Ciptakan SDM Berdaya Saing, Kemenkop-UKM Latih Fasilitator KUKM

Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2019-08-04
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM), Rulli Nuryanto menegaskan, fasilitator mempunyai peran penting terutama dalam mendistribusikan ilmu pengetahuan kepada SDM koperasi dan UKM sesuai kompetensi, yang dalam hal ini khususnya bagi pengelola koperasi simpan pinjam (KSP) dan/atau unit simpan pinjam koperasi dan pengelola ritel koperasi.

Hal tersebut dikatakan Rulli dalam pembukaan Pelatihan dan Uji Kompetensi bagi Fasilitator SDM KUKM bidang KSP dan Ritel Koperasi di Tangerang, Banten, Selasa (30/7/2019).

 

"Tujuannya, agar dapat menciptakan SDM yang profesional dan juga berdaya saing," kata dia melalui keterangan tertulisnya.

Di depan peserta pelatihan dari 14 provinsi, Rulli menyebutkan, di era revolusi industri 4.0, saat ini koperasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dinamika kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.

"Di bidang ritel misalnya, koperasi dan pelaku UMKM kita harus mampu memanfaatkan platform e-commerce atau mengembangkan platform marketplace untuk memperkuat penetrasi pasar," tambah Rulli.

Demikian juga dalam pengelolaan kegiatan usaha simpan pinjam koperasi, harus mampu menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi informasi saat ini.

"Untuk mendukung harapan tersebut, salah satu syaratnya adalah para pengelola koperasi harus memiliki kompetensi di bidangnya agar kinerja koperasi dan UKM dapat terus meningkat," kata Rulli.

Menurut Rulli, koperasi memiliki peluang untuk terus berkembang di era digitalisasi saat ini. Karena di era ini pula para pelaku usaha harus berkolaborasi dan bekerja sama untuk bertahan dan untuk mengembangkan usahanya. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • RUU Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Investasi di Kawasan Timur Indonesia
  • Omnibus Law RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Paradigma Baru Hadapi Pandemi
  • Mantan Menkeu Sebut Omnibus Law Jadi Kunci Tarik Investasi
  • RUU Cipta Kerja Dinilai Pro Investasi
  • Omnibus Law Ciptaker Picu Pemerataan Indonesia Timur
  • Menko Luhut: Kedatangan 500 Pekerja Asing Akan Ciptakan 5.000 Tenaga Ahli Baru
  • Pengamat Sebut RUU Cipta Kerja Bisa Tekan Angka Pengangguran
  • Pakar Ekonomi: Omnibus Law Kunci Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja
  • Sepanjang 2020, BUMN Sudah Serap 178 Tenaga Kerja Difabel
  • Akademisi UIN: RUU Ciptaker Tingkatkan Investasi Syariah
  • Pengamat USU: RUU Cipta Kerja Bisa Tingkatkan Investasi dan Lapangan Kerja
  • RUU Cipta Kerja Dibutuhkan untuk Tekan Angka Pengangguran
  • Omnibus Law Ciptakan Peluang bagi Pekerja
  • Pengamat Ini Sebut Elit Buruh yang Tolak RUU Cipta Kerja Harusnya Pikirkan Juga Nasib Pengangguran
  • Kadin: Vokasi Penting untuk Dongkrak Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia
  • BPS: Upah Buruh Tani Naik jadi Rp 55.503 per Hari di Juni 2020
  • Omnibus Law Diharapkan Buka Lapangan Kerja
  • Kemnaker Siapkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan Jadi Rujukan Pembangunan
  • Hadapi Bonus Demografi Pekerja, Pengamat: Indonesia Butuh RUU Cipta Kerja
  • Omnibus Law Cipta Kerja Dinilai Pulihkan Perekonomian Setelah Pandemi Covid-19