Menteri Luhut Tegaskan Swasembada Garam pada 2021

Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-07-19
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kembali menegaskan bahwa Indonesia harus sudah bisa memenuhi sendiri kebutuhan garamnya tanpa adanya impor pada 2021.

“2021 kita enggak impor. 2020 ini kita selesaikan semua, ya kalau bisa lebih cepat lebih bagus. Pokoknya nanti kita cek semua enggak ada lagi yang gitu-gituan [impor],” ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Adapun pemerintah telah menyelesaikan status kepemilikan lahan seluas 3.720 hektare (ha) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 40 persen dari luasan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat sekitar lewat program reforma agraria, sementara sisanya akan diserahkan kepada industri melalui skema hak guna usaha (HGU) untuk dimanfaatkan bagi pengembangan ladang dan industri garam.

Menurut Luhut, lahan tersebut berpotensi menghasilkan hingga 800.000 ton garam dengan standar tinggi, kadar NaCl 98 persen,  yang bisa diserap dan digunakan semua jenis industri. Produksi tersebut diharapkan bisa terealisasi dalam kurun waktu 1 tahun ke depan.

“[800.000 ton] baru dari situ, belum dari daerah lain yang sudah kita garap,” katanya.

Di samping itu, 40 persen lahan dengan luasan hampir 1.500 ha juga diharapkan bisa dikembangkan secara bersama oleh rakyat melalui konsep badan usaha milik desa (BUMD) agar proses produksi garamnya bisa lebih efisien.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa setelah seluruh persoalan di Nusa Tenggara Timur selesai, pihaknya akan memulai identifikasi lahan seluas 15.000 ha di Aceh yang juga diharapkan bisa dikembangkan untuk produksi garam industri. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Gapoktan PUPM Lampung Tengah Pasarkan Beras ke Luar propinsi
  • Terapkan SMK3, Pusvetma Kementan Prioritaskan Keselamatan
  • Menteri Edhy: Larangan Cantrang Dicabut Serap Tenaga Kerja
  • Kementan Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan
  • Petani Raup Untung Panen Raya Bawang Merah Semiorganik
  • Sri Mulyani Tekankan UMKM Jadi Prioritas Penerima Manfaat Pemulihan Ekonomi
  • Menko Airlangga Yakin Percepatan PEN Ekonomi Bisa Cegah Krisis
  • Indeks Kepercayaan Industri Naik, Menperin: Kebijakan Sudah On the Track
  • Petani dan Penyuluh Jember Terapkan CSA dengan Mina Horti
  • IA-Cepa Berlaku, Mendag Pastikan Bea Masuk Dihapus
  • Sembawa Jadi Penyangga Pangan Nasional
  • Pengurangan Konsumsi BBM Oktan Rendah Penting demi Atasi Polusi Udara
  • Jokowi Yakin 2045 Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
  • Kementan Gandeng Swasta Perbanyak Antivirus Buatan Anak Bagsa
  • RUU Ciptaker Diharapkan Buka Potensi Investasi Pertanian
  • Aktivitas Petani Palawija dan Holtikultura Sulut Meningkat
  • Legislator Dukung Diversifikasi Pangan Lokal Kementan
  • Wamenhan: Food Estate Beri Banyak Manfaat Bagi Masyarakat
  • Mentan: Riset Kementan Harus Makin Mudah Dimanfaatkan
  • Menkop Teten Dorong BMT Berdayakan Sektor Perikanan