Kementan : Dampak Kemarau pada Tanaman Rempah Tak Signifikan

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-08-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian meyakini dampak El Nino pada tahun ini tidak akan berpengaruh negatif terhadap kinerja produksi tanaman rempah seperti lada dan pala. 

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono optimistis produksi rempah andalan ekspor Indonesia seperti lada dan pala tidak akan terlalu terpengaruh musim kemarau yang diperkirakan memasuki puncaknya pada Agustus ini.

“Setiap tahun kita menghadapi musim kemarau, tapi tidak perlu dikhawatirkan. Tahun ini perkiraan El Nino tidak seperti pada 1997-1998 atau 2015 lalu,” kata Kasdi, Senin (12/8). 

Menyitir data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai perkiraan pergerakan El Nino yang dilakukan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), terlihat adanya potensi keberadaan El Nino sebesar 60 persen hingga 65 persen  selama Juli sampai Agustus. Potensi tersebut turun ke angka 50 persen untuk periode September sampai November. 

Minimnya potensi dampak kemarau pada produksi rempah ini diamini oleh Ketua Umum Dewan Rempah Indonesia Gamal Nasir. Menurutnya, tanaman ini cenderung tak menerima dampak kemarau secara signifikan karena tumbuh di kawasan yang rawan kekeringan. 

“Kalau kekeringan, umumnya rempah itu tidak terlalu berpengaruh signifikan. Karena rempah kebanyakan tumbuh di daerah yang tidak terdampak kekeringan secara besar. Kecuali daerah Sumatera yang ditanami sawit seperti Riau dan Jambi,” ujar Gamal kepada Bisnis

Terlepas dari kondisi tersebut, Gamal menilai pemerintah tetap perlu melakukan pendampingan pada para petani rempah. Kualitas produksi petani dalam negeri, sambungnya, masih kalah dibanding negara produsen lainnya. 

Ia pun mengharapkan rantai pasokan yang masih panjang dan merugikan petani bisa diperbaiki agar harga jual yang diterima petani bisa menguntungkan. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Petani Lahan Pantai Kulon Progo Hasilkan Cabai 20 Ton
  • Impor Benih Hibrida Bisa Pacu Produktivitas Padi
  • Kementan Koneksikan Jaringan dan Informasi Pertanian Seluruh Indonesia
  • Ini Langkah Kementan Hadapi Kekeringan di Blitar dan Tulungagung
  • 2020, Pemkab Gowa Canangkan Tahun Pertanian
  • Mentan Bangun Jaringan Pertanian Seluruh Indonesia
  • Jokowi Minta Pengelolaan Cadangan Beras Nasional Dibenahi
  • Ngawi Penyangga Pangan Nasional, Tanam dan Panen Padi Aman
  • Kementan Tetapkan 5 Daerah Jadi Percontohan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi
  • Mentan Fokus Tingkatkan Produksi Pangan
  • Kementan-IPB Kolaborasi Bangun Pertanian Berbasis Sains
  • Hingga Akhir Tahun, Bulog Targetkan Jual 1 Juta Ton Beras
  • Mentan Optimistis Sektor Tanaman Pangan Tingkatkan Ekspor
  • Kementan Tegaskan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sudah Sesuai Alokasi Kebutuhan
  • Kementan Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani di Kotamobagu
  • Stok Bawang Putih di Jakarta Aman Hingga Akhir Tahun
  • Sukabumi Siap Lindungi Lahan Pertanian dengan Semua Peraturan dan Regulasi
  • Kementan Musnahkan 98,4 Kg Benih Jagung Berbakteri asal Thailand
  • Kostratani jadi Garda Terdepan Program Pembangunan Pertanian
  • Kementan Jamin Stok Beras Aman Sampai 2020