Kemarau Jadi Momen Tingkatkan LTT Lahan Rawa

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Pertanahan | 2019-07-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Musim kemarau memang menyebabkan kekeringan pada lahan petani. Namun di sisi lain, musim kemarau juga bisa menjadi momentum untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), terutama di wilayah yang banyak memiliki lahan rawa lebak.

Di beberapa wilayah Indonesia, dampak musim kemarau membuat tanaman padi milik petani mengalami puso atau gagal panen. Data menyebutkan, luas tanam padi yang terkena kekeringan selama periode Januari-Juni 2019 sekitar 20.964 ha atau hanya 0,28% dari total luas pertanaman sebesar 7.359.453 hektar (ha).

Dari jumlah yang kekeringan itu, lahan padi yang puso (rusak parah) hanya 0,003% atau 232 ha. Wilayah yang terkena kekeringan tersebar di 14 provinsi dan wilayah.
Dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2018, luas lahan padi yang kekeringan tersebut lebih rendah sekitar 78,18%. Begitu pun dengan puso selama periode Januari-Agustus 2019 lebih rendah 98,74% dibandingkan periode Januari-Juni 2018.

Sementara kekeringan pada musim kemarau (MK) April-September 2019 juga masih lebih rendah 75,87% dibandingkan MK April-September 2018. Demikian juga yang puso pada MK April-September 2019 lebih rendah 98,94% dibandingkan MK April-September 2018.

"Saat ini yang mengalami kekeringan serius ada lahan pertanian di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Berdasarkan data BMKG, luas lahan yang terkena kekeringan sekitar 102.000 ha dan puso 9.000-an ha," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP), Sarwo Edhy di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Untuk mencegah semakin luasnya lahan pertanian yang terkena kekeringan dan puso, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah dan TNI untuk memetakan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pemanfaatan sumber air yang harus dibangun.

"Sekarang kita sudah banyak membangun sumber air. Baik itu sumur dangkal, embung, damparit, sehingga diharapkan kekeringan untuk tahun ini bisa teratasi," kata Sarwo. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Terus Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah
  • Petani Cabai di Jambi Optimalkan Lahan Tidur
  • Kementan akan Manfaatkan Rawa untuk Lahan Pertanian
  • Cegah Alih Fungsi, Pemerintah Beri Insentif ke Pemilik Lahan Pertanian Pangan
  • Rehabilitasi Kedung Ombo Optimalkan Pengairan 61.482 Ha Lahan Pertanian
  • Sulteng Semangat Pacu Program Gerakan Percepatan Olah Tanah
  • Teknologi Pangan Perlu Didukung Ketersediaan Lahan
  • Kementan Optimalisasi Lahan Kosong
  • Kemenko Maritim Luncurkan Roadmap Mitigasi dan Adaptasi Amblesan Tanah
  • Cetak Sawah di Nabire, Kementan Pakai Strategi 6 Tepat
  • Kementan Minta Lahan Serasi Diasuransikan
  • Pemerintah Segera Terbitkan Sertifikat 19.000 Ha Tanah Masyarakat di Kalimantan
  • Optimalisasi Lahan Rawa Tuai Hasil
  • 90 Persen Lahan di Lokasi Ibu Kota Baru Milik Negara
  • Kementan Sulap Galian Pasir Menjadi Lahan Kedelai
  • Kementan Fokus Tata Lahan Rawa Tingkatkan Produksi Pangan
  • Bappenas Pastikan tak Ada Spekulan Tanah di Ibu Kota Baru
  • BKP Kementan Optimalkan Lahan Pekarangan di Perkotaan
  • Bangka Belitung Akan Asuransikan 8.500 Hektar Pertanian Padi Sawah
  • Kementan Apresiasi Daerah yang Tolak Izin Pembangunan Perumahan Demi Lahan Pertanian