Produk Pertanian Indonesia Berpotensi Perluas Pangsa Pasar Ekspor

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2019-08-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Produk pertanian dalam negeri memiliki potensi yang besar di banyak mitra dagang nontradisional selain negara-negara tujuan utama seperti Singapura, Australia, Timor Leste, dan Amerika Serikat.

Direktur Amerika II Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Darianto Harsono berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan kerja sama komprehensif yang telah disepakati antara Indonesia dan Cile, mitra dagang terbesar ketiga RI di Amerika Selatan.

"Sejak 10 Agustus [2019], Indonesia telah menikmati penurunan tarif sampai nol persen untuk produk-produknya yang akan dipasarkan ke Cile dan ini juga berlaku untuk komoditas pertanian. Ini adalah kesempatan bagi eksportir kita untuk meningkatkan ekspor ke negara tersebut," ujar Darianto, Senin (12/8/2019).

Meski kawasan Amerika Selatan dikenal sebagai salah satu kawasan produsen tanaman pangan, Darianto menyebutkan Indonesia masih berpeluang besar dan memiliki keunggulan dari segi kualitas. Selain tanaman pangan segar, komoditas hortikultura seperti buah-buahan tropis ia sebut merupakan salah satu yang punya keunggulan tinggi.

"Memang ada pesaing lain seperti beras asal Vietnam, Thailand, dan negara Amerika Latin lain. Tapi kita punya keunggulan, terutama dari aspek healthy product. Penduduk kawasan itu juga sangat memperhatikan isu kesehatan. Jadi, kalau kita usung produk dengan kualitas tersebut saya rasa peluangnya besar," sambung Darianto.

Adapun salah satu upaya untuk menjamin rantai pemasaran produksi tanaman pangan segar ke para eksportir diwujudkan lewat pengadaan gudang penyimpanan di sentra-sentra produksi yang diprakarsai para pelaku usaha. Sampai saat ini, telah tersedia gudang dengan kapasitas 8.000 ton yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Gudang-gudang penyimpanan ini diharapkan dapat hadir di lokasi-lokasi yang menjadi titik ekspor dan berdekatan dengan kawasan sentra produksi seperti di Belawan, Batam, Makassar, dan Banjarmasin.

"Berbicara daya saing ekspor tak lepas dari rantai pasok dari hulu sampai hilir. Dari segi hulu sudah ada berbagai bantuan seperti benih dan bantuan on farm lainnya. Saya yakin kalau sistem logistik ini dilanjutkan, kita pasti bisa ekspor berbagai tanaman pangan," ujar Sekretaris Jendral Dewan Jagung Nasional Maxdeyus Sola. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Mulai dilirik, Kementan Tingkatkan Ekspor Beras Hitam
  • Ekspor Karet Meningkat Tajam
  • Kementan Tolak Rencana Impor Jagung
  • Mendag: Kinerja Perdagangan Indonesia Mulai Membaik
  • TPID Solo Sidak Harga Cabai di Pasar Legi
  • Bulog: Harga Jual Daging Impor Brasil Bisa Murah
  • Tingkatkan Ekspor Pertanian, Kementan Kenalkan Aplikasi SARITA
  • Mendag: Perjanjian Dagang RI-Mozambik Diteken Pekan Ini
  • Kementan: Harga Segera Stabil, Produksi Cabai Cukup
  • RI Ekspor Semangka ke Timor Leste
  • Ini Strategi Kementan Stabilkan Produksi Cabai
  • BKP Kementan Perkuat Pengawasan Pangan Segar untuk Ekspor
  • Juli 2019, Ekspor Indonesia Naik 31,02 Persen
  • OTT Bawang Putih, Kementan Cabut Rekomendasi Impor PT CSA
  • Strategi Pemerintah Agar Harga Ayam Tak Anjlok Usai Ada Impor dari Brasil
  • Mentan Ambil Langkah Tegas Terkait Impor Bawang Putih
  • RI Ekspor 15 Ribu Ton Tanaman Pangan
  • RI Ekspor Jagung hingga Ubi ke 29 Negara, Ini Daftarnya
  • Produk Pertanian Indonesia Berpotensi Perluas Pangsa Pasar Ekspor
  • Indonesia Masih Aman Dari Ancaman Perang Dagang