Infrastruktur dan Pariwisata Jadi Andalan Presiden Jokowi

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-06-25
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Dua kekuatan ini akan mengubah wajah Indonesia dan menjadi masa depan bangsa di era kreatif, yakni Infrastruktur dan Pariwisata. Setiap Presiden Jokowi menyelesaikan infrastruktur, di situlah simpul pariwisata hidup dan berkembang pesat. Lalu aktivitas ekonomi bergulir, dan impactnya menetes sampai ke bawah.

Beruntung Presiden Jokowi memiliki “arsitek pariwisata” yang handal, seperti Menpar Arief Yahya. Dia cepat menterjemahkan apa yang dimaui presiden dengan cepat dan cerdas. Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia saat ini terus menjadi bahan perbincangan, karena sukses membuat jutaan orang di tanah air semakin sadar sesadar-sadarnya, bahwa core economy bangsa ke depan adalah sector pariwisata.

Kali ini dicontohkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani. Pembangunan infrastruktur itu sangat penting untuk membuat pariwisata semakin maju. “Bukan hanya memudahkan aktivitas orang perorang, tetapi juga penting buat sektor industri pariwisata. Karena, perpindahan orang antar destinasi menjadi sangat mudah dan cepat,” papar Haryadi yang juga pemilik Sahid Group ini, Minggu (23/6).



Hariyadi mencontohkan di jalur laut Selat Sunda. Jarak tempuh antara Pelabuhan Merak Banten dan Bakauheni Lampung menjadi sangat dekat. Dulu, rute laut ini ditempuh dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Namun, ketika Dermaga Eksekutif di-bround breaking langsung oleh Presiden Joko Widodo, dan dibangun dengan sangat bagus, maka perjalanan menjadi hanya 45-60 menit saja.

Ada perubahan yang sangat signifikan. Orang menggunakan transportasi laut juga makin nyaman dan arus pergerakan orang semakin besar. Fasilitasnya seperti mal, inilah dermaga termegah di Indonesia. Kenyamanan penumpang nomor satu. Bahkan, untuk naik ke kapal penumpang, menggunakan garbarata yang umumnya terpasang di bandara.
“Selat Sunda ini sangat vital. Karena menjadi jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera dan begitu sebaliknya. Namun akses ini dibuat sangat lancar oleh Presiden Jokowi. Saat mudik lalu, tingkat kemacetan pun berkurang jauh. Kenyamanan semakin tinggi,” katanya.

Tidak hanya sampai di situ, lanjut Hariyadi Sukamdani, kenyamanan akses juga dirasakan begitu turun dari kapal. Pelabuhan Bakauheni terhubung dengan Tol Lampung, jalur bebas hambatan pertama di Provinsi Lampung. “Ini kenyataan. Jawa dan Sumatera semakin nyambung dengan infrastruktur yang nyambung antara laut dan tol darat,” ungkapnya.
Dan yang lebih dahsyat, tol darat Lambung itu juga terkoneksi langsung dengan Bandara Radin Inten II. Jarak tempuhnya sangat ideal, hanya sekitar 50 menit hingga 1 jam. Kini sudah ada bus Trans Lampung yang melayani rute Bandara Radin Inten II – Pelabuhan Bakauheni. Rute yang tidak banyak ditemui di daerah lain.

Lalu, Bandara Radin Inten Lampung sendiri sudah bertransformasi di era Presiden Jokowi. Bandara ini sudah berubah menjadi international airport. “Kemudahan ini akan berdampak bagus buat daerah-daerah sekitar infrastruktur. Jalan Tol Sumatera saat ini sampai Lampung, tentu akan semakin dahyat ketika tembus hingga Sumatera Selatan,” katanya.

Rumus Menpar Arief Yahya dalam pengembangan destinasi selalu menggunakan 3A, yakni Atraksi, Akses, dan Amenitas. 3A inilah yang terus dikebut untuk menjadikan Banten dan Lampung sebagai destinasi yang kuat. Lampung juga semakin connect dengan Banten, ketika akses Merak-Bakauheni kuat terintegrasi dengan penyeberangan yang lancar. Gunung Krakatau, sebagai kekuatan atraksi wisata saat ini bahkan dimiliki oleh Banten maupun Lampung. Kedua provinsi memiliki event dengan menjadi nama Krakatau sebagai tittle-nya.

“Saat recovery program bencana Selat Sunda pun, kita selalu melibatkan dua provinsi sekaligus, Banten dan Lampung. Karena sama-sama terdampak, sama-sama menjadikan Krakatau sebagai ikon, sama-sama mengandalkan wisata bahari di Selat Sunda,” ungkap Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya juga menjelaskan, infrastruktur dan pariwisata itu dua sisi yang saling mendukung dan melengkapi. Dia mencontohkan destinasi prioritas, Danau Toba Sumatera Utara. Ketika infrastruktur Bandara Silangit dibangun, kapasitas terminalnya diperbesar, runway diperpanjang dan diperlebar, apron untuk parker pesawat diperlebar, sehingga akses melalui udara ke Danau Toba semakin terbuka lebar. (sin)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pelaku Industri Optimistis Nilai Ekspor Kayu Olahan Melonjak
  • 44 Pemda Dapat Hibah Kapal Pelayaran Rakyat
  • Mentan Bantah Biaya Produksi Beras Mahal
  • Kementan Mantapkan Model Korporasi Petani Cabai
  • Kondisi Kritis, Kawasan Hulu 15 Danau Akan Direhabilitasi
  • Lawan Mafia Penyelundupan, Kementan dan Polri Perketat Pengawasan
  • Menteri Luhut Tegaskan Swasembada Garam pada 2021
  • Kementan Dorong Ekspor Dalam Bentuk Olahan Biji Pinang Asal Kalbar
  • Realisasi KUR Sektor Peternakan 2019 Capai Rp 3,42 Triliun
  • Indonesia Siap Lawan Hama Ulat Grayak Jagung
  • Luncurkan Bun 500, Mentan: Pendapatan Petani Bisa Meningkat
  • Desa di Indramayu Didorong Lahirkan Inovasi Desa
  • Optimalisasi Sumber Air untuk Cegah Kekeringan dan Tingkatkan IP
  • Luhut: Jangan Dikte Kebijakan Pemerintah Soal Sawit
  • Tingkatkan Pasokan Dalam Negeri, Pabrik Garam Industri Disiapkan
  • Akses Sumber Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS
  • Kementan hingga Pengusaha Bahas Ketahanan Pangan RI di Perbatasan
  • Kementan Rancang Pembangunan Gudang Pangan
  • Bekraf Siapkan Enam Langkah Strategis Bangun Kawasan Kreatif
  • Kartu Sembako Murah Perluas Jumlah Penerima