Ini Cara Petani Magetan Cegah Puso di Musim Kemarau

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-07-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah bersama petani melakukan berbagai upaya mencegah tanamannya mengalami puso di musim kemarau ini. Salah satunya yang dilakukan petani Magetan, Jawa Timur, yang mengusahakan irigasi air tanah dangkal.

Musim kemarau 2019 dirasakan cukup pelik bagi petani Magetan. Dari 18 kecamatan, 6 kecamatan diantaranya mengalami kekeringan. Mulai dari Kecamatan Karas, Sukomoro, Panekan, Magetan, Ngariboyo, dan Parang yang pada umumnya adalah sawah irigasi teknis.

Total luas lahan sawah yang terdampak kekeringan, kurang lebih 195 hektar dengan umur tanaman bervariasi antara 40-85 HST dan tingkat kekeringan antara kering ringan, sedang, berat dan puso.


Tim dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan dengan melibatkan Dinas Pertanian dan petani setempat, langsung melakukan monitoring dan mendapatkan beberapa faktor penyebab kekeringan tersebut.

"Adanya kerusakan pintu air Waduk Gonggang mengakibatkan turunnya debit air suplai irigasi semula 350 liter per detik menjadi 38 liter per detik. Sebagai akibatnya, diberlakukan sistem giliran air, tetapi tetap tidak bisa mengairi sawah sesuai kebutuhan," tutur Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Keadaan tersebut diperparah dengan curah hujan yang sudah tidak turun selama 20 hari, yang memperparah terjadinya kekeringan. Termasuk terbatasnya sumber air permukaan yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan kekeringan. Sehingga alternatif penanganan jangka pendek dengan pompa air tidak dapat dilakukan.

Ditambah, banyaknya petani yang tidak mengikuti pola tanam musim kering yang telah dibuat oleh Dinas Pertanian Kabupaten Magetan.

Lebih lanjut Rahmanto menuturkan, upaya juga sudah dilakukan agar mencegah puso yang meluas di Magetan ini. Salah satunya dengan mengusahakan irigasi air tanah dangkal yang kini banyak diterapkan di 10 kecamatan lainnya.

"Sudah ada 14 unit sebenarnya, tapi masih belum maksimal. Makanya kemarin petani mengajukan lagi untuk bantuan irigasi air tanah dangkal dan irigasi air tanah dalam untuk mengurangi dampak kekeringan agar tidak terjadi puso," tutur Rahmanto.

Untuk diketahui, irigasi air tanah dangkal bisa menjadi solusi lokal untuk daerah yang tidak tercakup dalam sistem irigasi permukaan atau daerah pertanian lahan kering yang hanya bisa melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun.

Air tanah dangkal dengan kedalaman sekitar 4 meter merupakan sumber air yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, baik sebagai irigasi utama pada musim kemarau maupun untuk irigasi suplemen di musim gadu. Irigasi menggunakan air tanah dangkal dapat dilakukan dengan mesin pompa air berbahan bakar bensin atau solar. (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Optimalkan Sumber Air untuk Menanam Bawang
  • Eksportasi Produk Pertanian Jatim Diklaim Meningkat
  • Kementan Jadikan Modoinding Sentra Bawang Putih
  • Tiga Kabupaten di Jambi Lampaui Target Luas Tanam
  • Kementan Dorong Sulteng Jadi Pemasok Cabai Indonesia Timur
  • Kementan Dorong Pengendalian OPT dengan Agens Hayati
  • Pemerintah Berperan Melindungi dan Memberdayakan Petani
  • Petani Kini Bisa Tanam Padi Sambil Duduk di Bawah Pohon
  • Ramah Lingkungan, Pestisida Nabati Digunakan Petani Pati Atasi Hama
  • KTNA: Stok Beras Era Amran Luar Biasa dan Membanggakan
  • Kementan: Tahun Depan tak Perlu Impor Beras
  • Rektor IPB Sebut Benih Unggul Jadi Kunci Sektor Pertanian
  • Surplus Beras Tahun Ini Diprediksi Diatas 5 Juta Ton
  • Lebih Menguntungkan, Kementan Dorong Sulut Tanam Jagung
  • Padi Hibdria Perlu Jadi Prioritas Pembangunan Pertanian
  • Data FAO, Mekanisasi Pertanian Indonesia Naik Pesat
  • Screen House, Strategi Petani Cianjur Amankan Pasokan Cabai
  • Kementan Kenalkan Bakteri Pengendali Penyakit Padi
  • Mentan Amran Lakukan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik di Morowali
  • Kementan Mulai Antisipasi Dampak Kemarau Tahun Depan