Tanam Pajale, Kementan Koordinasi Lintas Sektoral

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-08-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Luas Tambah Tanam dan Penguatan Data Luas Tanam Pajale guna guna meningktakan koordinasi lintas sektoral. Tujuannya yakni mempercepat peningkatan luas tambah tanam padi, jagung, kedelai (pajale) dan kualitas data.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menyatakan berkenaan dengan data, sumbernya data satu pintu, yakni melalui BPS sebagai institusi yang berwenang atas data statistik. Namun demikian, BPS dan Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementan serta dinas pertanian dan penanggung jawab Program Upaya Khusus (Upsus) perlu menyamakan persepsi sehingga pengentrian data luas tanam benar-benar tercatat.

 

"Rakor ini sebagai wadah persamaan persepsi antar sektor. Makanya di sini saya undang BPS dan Pusdatin Kementan agar dapat memberi penjelasan ke para peserta Dinas Pertanian Kabupaten dan Penanggungjawab Upsus dalam pengentrian data luas tanam. Jangan sampai kita sudah tanam tapi tidak tercatat di mana pun," demikian diungkap Suwandi saat pembukaan Rakor di Depok, Selasa (20/8).

Lebih lanjut Suwandi mengingatkan, di musim kemarau ini bagi daerah agar lahan sawah yang kering dengan sumber air terbatas tetapi ada potensi sumur dangkal dapat berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP). "Silahkan lapor usulkan ke Ditjen PSP dan sampaikan kebutuhannya," ujarnya.

Menurut Suwandi, data BPS rata-rata 5 hingga 10 tahun terakhir, di bulan Juli sampai September luas tanam menunjukkan lebih rendah dibandingkan bulan lainnya dalam setahun. Dengan demikian, hal ini tentunya menjadi tantangan semua pihak agar meningkatkan luas tanam.

"Jangan sampai luas tanam di bawah 1 juta hektar. Kita rubah mindset yang biasanya di bulan ini semula tidak tanam menjadi menanam," tegasnya.

Suwandi menjelaskan paradigma baru ini sesuai dengan arahan Mentan Amran Sulaiman dan Presiden Jokowi untuk membuat terobosan baru sehingga menanam seluas-luasnya. Dinas pertanian harus mengajarkan petani pada saat air di sawah "nyemek-nyemek" segera ditanam lagi, baik ditanam padi gogo dengan tabela, maupun dengan menanam jagung dan kedelai.

"Kita harus bisa mencari sumber air di sekitarnya seperti waduk, embung, sungai. Jadi nanti bisa dicarikan solusi apakah dengan pipanisasi, pompanisasi ataupun sumur dangkal. Intinya jangan ada tanah yang nganggur termasuk pematang dan galengan," jelasnya.

Suwandi menambahkan peningkatan luas tanam harus berdasarkan identifikasi di lapangan, yakni lahan-lahan yang bisa ditanam dan selanjutnya melakukan Gerakan Tanam bersama petani. 

Dengan begitu, sambungnya, tanaman akan dipanen beberapa bulan lagi saat masuk musim penghujan dan mulai tanam lagi. Ini akan menambah income petani di saat musim kemarau.

"Dalam upaya meningkatkan luas tanam, Kementan juga melakukan koordinasi dengan TNI. TNI mendukung penuh berbagai dukungan gerakan dilapang mulai dari tanam, serap gabah dan lainnya," pinta Suwandi.

Paban III Wanwil Sterad TNI AD, Kolonel Wakhyono mengatakan TNI sendiri ikut melakukan upaya minimalisasi dampak kekeringan. Yakni dengan mendorong petani melakukan budidaya tanam serentak dan membantu membangung infrastruktur jaringan irigasi tersier.

"TNI juga turut hadir dalam pengawalan saprodi dan optimalisasi brigade alsintan," tegasnya.

Hal senada dikatakan Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy. Ia meminta semua pihak agar mengecek sumber mata air yang ada di sekitar wilayah kering. Hal ini bisa berkoordinasi dengan dinas setempat, sehingga Kementan secepat mungkin dapat menginventarisir kebutuhannya apakah pompanisasi, pipanisasi atau sumur dangkal. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Kembangkan Budidaya Gandum Lokal Eksotis
  • Kementan Serap dan Olah Kedelai Petani Garut-Cianjur
  • Bulog Minta Penyesuaian Serapan dengan Penyaluran Beras
  • Petani di Bandung Antusias Melakukan Gerakan Tanam Padi
  • Kementan Klaim tak Ada Lahan Puso di Sragen
  • Petani Sragen Panen Padi 9,4 Ton per Ha Saat Kemarau
  • Desa Berperan Sebagai Sentra Produksi Pertanian dan Pangan
  • Target Produksi Padi Ditarget Naik pada 2020
  • Program Penangkaran Benih Jagung Tingkatkan Produksi
  • Kementan Nilai Komoditi Pertanian Indonesia Semakin Jaya
  • Petani Wonosobo Dapat Bantuan 48 Unit Alsintan
  • Program Gempita Kementan Kembalikan Kejayaan Maluku
  • Bawang Putih Tumbuh Subur di Dataran Rendah NTB
  • Bulog Ingin Masyarakat Percaya Kualitas Berasnya
  • Luas Tambah Tanam Padi Sumsel Optimistis Capai 200 Ribu Ha
  • Kementan Tanam Padi Gunakan Drone di Lahan Rawa
  • Air Melimpah, Petani di Jasinga Bogor Bisa Tanam Tiga Kali
  • Kementan dan Korem Lampung Genjot Percepatan Tanam Padi
  • Panen Cabai Diharapkan Bisa Normalkan Harga
  • Meski Kekeringan, Pemerintah Pastikan tak akan Impor Beras