Presiden Jokowi Dorong Petani Beralih ke Pertanian Modern

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-08-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif melakukan upaya modernisasi pertanian dengan pengembangan teknologi pertanian, mulai dari perbenihan, cara tanam, perhitungan pola tanam berbasis IT, hingga mekanisasi. Pertanaman dan panen komoditas utama seperti padi dan jagung secara khusus dikembangkan pemanfaatan mekanisasi dengan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Dalam lima tahun ini, Kementan sudah membagi berbagai alat mekanisasi pertanian seperti traktor, excavator, dan bulldozer untuk yang daerah-daerah yang memiliki lahan yang besar-besar seperti di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara (Sumut).

"Saya juga kaget juga dalam satu kabupaten traktornya begitu banyaknya, excavator-nya begitu banyaknya, sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada yang saya lihat itu bantuan dari Menteri Pertanian,” ungkap Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat berdialog dengan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Negara, belum lama ini.

Untuk itu, Presiden meminta bupati-bupati yang memiliki lahan pertanian di wilayahnya mendorong petani tak lagi menggarap secara manual lagi, dan meminta bantuan ke Kementan untuk alat-alat pertanian modern. “Beri petani-petani kita mindset yang baru, pola pikir yang baru dalam bekerja,” ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan dalam 4,5 tahun terakhir pemerintah telah melaksanakan pengadaan alsintan dalam jumlah besar dan menetapkan visi mekanisasi pertanian modern. Menurut Mentan, tidak mungkin capaian swasembada beras dan jagung saat ini diraih dengan cara-cara tradisional.

"Mekanisasi mempercepat cara kerja petani, menggugah anak muda kembali ke pertanian, dan meningkatkan produksi pangan kita secara luar biasa. Pada tahun 2014, level mekanisasi pertanian hanya 0,14. Pada tahun 2018 kemarin meningkat signifikan menjadi 1,68,” jelas Amran.

Kementan telah menguji efisiensi lima alsintan yang berbasis teknologi 4.0, yaitu atonomous tractor, robot tanam, drone sebar pupil, autonomous combine, dan panen olah tanah terintegrasi.

Mentan menambahkan alsintan berbasis teknologi 4.0 ini bila dibandingkan alsintan konvensional meningkatkan efisiensi waktu kerja berkisar 51-82%, dan efisiensi biaya berkisar 30-75%. Karenanya Mentan menetapkan Program Pertanian 4.0 pada bulan Juni 2019 yang lalu, sesuai arahan Presiden Jokowi. Diharapkan pemanfaatan Pertanian 4.0 dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja dan efisiensi biaya secara signifikan, serta memberikan keuntungan bagi petani. (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Petani Lahan Pantai Kulon Progo Hasilkan Cabai 20 Ton
  • Impor Benih Hibrida Bisa Pacu Produktivitas Padi
  • Kementan Koneksikan Jaringan dan Informasi Pertanian Seluruh Indonesia
  • Ini Langkah Kementan Hadapi Kekeringan di Blitar dan Tulungagung
  • 2020, Pemkab Gowa Canangkan Tahun Pertanian
  • Mentan Bangun Jaringan Pertanian Seluruh Indonesia
  • Jokowi Minta Pengelolaan Cadangan Beras Nasional Dibenahi
  • Ngawi Penyangga Pangan Nasional, Tanam dan Panen Padi Aman
  • Kementan Tetapkan 5 Daerah Jadi Percontohan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi
  • Mentan Fokus Tingkatkan Produksi Pangan
  • Kementan-IPB Kolaborasi Bangun Pertanian Berbasis Sains
  • Hingga Akhir Tahun, Bulog Targetkan Jual 1 Juta Ton Beras
  • Mentan Optimistis Sektor Tanaman Pangan Tingkatkan Ekspor
  • Kementan Tegaskan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sudah Sesuai Alokasi Kebutuhan
  • Kementan Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani di Kotamobagu
  • Stok Bawang Putih di Jakarta Aman Hingga Akhir Tahun
  • Sukabumi Siap Lindungi Lahan Pertanian dengan Semua Peraturan dan Regulasi
  • Kementan Musnahkan 98,4 Kg Benih Jagung Berbakteri asal Thailand
  • Kostratani jadi Garda Terdepan Program Pembangunan Pertanian
  • Kementan Jamin Stok Beras Aman Sampai 2020