Dana Desa Diteruskan, Ini Prioritas Kemendes

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Keuangan Negara dan Daerah | 2019-07-17
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berkomitmen akan meneruskan program dana desa hingga lima tahun ke depan karena diklaim berhasil mengurangi angka kemiskinan. Ada empat hal yang didorong jadi prioritas setelah dana desa kembali diberikan.

Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan, keberhasilan program dana desa membuat pihaknya berkomitmen meneruskan program ini. Bahkan, ia menyebut jumlah dana desa yang dikucurkan hingga lima tahun ke depan lebih besar dari sebelumnya yaitu sekitar Rp 400 triliun.

"Fokus dana desa ke depan adalah bagaimana bisa meningkatkan kontribusi desa terutama untuk mendukung perekonomian nasional, targetnya 2 persen dari GDP. Karena itu beberapa hal kami rekomendasikan dan ini menjadi program prioritas," katanya Selasa (16/7).

Pertama, dia melanjutkan, Kemendes PDTT mendorong perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) pedesaan. Ia menyebut selama ini pihaknya fokus pada perbaikan infrastruktur yang harus dimanfaatkan masyarakat desa. Sehingga ia menyebut masyarakat desa harusnya memiliki kompetensi SDM nya dan bisa merasakan infrastruktur ini.

"Caranya kami akan memberikan pelatihan yang sifatnya kontekstual untuk masyarakat desa. Pelatihan ini terkait kondisi pedesaan masing-masing, contohnya pertanian," katanya.

Rekomendasi kedua, ia menyebut Kemendes mendorong didirikannya industri pascapanen. Ia menjelaskan, selama ini di pedesaan banyak sekali masyarakat desa yang menjual produk-produk hasil panen tanpa ada olahannya. Karena itu pihaknya ingin mendorong adanya satu program penguatan industri pascapanen.

Diharapkan dengan didirikannya industri pascapanen bisa memberikan kesempatan terserapnya tenaga kerja di pedesaan plus meningkatkan pendapatan masyarakat. Ketiga, pihaknya mendorong prioritas perbaikan konektivitas.

Ia menyinggung ini sesuai dengan arahan presiden Joko Widodo kemarin bagaimana konektivitas antara pedesaan dengan perkotaan bisa semakin baik. Ia menyebut perbaikan konektivitas termasuk dari sisi teknologi informasi (TI). Diharapkan ini bisa membuat masyarakat desa melek teknologi dan bisa melakukan jual beli dalam jaringan. Keempat atau terakhir, ia menyebut Kemendes mendorong setiap desa memiliki keunggulan produk pedesaannya misalnya kawasan pariwisata di desa.

"Karena itu salah satu keunggulan yang sedang kami dorong dan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata berdirinya desa wisata dimana selain wisata alam dan budaya, di situ juga mendorong masyarakat menghasilkan produk kerajinan," ujarnya.  (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Soal Dana Desa, Menteri Sri Mulyani Minta Kepala Daerah Aktif Sisir Desa Fiktif
  • Pemkab Banyumas kucurkan pinjaman bergulir untuk usaha mikro dan kecil
  • BNI Syariah kenalkan Platform Sekolah Pintar di Aceh
  • Samsat Bekasi targetkan pendapatan Program Hapus Denda Rp33 miliar
  • Perbankan bidik Jatim jadi penyumbang DPK tertinggi
  • Proyek percontohan percepatan keuangan inklusif diluncurkan di Cirebon
  • BRI optimistis penyalurkan KUR di Aceh capai target
  • BPD Bali-LPD perkuat layanan daring masyarakat adat
  • Belanja Bekasi 2020 ditetapkan sebesar Rp6,3 triliun
  • Bank wakaf mikro, terobosan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren
  • Realisasi penerimaan cukai KPPBC Kudus capai Rp22,33 triliun
  • Papua Barat tindaklanjut rekomendasi BPK terkait dana Otsus
  • Pemerintah Pastikan Pantau Dana Desa yang Telah Disalurkan
  • BI Cirebon gelar CFF perkenalkan ekonomi digital kepada masyarakat
  • Jabar peringkat kedua jumlah investor terbanyak di Indonesia
  • Kemendagri minta Pemda jangan hanya berorientasi pada pemasukan PAD
  • Kemendes PDTT Klaim Sudah Pantau Penggunaan Dana Desa
  • Kemenkeu evaluasi internal terkait dugaan penyaluran dana desa fiktif
  • Legislator minta Bappenas serius tingkatkan peran ekonomi syariah
  • Legislator harapkan adanya perbaikan tata kelola penyaluran dana desa