KKP Dorong Industri Serap Seluruh Garam Lokal

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-08-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi menuturkan, pihaknya terus mendorong industri untuk menyerap garam petani lokal. Ia berharap penyerapan dapat dilakukan lebih dari besaran yang ditetapkan dalam perjanjian kerja sama industri dengan petani garam lokal sebanyak 1,1 juta ton.

Brahmantya menyebutkan, salah satu tantangan besar penyerapan garam lokal saat ini adalah harganya yang masih lebih mahal dibandingkan produk impor. Penyebabnya, industri pergaraman yang masih bersifat tradisional dan padat karya.

"Negara harus punya keberpihakan gitu," ujarnya ketika ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/8).

Saat ini, Brahmantya menyebutkan, KKP sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing garam lokal. Di antaranya dengan membuat 18 buah gudang tempat penyimpanan garam hasil produksi petambak garam.

Dengan masing-masing luasannya 600 meter persegi, gudang tersebut mampu menampung 2.000 ton yang dikelola oleh koperasi garam di tiap sentra garam rakyat.

Tantangan lain yang terjadi di industri pergaraman adalah lahan. Brahmantya menyebutkan, para petani garam memiliki keterbatasan dalam kepemilikan lahan, sehingga KKP memfasilitasi integrasi lahan.

"Setidaknya sampai 15 hektar," tuturnya.

Di sisi lain, Brahmantya menambahkan, produksi garam lokal itu juga harus ditingkatkan secara kualitas. Oleh karena itu, ia mendorong Kementerian Perindustrian maupun industri terkait untuk melakukan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah produksi garam petani dalam negeri.

Sementara itu, Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) sudah menyerap 100 ribu ton garam petani lokal sepanjang dua pekan terakhir. Penyerapan dilakukan seiring dengan penandatanganan kerja sama antara 11 industri pengolah garam dengan 164 petani garam di dalam negeri pada pekan pertama Agustus.

Sekretaris Jenderal AIPGI Cucu Sutara menyebutkan, dalam penandatanganan kerja sama tersebut menargetkan industri dapat menyerap 1,1 juta ton garam petani lokal. Komitmen tersebut berlaku hingga Juli 2020.

"Kita menyerap terus sampai hari ini," ujarnya.

Dalam penyerapannya, Cucu menjelaskan, industri membeli garam di tingkat petani dengan harga Rp 700 per kilogram untuk garam dengan kualitas II. Sedangkan, garam dengan kualitas pertama dibeli di tingkat Rp 900 per kilogram. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Polri dan TNI Dilibatkan Cegah Peredaran Rokok Ilegal
  • Dorong Produktivitas, Pupuk Bersubsidi untuk Kakao Disiapkan
  • Kementan Optimistis Swasembada Gula Putih di Depan Mata
  • KNKS Susun Indikator Kemajuan Makanan Halal di Indonesia
  • Kementan Ajak Pengusaha Maryland US Investasi Sarang Burung Walet
  • Modernisasi Pertanian Pangkas 80% Waktu Kerja dan 70% Hemat Biaya
  • Kemenperin Akan Konversi Sekolah Vokasi Potensial Menjadi PTN
  • 81 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp390 Triliun Dituntaskan
  • Investor Asing Mulai Lirik Program Satu Juta Rumah
  • Proyek Infrastruktur RI Jadi yang Terbesar di 20 Tahun Terakhir
  • Menteri Susi Dorong Digitalisasi UMKM Perikanan
  • Revolusi Industri 4.0 Dorong Perekonomian Syariah
  • Percepatan Investasi Bidang Pertanian Hortikultura
  • Kementan Dukung Mataram Kembangkan Kawasan Sayuran Perkotaan
  • Mendes Minta Dana Desa Bantu Pengembangan Desa Wisata
  • Adopsi Usaha Berbasis Masyarakat Adat, Desa di Bali Ini Punya 9 Bisnis
  • Kadin Apresiasi Kecepatan Izin Investasi Kementan
  • Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan 1,26 Juta Ton Pupuk Subsidi
  • Palapa Ring Berdampak Positif Bagi Industri Gim Indonesia
  • Kementan Terus Kembangkan Refugia Si Penarik Serangga