Stabilitas Rupiah akan Terjaga Hingga Akhir Tahun

1585 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-07-31
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Core Indonesia menilai stabilitas nilai tukar rupiah hingga akhir tahun 2019 relatif terjaga. Core memprediksi kurs rupiah akan berada di kisaran Rp 13.000-Rp 14.000 per dolar AS seiring sikap bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang dovish.

 

 

"Sikap dovish The Fed itu merespon pertumbuhan ekonomi global yang cenderung melambat akibat masih berlangsungnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat, kondisi itu membuat stabilitas nilai tukar rupiah akan terjaga," ujar Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah Redjalam di Jakarta, Selasa (30/7).

Menurut dia, seiring dengan stabilnya niIai tukar maka frekuensi penggunaan dana cadangan devisa untuk menstabilkan rupiah dapat jauh berkurang, sehingga ruang kenaikan cadangan devisa cukup terbuka ke depannya.

"Selama semester pertama 2019 kondisi cadangan devisa menunjukkan perbaikan dibandingkan pada akhir semester tahun 2018 Ialu. Pada Juni 2019, cadangan devisa kembali meningkat menjadi 123,8 miliar dolar AS," paparnya.

Menurut dia, dengan cadangan devisa yang berpotensi meningka tdan nilai tukar rupiah yang relatif stabil maka terbuka kemungkinan bagi BI untuk melakukan pelonggaran moneter dengan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate.

Apalagi, lanjut dia, kondisi moneter selama paruh pertama 2019 ini juga menunjukkan performa yang baik, didasari dari indikator-indikator makro seperti tingkat inflasi yang masih berada pada rentang target, yakni sebesar 3,28 persen (yoy) pada Juni 2019.

"Kalau rupiah bergerak volatile tidak mungkin BI melakukan pelonggaran likuiditas," ucapnya.

Di sisi lain, lanjut dia, perang dagang yang masih berlangsung juga telah membuat The Fed menjadi dovish. Hal itu juga dapat dijadikan kesempatan oleh BI untuk melakukan pelonggaran moneter dalam rangka mendorong pertumbuhan kredit nasional.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan merilis pernyataannya, salah satunya kebijakan suku bunga The Fed pada 31 Juli 2019. "Saya perkirakan penurunannya maksimal 0,25 persen," kata Piter.

Namun, lanjut dia, masih terdapat alasan bagi The Fed untuk menahan suku bunga acuannya yakni kondisi ekonomi AS yang relatif masih baik walaupun ada kecenderungan melambat. Pada akhir tahun ini, lanjut dia, nilai tukar rupiah diproyeksikan bisa menyentuh level Rp 13.500 per dolar AS atau bahkan bisa lebih kuat. (rep)

Stabilitas Rupiah akan Terjaga Hingga Akhir Tahun

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • KEIN Pastikan Indonesia Jauh dari Bahaya Krisis Ekonomi, Berikut Alasannya
  • Antisipasi Resesi, Sri Mulyani Pastikan APBN Sehat
  • Cadangan Devisa Naik, Rupiah Menguat ke 14.072 per Dolar AS
  • Pemerintah dan DPR Setujui Postur Sementara APBN 2020
  • Pemerintah Optimistis Inflasi Akhir 2019 di Bawah 3,5 Persen
  • BI Prediksi Inflasi Agustus 0,15 Persen
  • Menkeu: Pemerintah Waspadai Kondisi Ekonomi Dunia
  • Suku Bunga BI Turun, OJK: Sinyal Positif untuk Investor
  • Menteri Sri Mulyani Janji Terus Perkecil Peran Asing di Utang RI
  • BI: Utang Luar Negeri Indonesia Masih Sehat dan Terkendali
  • Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 125,9 Miliar Dolar AS
  • Stabilitas Rupiah akan Terjaga Hingga Akhir Tahun
  • BI Perkirakan Inflasi Bulan Juli 0,23%
  • BI: Aliran Masuk Modal Asing Per Juli Capai Rp 192,5 Triliun
  • Gubernur BI Pastikan Rasio Utang Masih Aman dan Terkendali
  • Gubernur BI Prediksi Investasi Tumbuh 6% di 2019
  • Darmin: Surplus Neraca Perdagangan Bisa Terus Berlanjut
  • Langkah Strategis BI dan Pemerintah Jaga Inflasi Sesuai Sasaran
  • BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II di Angka 5,1 Persen
  • Biodiesel B100 Hasil Riset Kementan Bisa Hemat Devisa 26 Triliun