Pemerintah Buka Peluang Beras Bulog Masuk BPNT

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-06-24
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) membuka peluang bagi setiap distributor swasta maupun Bulog untuk menjadi penyedia beras dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Diketahui, Bulog menargetkan sebanyak 70 persen berasnya dapat tersalurkan dalam program tersebut.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi Zainal Abidin mengatakan, mekanisme bantuan beras melalui BPNT oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) tidak melakukan penunjukkan langsung kepada Bulog sebab belum ada dasar hukumnya. Kendati demikian, kata dia, Bulog tetap diperkenankan mengikuti kompetisi lelang dan pemilihan pasar bebas.

“Sekarang sudang dibuka bebas pasarnya,” kata Andi, Ahad (23/6).

Meski begitu, penyaluran beras Bulog dalam program BPNT sudah mulai terdistribusi ke warung-warung di beberapa daerah. Menurut Andi, penyerapan beras Bulog sudah mencapai 40 persen dalam program BPNT yang telah ada. Sebagaimana diketahui, berbeda dari program Beras Sejahtera (Rastra) di mana Bulog mendapatkan penunjukkan pengalokasian berasnya, BPNT membuka akses pasar secara bebas melalui e-Warong.

Kepala Bagian Informasi dan Humas Perum Bulog Tomi Wijaya mengatakan, saat ini Bulog sudah mengajukan permohonan penyaluran beras kepada Kemensos untuk program BPNT. Menurut Tomi, penyaluran beras dalam program tersebut cukup krusial sebab Bulog memiliki peran menyerap beras dari sisi hulu.

“Kami serap beras petani, kalau kami tidak bisa salurkan berasnya, nanti akan susah,” kata Tomi.

Adapun program bantuan BPNT yang dicanangkan pemerintah merupakan program yang menyediakan bantuan pangan berupa pemberian voucher senilai Rp 110 ribu per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Targetnya, pada 2019 ini pemerintah mencanangkan terdapat 15,6 juta keluarga yang mendapatkan BPNT dari total anggaran sebesar Rp 2,1 triliun.

Tomi menjelaskan, saat ini memang sudah ada beberapa tempat yang berasnya disuplai oleh Bulog. Kendati, masih terdapat juga suplai beras dari distributor lainnya seperti swasta. Oleh karena itu pihaknya menargetkan akan terus mengejar penyediaan beras BPNT sebesar 70 persen dalam proses yang sedang berlangsung. Dia meyakinkan, untuk program BPNT, Bulog akan berkomitmen menyalurkan beras dengan kualitas premium. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Industri Kelapa Sawit Penggerak Ekonomi Sulawesi Barat
  • Menteri Edhy Dorong Penyelenggaraan Anggaran KKP Berbasis Hasil
  • Kemenag Sinergi dengan Lembaga Sertifikasi Halal Amerika
  • Kementan Siap Masifkan Program Early Warning System
  • Mentan: Kepala Daerah Kunci Peningkatan Produksi Pertanian
  • Cegah Alih Fungsi, Syahrul Ingin Buat Single Data Pertanian
  • Jagung Berfluktuasi, Industri Pakan Ternak Yakin Bisa Tumbuh
  • Mentan Syahrul Tekankan Pentingnya SDM di Bidang Pertanian
  • Dorong Wirausaha Baru, Kemenperin Hidupkan Koperasi Industri Kreatif
  • Akademisi Dukung Penyusunan Data Pertanian
  • Aplikasi Asetku sukses salurkan pendanaan Rp4triliun dalam dua tahun
  • BI Dorong Pesantren untuk Go Digital
  • KKP Tingkatkan Penyerapan KUR Nelayan
  • Pemerintah Pastikan Subsidi KUR tak Dikurangi
  • BI Yakin Pondok Pesantren Bisa Menjadi Pilar Ekonomi
  • Mentan akan Permudah Petani Dapat KUR
  • Kemenperin Siap Fasilitasi Biaya Sertifikasi Halal bagi IKM
  • KKP Yakin Sektor Kelautan dan Perikanan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
  • Pemerintah Optimalkan 16.000 Pulau Kecil Genjot Pertumbuhan Ekonomi
  • Kegiatan Tambang di Pulau Kecil Wajib Kantongi Izin KKP