Pengembangan Sesuai Industri, Kualitas SDM RI Diyakini Salip Thailand

Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2019-08-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia akan bisa menyalip Thailand seiring dengan bergesernya fokus pembangunan pemerintah dari infrastruktur ke SDM. Kepala Pusat Peningkatan Penguatan Produk Dalam Negeri Kemenperin Yulia Astuti menerangkan, pengembangan SDM dilakukan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kualitas SDM saat ini sudah membaik dikarenakan program pengembangan SDM sudah berdasarkan demand dari pelaku atau user, dan kita optimis bahwa SDM kita bakal bisa salip Thailand," ujar Yulia Astuti di Jakarta, Kamis (15/8).

Dia menekankan, program pengembangan SDM industri sudah di susun berdasakan kebutuhan pasar yang dibutuhkan sekarang. Ditambah Ia mengaku terus memperluas sinergi dengan seluruh stakeholder yang ada. "Pemerintah terus menyiapkan program pengembangan SDM yang link n match dengan industri," jelasnya.
Sambung dia menambahkan, akan terus melakukan program pemerintah yang lebih intensif dalam membenahi sistem pendidikan dengan fokus pada pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri/kebutuhan pasar. Saat ini 56% tenaga kerja Indonesia masih berpendidikan SMP dan 87% berpendidikan SLA ke bawah.

"Begitu pula dengan jumlah tenaga kerja kita dari 124 juta pekerja hanya 10,7% tenaga ahlinya, jauh dibanding dengan Singapura dengan tenaga ahlinya 56%, Malaysia 26,8% dan Thailand 14,6% sehingga produktivitas tenaga kerja kita USD24,9 ribu di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand," papar Yulia.

Pihaknya optimistis dengan jumlah SDM, maka potensi Indonesia sangat besar dan diyakini dapat menyalip negara berkembang lainnya. "Kita mereformasi sistem yang ada agar lebih efisien dan tepat sasaran," terang dia. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • RUU Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Investasi di Kawasan Timur Indonesia
  • Omnibus Law RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Paradigma Baru Hadapi Pandemi
  • Mantan Menkeu Sebut Omnibus Law Jadi Kunci Tarik Investasi
  • RUU Cipta Kerja Dinilai Pro Investasi
  • Omnibus Law Ciptaker Picu Pemerataan Indonesia Timur
  • Menko Luhut: Kedatangan 500 Pekerja Asing Akan Ciptakan 5.000 Tenaga Ahli Baru
  • Pengamat Sebut RUU Cipta Kerja Bisa Tekan Angka Pengangguran
  • Pakar Ekonomi: Omnibus Law Kunci Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja
  • Sepanjang 2020, BUMN Sudah Serap 178 Tenaga Kerja Difabel
  • Akademisi UIN: RUU Ciptaker Tingkatkan Investasi Syariah
  • Pengamat USU: RUU Cipta Kerja Bisa Tingkatkan Investasi dan Lapangan Kerja
  • RUU Cipta Kerja Dibutuhkan untuk Tekan Angka Pengangguran
  • Omnibus Law Ciptakan Peluang bagi Pekerja
  • Pengamat Ini Sebut Elit Buruh yang Tolak RUU Cipta Kerja Harusnya Pikirkan Juga Nasib Pengangguran
  • Kadin: Vokasi Penting untuk Dongkrak Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia
  • BPS: Upah Buruh Tani Naik jadi Rp 55.503 per Hari di Juni 2020
  • Omnibus Law Diharapkan Buka Lapangan Kerja
  • Kemnaker Siapkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan Jadi Rujukan Pembangunan
  • Hadapi Bonus Demografi Pekerja, Pengamat: Indonesia Butuh RUU Cipta Kerja
  • Omnibus Law Cipta Kerja Dinilai Pulihkan Perekonomian Setelah Pandemi Covid-19