Dana Desa Bantu Pembangunan di NTT

201 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Keuangan Negara dan Daerah | 2019-07-24
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Dana desa membantu pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Barat. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi mengatakan NTT memiliki SDA yang melimpah, salah satunya dengan mengembangkan sektor pariwisata.

"NTT punya pariwisata luar biasa. Untuk sejahtera kita mulai dengan pariwisata, karena pariwisata membuat mata rantai ekonomi masyarakat. Pariwisata berbicara tentang aksesibilitas, listrik, air minum, rumah layak huni, dan ini masih kurang di NTT," ujarnya.

Dengan adanya dana desa Rp 3,3 Triliun di NTT dapat membantu dalam hal aksesibilitas dan pembangunan infrastruktur. Dana desa juga memicu kesadaran masyarakat, dan itu penting untuk pengembangan pariwisata.

"Bangun secara inklusif, mengentaskan kemiskinan tak perlu niru dari luar tapi dari kemampuan masyarakat itu sendiri. Kami mengirim anak-anak muda kami untuk belajar ke Luar Negeri dan saat kembali lagi jadi wirausaha-wirausaha muda. Mereka bisa mengembangkan pariwisata. Untuk peningkatan kualitas SDM kami menargetkan 100 taman baca di desa-desa, dan target akan membuat 22 desa model," ucap dia.

Seorang pemudi dari NTT, Meybi Agnesya Lomanledo, Co-founder, Indonesian Organic Timor Moringa Field School telah mendirikan Sekolah Lapangan Kelor di NTT dua tahun lalu. Ia melihat potensi kelor yang melimpah di sana, dan manfaatnya untuk mengurangi stunting karena nutrisi yang terkandung di dalamnya.

"Saya buat Sekolah Lapangan Kelor, sehingga masyarakat bisa memaksimalkan yang ada, dari budidaya kelor sampai pasca panen. Bisnis modelnya, kami buat kebun kecil saja tapi untuk mengedukasi petani, kami yang punya teknologi, kami yang beli hasil bumi dari petani, ini merupakan gerakan sosial dan edukasi," ujar dia.

Sementara itu, Aleta Baun, 2013 Goldman Environmental Prize Winner, menjelaskan bagaimana pembangunan NTT kedepannya bisa inklusif dan masyarakat ikut berpatisipasi. Semangat membangun berbasis dari kampung/desa, semangat pemberdayaan. Teknisnya perlu bangun bisnis model yang fokus dan terintegasi. Kolaborasi dengan berbagai pihak salah satu cara kreatif untuk proses pembangunan di NTT.

"Pemberdayaan komunitas, pembangunan dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang ada di kampung, pemerintah, NGO dan akademisi, pembangunan yang saling menopang antar stakeholder. Mereka (masyarakat NTT) kaya dengan SDA, mereka tidak miskin. Bagaimana meningkatkan pendampingannya, walaupun programnya kecil tapi sesuai kebutuhan masyarakat," kata dia. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • 8.157 Desa Telah Dapat BLT dengan Total Nilai Rp 70 Miliar
  • Utang Capai Rp5.192,56 T, Menkeu Bakal Genjot Pendapatan Negara
  • Kemendes Ubah Dana Desa Jadi BLT untuk Desa Terdampak Covid-19
  • Mendes: Penyaluran BLT Dana Desa Siap Dimulai
  • Indonesia Punya Cukup Dana untuk Perangi Corona Tanpa Berutang ke IMF dan Bank Dunia
  • Imbas Covid, Jokowi Minta Refocusing dan Realokasi Anggaran
  • Ada Corona, Pemerintah Percepat Pencairan Dana Desa Rp 28,8 Triliun
  • Kemendes: Dana Desa Bisa Digunakan Menjaga dan Mencegah Virus Corona
  • Pemda Diperbolehkan Pakai APBD Tangani Virus Corona
  • Sri Mulyani Optimalkan Dana Desa Guna Pangkas Angka Kemiskinan
  • Kucuran Dana Desa Sampai Akhir Januari 2020 Capai Rp68,39 Triliun
  • DJP Manfaatkan Kemitraan Konsultan dan Big Data untuk Tingkatkan Penerimaan
  • Lewati Capaian 2019, Penerimaan Bea Cukai per 11 Februari 2020 Tembus Rp9,79 T
  • Pemerintah Salurkan Dana Desa Tahap Pertama, Sasar ke Kabupaten-kabupaten Ini Rp97 Miliar
  • Kemenkeu Telah Salurkan Dana Desa Rp97,7 Miliar di Januari 2020
  • Menteri Desa PDTT: Dana Desa Boleh Digunakan untuk Mitigasi Bencana
  • Kemenkeu Terus Lakukan Verifikasi Cari Desa Fiktif Tambahan
  • 14 desa di Kudus belum cairkan Dana Desa tahap ketiga
  • Pacu bisnis di Sultra, BTN Syariah buka cabang di Kendari
  • Pemkot Depok catat pendapatan layanan IMB mencapai Rp21 miliar