Kementan hingga Pengusaha Bahas Ketahanan Pangan RI di Perbatasan

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-07-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kementerian Pertanian, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengadakan diskusi mengenai pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah perbatasan Indonesia. Diskusi kali ini juga dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Suhajar Diantoro dan Anggota Kelompok Ahli BNPP Sinis Munandar.

Wakil Ketua Komite Ketahanan Pangan Kadin, Suharyo Husen mengatakan, penyediaan pangan di masa depan akan semakin kompleks, terutama bagi Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar.

"Penyediaan pangan ke depan menghadapi masalah yang semakin kompleks dan merisaukan semua negara di dunia, apalagi bagi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, sekitar 265 juta jiwa," tutur Suharyo Suharyo di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Kemudian, Ketua Komite Tetap ICT Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Andi Bachtiar Sirang mengatakan tak hanya ketahanan pangan di wilayah perbatasan yang menjadi fokus, namun juga pembangunan ekonomi pangan di wilayah tersebut yang dapat diwujudkan dengan ekspor.

"Pembangunan ekonomi dan pangan di perbatasan menjadi penting. Sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan mendukung ekspor ke negara tetangga," terang Andi.


Untuk itu, adanya diskusi ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi untuk pemerintah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

"Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Indonesia, Kadin berpendapat untuk mengundang para pejabat dan para ahli untuk membahas dan mengkaji potensi pangan di wilayah perbatasan melalui FGD (focus group discussion) hari ini," kata Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Industri Makanan Kadin Herman Rachman.

"Hasil FGD akan kami rumuskan dalam bentuk kesimpulan dan rekomendasi yang akan disampaikan pada pemerintah," tambahnya. (det)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Ada Kemarau Panjang, BI Optimis Inflasi Tetap di Bawah 3,5 Persen
  • Korea Selatan Bakal Perluas Investasi Teknologi di Indonesia
  • Kemendes Digitalisasi Desa di Kabupaten Lombok
  • Gubernur BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Lebih Baik
  • Presiden Jokowi Mengapresiasi Operasi Kapal Ternak
  • Pemkab Tabanan Galakkan BUMDes dan BUMDes Bersama
  • KKP Minta Industri Kencangkan Serapan Garam Lokal
  • Presiden Jokowi Banggakan Garam NTT Lebih Bagus dari Produk Impor Australia
  • Pemerintah Semakin Gencar Lakukan Relaksasi ke Dunia Usaha
  • Pemerintah Pastikan Industri Serap Garam Lokal
  • Rata-Rata Pendapatan Masyarakat Desa Meningkat
  • Petani Padi Serasi Siap Diikutkan Asuransi Usaha Tani Padi
  • Per Agustus, Produksi Garam Rakyat Capai 197.000 Ton
  • KKP Kirim Tim Pastikan Petambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina Raih Ganti Rugi
  • Pabrik Pakan Ternak Komitmen Gunakan Bahan Baku Lokal
  • Dua Pekan Terakhir, Industri Serap 100 Ribu Ton Garam Lokal
  • KKP Dorong Industri Serap Seluruh Garam Lokal
  • Maksimalkan Sawit, Posisi Tawar Indonesia Bisa Meningkat
  • Mendes PDTT: Pedesaan Punya Potensi Usaha yang Besar di Berbagai Bidang
  • Presiden Jokowi Bakal Panen Garam dan Bagi Sertifikat Tanah di Kupang