itu, pengolahan limbah dan peningkatan nilai tambah dalam budidaya nila dengan KJA di Danau Toba, Sumatera Utara dan daerah lainnya di Indonesia melalui anak usahanya PT Aquafarm Nusantara.

RSI pun berhasil mengantongi sertikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC) dan Best Aquaculture Practice (BAP) sehingga produknya dapat di ekspor ke pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan Australia. Selain itu, secara ekonomi RSI telah berhasil menciptakan lapangan kerja di Indonesia. 

"Kami menyadari kualitas produk tilapia premium dengan sertifikasi dan standar internasional yang dihasilkan oleh PT Aquafarm dapat menjadi contoh yang baik untuk menjamin keberterimaan produk ikan Indonesia di pasar Internasional," ucap Slamet saat membacakan sambutan Menteri KP, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2019).

RSI merupakan perusahaan asal Swiss yang bergerak dalam  bisnis budidaya ikan. Perusahaan ini dikenal karena mampu melibatkan orang-orang yang kurang beruntung di wilayah sekitar usahanya, sehingga memberikan peluang bagi masyarakat setempat untuk memiliki pendapatan dan mata pencaharian yang layak.

Hingga kini, RSI memberikan dampak penyediaan lapangan pekerjaan dengan menyerap lebih dari 4.000 orang tenaga kerja di seluruh Indonesia. (lip)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Mentan Inginkan Setiap Provinsi Ada Percontohan Integrasi Bisnis Ayam Kampung
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Workshop Kesejahteraan Hewan
  • Sektor Maritim Makin Menjanjikan di 2020
  • Bali Jadi Produsen Benih Bandeng Terbesar di Dunia
  • Menteri Edhy Prabowo Minta Pembudidaya Jangan Diperes
  • PTPN XII Gandeng Greenfields Indonesia Rambah Bisnis Sapi Perah
  • Rokhmin: Perikanan Inklusif Mampu Sejahterakan Rakyat RI
  • Respon Kementan Terhadap Matinya Ribuan Babi Diduga Terjangkit ASF
  • Potensi Ekspor Besar, KKP Optimalisasi Budidaya Udang
  • Perikanan Nusantara Hidupkan Kembali Sektor Perikanan dan Kelautan Maluku Utara
  • Perikanan Nusantara Ekspor Perdana 50 Ton Ikan Cakalang ke Jepang
  • Sinergi Kementan dan Gapuspindo Bangun Sektor Peternakan
  • Mentan Bentuk Unit Khusus Tangani Wabah Demam Babi Afrika
  • Lewat Forum P2MKP KKP Dorong Pengembangan SDM Perikanan Unggul
  • Sinergi Kementan dan Gapuspindo Bangun Sektor Peternakan
  • KKP Bidik Produksi Perikanan Tangkap 8,02 Juta Ton pada 2020
  • Menteri KKP: Akuakultur Jadi Ujung Tombak Perikanan Nasional
  • RI Eskpor Ikan Varian Baru ke Australia
  • Luhut: Indonesia Bertekad Kurangi 70 Persen Sampah Plastik
  • Penanganan Sampah Lautan Jangan Dilakukan Secara Sektoral