Pemerintah Tata Ekosistem Pangan Jaga Stabilitas Inflasi

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-07-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah memastikan akan menata ekosistem pangan lebih baik sebagai langkah mencegah inflasi melebihi target pemerintah, yakni 3,5 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, penataan yang dimaksud adalah pemerintah tidak hanya memperhatikan produksi, juga memastikan jalur distribusi yang efisien. 

Suhariyanto menjelaskan, ada beberapa langkah yang sudah disiapkan pemerintah guna menjaga stabilitas inflasi ke depan. Termasuk di antaranya, menyiapkan gudang untuk beberapa komoditas rentan, seperti yang mudah busuk. "Hal ini dipersiapkan lebih matang," ujarnya ketika ditemui usai rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/7).

Ada beberapa komoditas yang menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya cabai merah yang mengalami kenaikan harga dan berkontribusi terhadap inflasi bulan Juni hingga 0,20 persen. Selain itu, aneka sayuran yang berkontribusi 0,01 persen. 

Suhariyanto menyebutkan, komoditas dan produk lain terbilang masih terkendali. Misalnya saja tiket pesawat yang justru mengalami deflasi sebesar 0,14 persen pada Juni lalu sebagai dampak dari penurunan tarif batas atas (TBA). Hal ini menyebabkan kontribusi transportasi pada deflasi adalah 0,03 persen.

Dengan adanya kebijakan penurunan harga tiket pesawat, Suhariyanto menilai, akan membantu menstabilkan inflasi meskipun hanya berlaku pada Low Cost Carrier (LCC) di penerbangan hari dan jam tertentu. "Penurunan TBA saja sudah menyumbangkan deflasi, ini sinyal bagus. Mudah-mudahan ke depan lebih bagus," katanya. 

Selain itu, Suhariyanto menambahkan, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Penataan ekosistem ini diharapkan mampu berdampak positif terhadap masyarakat, yakni harga di konsumen juga akan jadi lebih rendah dan terjangkau. 

Namun, Suhariyanto menilai, pemerintah masih menilai bahwa tingkat inflasi masih terkendali sampai saat ini. Hingga Juni, tingkat inflasi secara tahun ke tahun (yoy) adalah 3,28 persen, berada di bawah target pemerintah, 3,5 persen. 

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Budi Waseso memastikan, produksi beras sampai saat ini masih terkendali. Optimisme itu disampaikannya di tengah potensi kekeringan akibat musim kemarau. "(Pasokan) cukup," tuturnya. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pelaku Industri Optimistis Nilai Ekspor Kayu Olahan Melonjak
  • 44 Pemda Dapat Hibah Kapal Pelayaran Rakyat
  • Mentan Bantah Biaya Produksi Beras Mahal
  • Kementan Mantapkan Model Korporasi Petani Cabai
  • Kondisi Kritis, Kawasan Hulu 15 Danau Akan Direhabilitasi
  • Lawan Mafia Penyelundupan, Kementan dan Polri Perketat Pengawasan
  • Menteri Luhut Tegaskan Swasembada Garam pada 2021
  • Kementan Dorong Ekspor Dalam Bentuk Olahan Biji Pinang Asal Kalbar
  • Realisasi KUR Sektor Peternakan 2019 Capai Rp 3,42 Triliun
  • Indonesia Siap Lawan Hama Ulat Grayak Jagung
  • Luncurkan Bun 500, Mentan: Pendapatan Petani Bisa Meningkat
  • Desa di Indramayu Didorong Lahirkan Inovasi Desa
  • Optimalisasi Sumber Air untuk Cegah Kekeringan dan Tingkatkan IP
  • Luhut: Jangan Dikte Kebijakan Pemerintah Soal Sawit
  • Tingkatkan Pasokan Dalam Negeri, Pabrik Garam Industri Disiapkan
  • Akses Sumber Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS
  • Kementan hingga Pengusaha Bahas Ketahanan Pangan RI di Perbatasan
  • Kementan Rancang Pembangunan Gudang Pangan
  • Bekraf Siapkan Enam Langkah Strategis Bangun Kawasan Kreatif
  • Kartu Sembako Murah Perluas Jumlah Penerima