2020, Lebih dari 690 Ribu Rumah akan Teraliri Jargas

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-06-24
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap melanjutkan pembangunan jaringan gas (jargas) sebagai salah satu prioritas program pro-rakyat di sektor ESDM. Rencananya, pada tahun 2020 akan terbangun tambahan 293.533 Sambungan Rumah Tangga (SR) di 53 kota/kabupaten dengan usulan anggaran sebesar Rp 3,52 triliun.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyatakan, usulan dana APBN tersebut naik dari anggaran tahun ini. "Usulan ini naik 4 kali lipat dari pagu jargas tahun 2019 ini yang hanya sebesar Rp 799,96 miliar. Dengan tambahan ini total lebih dari 690 ribu rumah akan teraliri jargas di 2020," kata Agung di Jakarta, Ahad (22/6).

Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2019 ini Pemerintah akan menyelesaikan 78.216 sambungan rumah tangga (SR) di 17 kota/kabupaten. Sementara, total pembangunan jargas hingga 2018 adalah 325.852 SR yang tersebar di 40 kota/kabupaten. Dengan penambahan pembangunan di 2019 dan 2020 maka total akan terpasang 697.601 SR pada akhir 2020. Pemerintah menargetkan pembangunan jargas bisa mencapai 4,7 juta SR pada 2025.

Pembangunan jargas, imbuh Agung, merupakan salah satu cara pemerintah untuk memberikan kemudahan terhadap penyediaan gas kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. "Kami asumsikan satu rumah tangga mengkonsumsi 2 tabung LPG 3 kg per bulan, maka jargas tahun depan bisa menghemat konsumsi elpiji sebanyak 21,13 ribu Metrik Ton (MT)," jelas Agung.

Agung menguraikan, meskipun konsumen gas yang disalurkan melalui jargas tidak mendapatkan subsidi langsung, namun harganya lebih murah dibandingkan elpiji. Selain itu dari segi keamanan dan kenyamanan juga akan bertambah.

Dari sisi harga, di beberapa kota, Untuk Rumah Tangga (RT) -1 dan Pelanggan Kecil (PK) -1 sebesar Rp 4.250 per meter kubik lebih murah dari pada harga pasar gas elpiji 3 kilogram (kg) yang berkisar Rp5.013 sampai dengan Rp 6.266 per meter kubik. "Setidaknya, ini salah satu cara menekan angka subsidi elpiji," tandas Agung. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kebutuhan Listrik Jadi Prioritas Utama Menteri ESDM
  • Penerapan B30 Bakal Pangkas Impor Energi 50 Persen
  • Pertamina Rencanakan Pipanisasi Samarinda—Balikpapan
  • PLN Targetkan Seluruh Rumah Tangga Punya Listrik di 2020
  • Wujudkan Swasembada Energi, Pertamina Percepat Pembangunan Kilang
  • Pertamina Bentuk Satgas Antisipasi Kesulitan Distribusi BBM
  • Jonan: Sebentar Lagi Premium tak Langka
  • Produksi Minyak Pertamina EP Lampaui Target
  • PLN Targetkan Melistriki 87 Desa di Pulau Flores Tahun Ini
  • Pemerintah Jamin Pasokan Solar Subsidi Tetap Lancar
  • PLN Percepat Interkoneksi Kalimantan, Kalbar - Kalteng Tersambung 2021
  • Antisipasi Kebutuhan BBM, Pemerintah Percepat Pengembangan Kilang Pertamina
  • Kementerian ESDM akan Percepat Pengerjaan Jargas
  • Rencana Presiden Jokowi Buat Harga Gas Bumi Murah
  • Penggunaan Gas Bumi Mampu Tekan Defisit Neraca Perdagangan
  • PLN Tingkatkan Kapasitas PLTD Pulau Sebesi, Masyarakat Nikmati Listrik 24 Jam
  • Pemanfaatan Gas Alam Bisa Tekan Impor BBM
  • Menteri ESDM: B.30 Siap Diterapkan Tahun Depan
  • Pastikan Harga Tetap, Jokowi Minta Evaluasi Rantai Pasok Gas
  • Masyarakat Bisa Dapat Kompensasi Hingga 500 Persen Jika Terkena Gangguan Listrik