Kepala BKP Kementan Imbau KRPL Berkelanjutan

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-06-24
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di seluruh Indonesia. 

"KRPL ini sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat mengunjungi KRPL di Taro kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Sabtu (22/6). 

 

Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa keberlanjutan KRPL sangat penting, karena itu Kebun Bibit Desa (KBD) harus terus dikembangkan dengan aneka tanaman. 

"Salah satu kunci agar KRPL bisa berkelanjutan adalah kebun bibit harus banyak tanamannya, sehingga tanaman anggota juga semakin banyak," ujar Agung. 

Selain itu juga harus ada motor penggeraknya, yang bisa memotivasi dan memberi semangat. KRPL di provinsi Bali tahun 2019 berjumlah 70 dengan masing-masing anggota sekitar 30 orang, sedangkan di Gianyar ada 12 KRPL.

"Kami akan kembangkan terus KRPL ini, karena program ini sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga," ujar Wayan Jarta Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Untuk KBD KRPL Dwi Tunggal Putra mengembangkan  pembibitan cabai, tomat, terong, seledri, okra, Rosela. Sedangkan untuk  pertanaman baru dikembangkan tanaman Cabai, terong dan tomat. KRPL ini juga mengembangkan kangkung dengan sistem hidroponik dipadu dengan ikan lele  dimedia ember bekas. 

"Ikan lele yang kami pelihara  dipadukan dengan tanaman kangkung hidroponik. Dari  30 anggota masing-masing memelihara 50 ekor lele per ember. Hasilnya untuk dikonsumsi dan sebagian sisanya dijual," ujar Ni Wayan Wiranti yang menjadi Ketua Kelompok Wanita Tani.

Menurut Wiranti, dari budidaya tanaman yang dilakukan anggota KWT, masing-masing keluarga bisa menghemat pengeluaran antara 750 sampai satu juta rupiah. Bahkan tidak sedikit yang meningkat kesejahteraannya dengan menjual produk yag dihasilkan.

Tidak itu saja, mereka juga beternak ayam sebanyak 240 ekor,  masing anggota memelihara 8 ekor.

"Ternak ayam ini juga lumayan hasilnya. Saat ini sudah berkembang menjadi 350 ekor. Sudah tidak terhitung jumlah yang  dikonsumsi dan untuk keperluan upacara-upacara adat," ujar Wiranti. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Industri Halal Bakal Berkembang Pesat di Indonesia
  • Pemerintah Pastikan Indonesia Tak Masuk Jurang Resesi
  • Industri Pakan Diperkirakan Tumbuh 6 Persen
  • Mentan Yasin Limpo : Alokasi KUR Pertanian Rp50 Triliun
  • Milenial Menjadi Kunci Kesuksesan Ekonomi Digital
  • Upah Buruh Tani Naik 0,17 Persen di Oktober 2019
  • Desa di Cirebon Jadi Percontohan Percepatan Keuangan Inklusi
  • Industri Kelapa Sawit Penggerak Ekonomi Sulawesi Barat
  • Menteri Edhy Dorong Penyelenggaraan Anggaran KKP Berbasis Hasil
  • Kemenag Sinergi dengan Lembaga Sertifikasi Halal Amerika
  • Kementan Siap Masifkan Program Early Warning System
  • Mentan: Kepala Daerah Kunci Peningkatan Produksi Pertanian
  • Cegah Alih Fungsi, Syahrul Ingin Buat Single Data Pertanian
  • Jagung Berfluktuasi, Industri Pakan Ternak Yakin Bisa Tumbuh
  • Mentan Syahrul Tekankan Pentingnya SDM di Bidang Pertanian
  • Dorong Wirausaha Baru, Kemenperin Hidupkan Koperasi Industri Kreatif
  • Akademisi Dukung Penyusunan Data Pertanian
  • Aplikasi Asetku sukses salurkan pendanaan Rp4triliun dalam dua tahun
  • BI Dorong Pesantren untuk Go Digital
  • KKP Tingkatkan Penyerapan KUR Nelayan