Kemenkop Siapkan Program Strategis Tingkatkan Kinerja UMKM

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-08-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, menegaskan bahwa salah satu penopang ekonomi nasional adalah geliat dan kiprah UMKM.

"Ekonomi bangsa ini secara signifikan di-support UMKM. Jumlah UMKM kita saat ini sekitar 99% dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 60%. Begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja yang begitu besar," ucap Rully saat membuka Hari UMKM Nasional 2019 di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Di depan ratusan pelaku UMKM, Rully menandaskan pihaknya akan terus mendorong program strategis dalam mengembangkan kinerja UMKM di Indonesia.

"Kita terus melakukan pameran-pameran produk unggulan UMKM, baik dalam negeri maupun di luar negeri. Tujuannya, agar produk UMKM kita bisa diterima pasar dengan baik hingga menembus pasar mancanegara," katanya seraya menyebutkan pemerintah juga sudah menurunkan pajak bagi UMKM.

Sayangnya, ungkap Rully, peran pembiayaan dari lembaga keuangan formal masih dirasa kurang bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Terbukti, hingga saat ini, baru sekitar 19% saja pelaku UMKM yang menikmati jasa pembiayaan dari lembaga keuangan. "Inilah yang terus menjadi tugas dan tantangan kita semua, dalam mendongkrak share pembiayaan bagi UMKM," tandasnya.

Dengan masih rendahnya peran lembaga keuangan, namun kinerja UMKM terus beranjak naik, Rully mengatakan bahwa artinya selama ini UMKM berjalan dan meningkat secara alami. "Padahal, sejatinya, UMKM bisa berkembang dengan dukungan pembiayaan yang kuat," ujarnya.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit menambahkan tantangan produk UMKM lainnya di antaranya adalah nilai ekspor produk UMKM baru sebesar 14%. "Untuk itu, kami akan terus mendorong kualitas produk UMKM, khususnya dalam bidang kemasan. Dengan kemasan yang baik, akan berdampak pada meningkatnya nilai produk itu sendiri," katanya.

Victoria menilai kemasan merupakan bagian penting dari strategi marketing. "Tidak sekadar mewadahi dan melindungi, kemasan merupakan unsur yang mempengaruhi minat konsumen pada sebuah produk yang berujung pada jumlah penjualan," imbuh Victoria.

Menurutnya, sangat disayangkan apabila produk unggul tidak mampu menembus pasar hanya karena kemasannya tidak menarik atau kurang memberi informasi yang dibutuhkan pembeli. Selain soal kemasan, lanjut Victoria, standardisasi dari sebuah produk menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan.

"Kita harus selalu ingat bahwa ke depan tuntutan pasar semakin meningkat. Kita harus siap menghadapi itu. Terlebih lagi, kita sudah menerapkan standar produk (SNI, red.) untuk produk luar yang masuk ke Indonesia. Kita harus terus meningkatkan standardisasi produk hingga bisa berstandar internasional," kata Victoria. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Ada Kemarau Panjang, BI Optimis Inflasi Tetap di Bawah 3,5 Persen
  • Korea Selatan Bakal Perluas Investasi Teknologi di Indonesia
  • Kemendes Digitalisasi Desa di Kabupaten Lombok
  • Gubernur BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Lebih Baik
  • Presiden Jokowi Mengapresiasi Operasi Kapal Ternak
  • Pemkab Tabanan Galakkan BUMDes dan BUMDes Bersama
  • KKP Minta Industri Kencangkan Serapan Garam Lokal
  • Presiden Jokowi Banggakan Garam NTT Lebih Bagus dari Produk Impor Australia
  • Pemerintah Semakin Gencar Lakukan Relaksasi ke Dunia Usaha
  • Pemerintah Pastikan Industri Serap Garam Lokal
  • Rata-Rata Pendapatan Masyarakat Desa Meningkat
  • Petani Padi Serasi Siap Diikutkan Asuransi Usaha Tani Padi
  • Per Agustus, Produksi Garam Rakyat Capai 197.000 Ton
  • KKP Kirim Tim Pastikan Petambak Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina Raih Ganti Rugi
  • Pabrik Pakan Ternak Komitmen Gunakan Bahan Baku Lokal
  • Dua Pekan Terakhir, Industri Serap 100 Ribu Ton Garam Lokal
  • KKP Dorong Industri Serap Seluruh Garam Lokal
  • Maksimalkan Sawit, Posisi Tawar Indonesia Bisa Meningkat
  • Mendes PDTT: Pedesaan Punya Potensi Usaha yang Besar di Berbagai Bidang
  • Presiden Jokowi Bakal Panen Garam dan Bagi Sertifikat Tanah di Kupang