PGN Dorong Penggunaan Gas kepada Industri

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-06-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Perusahahaan Gas Negara (PGN) terus mendorong penggunaan gas pada pelanggan industri. Sebelumnya, PGN mengaliri gas alam terkompresi (CNG) ke PT Unggul Regantris Digdjojo atau Industri manufaktur peleburan & ekstruksi aluminium profile di Menganti-Gresik, Jawa Timur.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan, selaku subholding gas, PGN mempunyai misi menjaga dan memeratakan penggunaan energi yang efisien dan aman. Hal itu merupakan misi korporasi PGN Group.

"Tujuannya menciptakan nilai ekonomi yang unggul buat masyarakat maupun pelaku industri," katanya.

Ia mengatakan, selama ini ongkos energi bagi pelaku industri cukup signifikan memengaruhi struktur biaya produksi. Menurut dia, jika mayoritas industri menggunakan gas alam yang lebih efisien dan aman, akan terjadi penghematan yang signifikan bagi pelaku usaha.

"Dengan efisiensi sektor energi saja, para pelaku industri bisa menghadirkan harga kompetitif buat produknya atau menyiapkan dana ekspansi," katanya.

Business & Development Manager PT URD Andre Hartawan mengatakan, sebelum menggunakan gas alam, perusahaannya menggunakan bahan bakar batu bara sebagai bahan bakar utama produksi. Penggunakan batu bara, kata dia, dianggap kurang efisien dan menjadi faktor utama penyebab berbagai kendala terhadap produktivitas mesin dan kualitas produk.

"Dengan adanya gas alam sebagai sumber bahan bakar utama, kami telah rasakan secara langsung adanya peningkatan signifikan terhadap cleanliness area produksi sehingga meja-meja produksi tidak mudah tertutup debu batu bara yang dapat menurunkan kualitas produk," katanya.

Andre mengatakan, penggunaan gas alam juga meningkatkan produktivitas pabrik sehingga lebih efisien dan efektif. Dia mencontohkan pada mesin oven saat memakai batu bara dibutuhkan waktu ageing (pematangan produk) sekitar 8-9 jam. Dengan memakai gas alam, waktu ageing hanya sekitar empat jam.

"Kami sangat yakin bahwa melakukan investasi peralihan bahan bakar dari batu bara ke gas alam merupakan investasi yang tepat dan menguntungkan," katanya menegaskan.

Sementara itu, PT URD memiliki lahan pabrik dan gudang seluas 2,7 hektare di Jalan Raya Pelemwatu No 199, Menganti, Gresik. Pabrik ini mulai menjalankan produksi pada 9 Januari 2019.

URD mempunyai bidang produksi yang lengkap, mencakup dari hulu, yaitu peleburan skrap aluminium menjadi billet dan ekstrusi aluminum profile hingga ke hilir, yaitu finishing product. Kapasitas produksi hingga saat ini mencapai 300 ton per bulan dan akan terus ditingkatkan seiring dengan ekspansi mesin-mesin produksi baru. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Jamin Distribusi BBM, Pulau Rote Harapkan Adanya Pembangunan Depot Mini
  • Harga Premium di Pulau Rote dari Rp12.000 Jadi Rp6.450 Per Liter
  • PLN Tembus Desa Terluar di Kabupaten Kupang
  • 12 PLTSa Ditargetkan Beroperasi pada 2022
  • BBM Satu Harga Hadir di Kabupaten Asmat
  • Atasi Penurunan Produksi, Pertamina Agresif Bor Sumur di Blok Mahakam
  • Empat Daerah Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Tahun Ini
  • LPG 3 Kg Langka di Wonogiri, Pertamina Siapkan Tambahan 40.320 Tabung
  • Pertamina Resmikan SPBU Kompak di Asmat
  • PLN Bengkayang Laksanakan Program Perang Padam
  • PLN: Listrik di Kalimantan Siap Tunjang Kehadiran Ibu Kota Baru
  • Harga Gas Indonesia Kompetitif dan Stabil di Asia Tenggara
  • Penyalur BBM Satu Harga akan Ditambah hingga 500 Titik
  • Pertamina Hadirkan BBM Satu Harga di Distrik Mapia Papua
  • ESDM Dorong Sawit Jadi Energi Ramah Lingkungan
  • Pembangkit Skala Kecil Pertama Indonesia Beroperasi di Dieng
  • Pemerintah Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
  • Pertamina Pastikan Layanan BBM Aman di Malut Pascagempa 7 SR
  • PLN Kembangkan PLTS Terapung di Cirata
  • Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesar RI Beroperasi Oktober 2019