Kemnaker Dorong Instruktur Balai Latihan Kerja Manfaatkan IT

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2019-07-23
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Ketenagakerjaan mendorong Balai Latihan Kerja (BLK) dan instruktur BLK agar lebih familiar mengoperasikan teknologi dan informasi. Hal itu agar BLK dan instruktur dapat mengembangkan metode pelatihan yang lebih berkualitas dan aksesibel.

"Ini menjadi tantangan kita bersama. Bagaimana orang bisa belajar dari mana saja, tanpa terbatas ruang dan waktu," kata Staf Ahli Menaker Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Suhartono, dalam keterangan tertulis, Senin (22/7/2019).


Saat membuka Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) VII Tahun 2019 tingkat Regional Jawa Barat di Bandung, Minggu (21/7/2019) itu, Suhartono menyebut masyarakat Indonesia saat ini, khususnya generasi milenial semakin melek teknologi.
Seperti hasil poling Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada April 2019, yang menyebutkan 171,17 juta jiwa atau sekitar 64% penduduk Indonesia sudah terhubung ke internet.
 

Dengan banyaknya pengguna internet, Suhartono berharap BLK dan instruktur BLK mampu membuat inovasi metode pelatihan. Agar, upaya percepatan peningkatan kompetensi SDM Indonesia dapat tercapai.

"Belajar dan berlatih secara konsisten terhadap perubahan yang terjadi saat ini adalah suatu hal yang mutlak harus dilaksanakan," katanya.


Secara khusus, Suhartono menilai instruktur merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pelatihan. Oleh karena itu, pembinaan terhadap instruktur perlu ditingkatkan guna mewujudkan instruktur yang kompeten, profesional, dan mampu menghasilkan tenaga kerja siap kerja.

Menurut Suhartono, salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan kreativitas instruktur BLK adalah kompetisi antarinstruktur.

"Kompetisi juga akan memotivasi instruktur dalam meningkatkan kompetensinya, baik secara individu maupun kedinasan sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja secara nasional," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BBPLK Bandung, Tuti Haryanti, menjelaskan KKIN VII Tahun 2019 tingkat Regional Jawa Barat diikuti 86 instruktur BLK UPTP Kemnaker, UPTD, LPK swasta, dan training centre industri se-Jawa Barat. Kompetisi berlangsung sejak 21-25 Juli 2019.

Tuti menjelaskan kompetisi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan motivasi kepada instruktur untuk berkompetisi secara positif dan konstruktif, serta mengukur kompetensi instruktur sesuai bidangnya. (det)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Presiden Memonitor Langsung Program Vokasi Tenaga Kerja 2020
  • Kartu Pra Kerja Berlaku Januari 2020, Sasar 2 Juta Orang
  • Kartu Pra Kerja Berlaku Januari 2020, Sasar 2 Juta Orang
  • BPS: Persentase Tingkat Pengangguran Indonesia Terus Turun
  • Pemerintah Godok Pembangunan SDM Melalui Manajemen Talenta
  • Kementerian PUPR Dorong Sertifikasi bagi 11.250 Tenaga Kerja Konstruksi
  • Jokowi: Tujuan Besar Pekerjaan Kita Menciptakan Lapangan Kerja
  • Kemenaker Targetkan Bangun 2.000 BLK Komunitas pada 2020
  • Siapkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri Lewat Program PKKU
  • Upah Riil Buruh Tani dan Bangunan Naik
  • Penerapan Ekonomi Digital Bisa Menyerap 10 Juta Tenaga Kerja
  • Pengentasan Kemiskinan, Kementan Kembangkan Program Bekerja
  • Pemerintah Dorong Peningkatan SDM Diaspora Berstandar Internasional
  • Lewat Program Vokasi, PUPR Percepat Sertifikasi Tenaga Kerja Sektor Konstruksi
  • Fokus Berkarya,  Ratusan Pemuda Asli Papua Ikuti Pelatihan Kepemimpinan
  • Lebih dari 200 Pemuda-Pemudi Asli Papua Menghadiri Training Pengembangan Diri Sorong, Papua Barat
  • Meningkatkan Kualitas SDM dari Berbagai Latar Belakang
  • Kawasan Segitiga Rebana Bisa Serap Jutaan Tenaga Kerja
  • Tenaga Kerja Asing di Indonesia Dipastikan Tidak Membeludak
  • Kehadiran Mobil Esemka Mampu Serap 300 Tenaga Kerja