Kementan Fokus Kembangkan Benih Jeruk

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Perkebunan dan Kehutanan | 2019-07-28
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Badan Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementan menyelenggarakan Seminar Wisata Agro, Workshop Pedoman Teknis Perbenihan Jeruk dan Bimbingan Teknis (bimtek) Teknologi Inovatif Jeruk dan Buah Sub Tropika. Dalam kegiatan itu, Kementan menegaskan komitmennya untuk mengembangkan budidaya jeruk.

Adapun bimtek yang diberikan oleh para narasumber tidak hanya seputar komoditas jeruk saja, termasuk stroberi, teknik kultur jaringan apel, teknologi induksi pembungaan lengkeng, teknologi pengendalian OPT pada jeruk yang ramah lingkungan, serta cara perbanyakan agensia hayati pengendali hama dan penyakit jeruk.

 

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah Workshop Penerapan Regulasi Baru Perbenihan  Jeruk Bebas Penyakit dan Implikasinya.  

"Workshop ini hasil kerja sama antara Ditjen Hortikultura dan Balitjestro yang sudah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Jeruk yang selalu menghasilkan inovasi baru dalam perbenihan. Selain workshop juga dilakukan kunjungan lapang ke instalasi perbenihan yang dimiliki oleh Balitjestro,” ujar Kepala Balitjestro, Mohammad Cholid.

Dalam rancangan pengembangan kebijakan perbenihan 2020 - 2024, setidaknya ada delapan komoditas buah-buahan yang akan menjadi fokus pengembangannya secara masif dan komersial. Di antaranya manggis, mangga, pisang, kelengkeng, durian, salak dan nenas. 

Jeruk tetap menjadi prioritas pengembangan buah nasional. Porsi komoditas jeruk ini 27 persen dibanding jenis buah lainnya. “Hal ini bertujuan mewujudkan kemandirian produksi nasional melalui usaha substitusi impor,” ujar Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman.

Dirinya menambahkan, saat ini luas panen jeruk di Indonesia mencapai 46.921,8 hektare dengan hasil produksi mencapai 2.510.419,7 ton (BPS, 2018). Berdasarkan data produksi jeruk tersebut, mencapai 2,5 juta ton pada 2018, atau meningkat lebih dari 56 persen jika dibandingkan 2012 dengan besaran mencapai 1,6 juta ton. Sebagian besar produksi jeruk didominasi jeruk siam, selanjutnya diikuti dengan jenis jeruk lainnya.

Selanjutnya, Sukarman mengatakan Indonesia masih impor jeruk walau dalam jumlah terbatas dibandingkan total produksi dalam negeri. Sebagian besar jeruk impor didominasi jeruk warna oranye di antaranya Murcot, Clementine, Kino, Ponkan, Mandarin, Valencia Neval dan lain-lain. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Langkah Kementerian Lingkungan Hidup Cegah Kebakaran Hutan Terulang
  • Kementan: Panen Jeruk Baby Melimpah, Petani Nikmati Untung
  • Luar Biasa, Hasil Panen Pisang Siswa SMK di Kupang Tembus Supermarket
  • Meski Covid 19, Petani Ngawi Tak Gentar Panen Melon
  • Kementan Siapkan Strategi Perkuat Ekspor Perkebunan
  • Harga Jahe Mahal, Ini Langkah Kementerian Pertanian
  • Kementan Ajak Warga Konsumsi Ubi Ungu untuk Lawan Corona
  • Kopi Gunung Puntang juara lomba internasional di Paris
  • RUU Cipta Kerja: Perusahaan Bertanggung Jawab Jaga Areal Konsesi dari Karhutla
  • Wapres Pacu Peremajaan Sawit Rakyat
  • Jokowi Minta Siti Nurbaya Buat 17 Juta Persemaian Bibit di Ibu Kota Baru
  • Indonesia Siap Lawan Uni Eropa soal Diskriminasi Kelapa Sawit
  • Produksi Sawit 2019 Capai 51,8 Juta Ton
  • BPDP-KS Gandeng Kementerian ATR/BPN Percepat Peremajaan Sawit Rakyat
  • Kementan Siapkan Pembenahan Data Produksi Kakao
  • KLHK Bidik Rehabilitasi 430.000 Ha Hutan dan Lahan per Tahun
  • PTPN V Akan Lakukan Pemetaan Geospasial Sawit Rakyat
  • Kinerja Sektor Kehutanan Bakal Dipacu dalam 4 Tahun ke Depan
  • Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu Dinilai Menjanjikan
  • Replanting Kebun Sawit di Musi Banyuasin Capai 12.238 Hektare