Milenial Diimbau Terjun ke Pertanian dan Gunakan Teknologi

123 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-08-17
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Perubahan teknologi harus dimanfaatkan petani milenial untuk berinovasi dan berkreasi meningkatkan kualitas pertanian. Tak terkecuali pemanfaatan teknologi industry 4.0. yang mengedepankan digitalisasi dan teknologi. Petani masa kini harus memanfaatkan itu agar produktivitas semakin meningkat.

"Pertanian tradisional itu untuk Kolotnial bukan Milenial," canda Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi di depan petani millenial mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa di Kampus Bone, Jumat (16/8).

 

Pertanian modern dengan smart automatization, big data, Artificial Intelligence, dan menguasai Information Communication Technology (ICT) itu ranah Petani Millenial yang siap menghadapi pertanian modern 4.0. “Semua tergantung Anda semua yang ada didepan saya," tuturnya.

Karenanya, Petani milenial harus bisa memanfaatkan industri 4.0 untuk kepentingan pertanian peternakan Indonesia. Mereka harus menguasai seluruh inovasi teknologi pertanian.

"Kalian semua harus melek teknologi, mampu memelihara dan menghasilkan teknologi-teknologi yang baru lagi yang lebih efisien lebih produktif," ujar Prof Dedi yang terus mengingatkan pentingnya petani millennial untuk memanfaatkan industry 4.0.

Hal tersebut dirasa penting, mengingat Kabupaten Bone yang menjadi bagian dari Polbangtan Gowa adalah center of excellence pertanian dan peternakan di wilayah timur, tidak hanya di Sulsel tapi juga Sultra Sulbar dan Sulut. "Menteri Pertanian kita bapak Amran Sulaiman dari Bone, ada Bapak Muhammad Yusuf mantan Menhankam itu dari Bone. Ada pak Jusuf Kalla dan saya yakin nanti ada dari anda di depan saya saat ini. Putra putri Bone, Sulsel yang akan jadi tokoh nasional dan juga internasional," tukas Prof Dedi.

Lebih lanjut, Prof Dedi menuturkan petani, peternak, nelayan, penyuluh praktisi pertanian adalah insan pertanian. Kebanggaan untuk menjadi insan pertanian juga harus terpatri di dalam jiwa karena memiliki tugas yang mulia yaitu menyediakan pangan.  "Tugas yang sangat terpuji mulia. Bukan hanya untuk manusia saja tapi untuk makhluk hidup lain," jelasnya.

Karenanya, tugas mulia ini membutuhkan peranan generasi milenial, tak terkecuali mahasiswa-mahasiswi Polbangtan Gowa. Bahkan Prof Dedi mengajak generasi muda untuk menjadi kaya raya menjadi petani dengan jiwa wirausaha profesional. “BPPSDMP Kementan hadir dan Saya hadir disini adalah untuk mengajak memotivasi kawula muda milenial untuk bersemangat membangun pertanian kedepan. Kuncinya semua orang harus menyadari pembangunan penyediaan pangan adalah usaha yang sangat mulia penting dan strategis," tuturnya.

Menutup Kuliah umum “Peran Pertanian Dalam Mendukung Program Kementerian Pertanian” di kampus Bone, Polbangtan Gowa, Prof Dedi Nursyamsi dan para millenial Polbangtan memekikkan semangat "Milleniall, Siap! Pertanian, Jaya! (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Maluku Tenggara Dorong Pemuda Manfaatkan Teknologi Pertanian
  • Mentan Fokus Entaskan Daerah Rawan Pangan
  • Stok Masih Cukup, Pemerintah Tak Akan Impor Pangan Hingga Akhir Tahun
  • Surplus Jagung Diiyakini Meleset, Kementan Pastikan Pasokan
  • Kementan Rancang RSNI Komoditas Hortikultura
  • Mentan SYL Lawan Alih Fungsi Lahan Pertanian dengan Insentif
  • 5.665 Hektare Persawahan di Purwakarta Siap Ditanami
  • Komisi IV DPR Dukung Pemberantasan Mafia Pangan
  • Mentan Ingin Pakai Drone untuk Siram Lahan Pertanian
  • Menteri Pertanian Panen Padi di Karawang Bersama Moeldoko
  • Kementan Klaim Ketahanan Pangan 117 Kabupaten Alami Peningkatan
  • Mentan dan Mendag Perkuat Sinergi Terkait Ketahanan Pangan
  • Optimalisasi Cetak Sawah Baru, Kementan Terapkan Dua Cara
  • Panen Perdana jadi Bukti Kesuksesan Program Serasi di Batola yang Dicanangkan Kementan
  • Jelang Akhir Tahun Stok Beras di Jakarta Capai 110.000 Ton
  • Teknologi Bisa Mengubah Rawa Jadi Sumber Pangan
  • AUTP Minimalisir Kerugian Petani di Musim Kekeringan
  • Mentan SYL Panen Padi di Karawang Bersama Moeldoko
  • Varietas Padi Terbaru Dipanen, Masa Tanam 75 Hari
  • Mentan Syahrul Fokus 3 Program Utama dalam 100 Hari Kerja