Genjot Penyediaan Rumah, Pemerintah Optimalkan Pembiayaan

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Kependudukan | 2019-08-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mencari formula yang tepat dalam penyaluran kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Nantinya bank-bank penyalur FLPP yang tidak maksimal akan dialihkan ke BTN dan beberapa bank lain yang kehabisan kuota FLPP.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko D. Heripoerwanto menjelaskan saat ini memang kuota BTN dan beberapa bank untuk FLPP telah habis. Namun, di sisi lain ada bank pelaksana yang bertugas menyalurkan dana FLPP ini tidak perform.

"Kami akan mengalihkan kuota FLPP dari bank-bank yang tidak perform itu ke Bank BTN dan beberapa bank lain yang kehabisan kuota FLPP,"


Untuk bank penyalur FLPP yang tidak perform dikategorikan apabila sepanjang semester pertama 2019 penyalurannya tidak sampai 25 persen.

"Dari bank yang kami nilai tidak perform, kuotanya bisa kami alihkan ke Bank BTN atau bank lain yang sekarang ini kehabisan kuota," terangnya.

Menurut catatannya setidaknya akan ada 5.000 unit rumah FLPP yang akan dialihkan ke BTN atau bank lain yang kehabisan kuota.

Sementara itu Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Maryono mengungkapkan perseroan siap menerima pengalihan kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari bank-bank yang dinilai tidak perform tersebut.

"Kami siap menerima berapa pun dialokasikan karena permintaan memang tinggi dan kuota Bank BTN sudah habis," ucapnya.


Tercatat dari hasil evaluasi kuartal II-2019, dana FLPP yang telah disalurkan kepada masyarakat sebanyak 46.174 unit atau sekitar 67% dari target 68.858 unit.

Dari 39 bank pelaksana penyalur dana FLPP tahun 2019 yang terdiri dari 9 Bank Umum Nasional dan 30 Bank Pembangunan Daerah (BPD), sebanyak 18 bank pelaksana mampu menyalurkan KPR FLPP lebih dari 50 persen dari kuota yang diberikan berdasarkan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO).

Adapun 18 bank pelaksana tersebut yakni BNI, BTN, BTN Syariah, BRI, Bank Mandiri, Bank Jabar Banten, Bank Sulselbar, Bank Kalbar, Bank Kalsel, Bank Kalsel Syariah, Bank Jatim Syariah, Bank Jatim, Bank Sumselbabel Syariah, Bank Aceh, Bank Jambi, Bank Nagari, Bank Sumselbabel, Bank Jambi Syariah. (det)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Oktober 2019, Capaian Program Sejuta Rumah Nyaris Sejuta Unit
  • Presiden Jokowi Setuju Tambah Kuota Rumah Subsidi Hingga 30.000 Unit
  • Kementan Galakkan Program BeKeRJa di Sulawesi Tenggara
  • Pertamina Lakukan Pendampingan Pertumbuhan Anak di Makassar
  • Pengentasan Kemiskinan, Kementan Kembangkan Program Bekerja
  • Kemendagri dan Lembaga Keuangan Sepakat Integrasikan Data Penduduk
  • 2020, Kartu Sembako Berikan Rp150.000 per Bulan pada 15,6 Juta Keluarga Miskin
  • Bedah Rumah Warga NTB, Kementerian PUPR Anggarkan Rp 81,6 Miliar
  • Bangun Bandara, Kementerian PUPR Siap Relokasi Rumah Warga di Asmat
  • KKP Targetkan Lombok Barat Bebas Stunting di 2024
  • Bansos Dinaikkan Jadi Rp 150 Ribu per Bulan
  • Cetak Sejarah Baru, Pemerintah Targetkan Kemiskinan di Bawah 9 Persen
  • Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan Masyarakat
  • Kementerian PUPR Bangun 699 Unit Huntara di Palu, Sigi, Donggala
  • Kementerian PUPR Bangun 6 Rusun di Kaltara 2015-2019
  • Pemerintah Targetkan Kemiskinan Tahun 2020 Turun
  • Pemerintah Tingkatkan Kualitas Hunian MBR di Jambi dan Papua
  • Genjot Penyediaan Rumah, Pemerintah Optimalkan Pembiayaan
  • Pemerintah: Program Sejuta Rumah Masih Dibutuhkan Masyarakat
  • Hingga Agustus, Program Sejuta Rumah Tembus 730 Ribu Unit