Pabrik Pakan Ternak Komitmen Gunakan Bahan Baku Lokal

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-08-21
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Cargill Feed and Nutrition  menyatakan komitmennya untuk menggunakan bahan baku lokal dalam produksi pakan ternak  ayam di tengah fluktuasi pasokan jagung dalam negeri. Jagung sendiri merupakan salah satu komponen utama pakan dengan komposisi 40-50 persen.

“Kami berkomitmen menggunakan bahan baku lokal, terutama bahan baku mentah. Untuk jagung sendiri pasokan pabrik 100 persen dari petani lokal,” kata Country Director PT Cargill Indonesia Ivan Hindarko di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Ivan tak memperinci berapa realisasi volume serapan jagung pabrik milik perusahaan. Namun kapasitas terpasang tujuh pabrik Cargill yang berada lima provinsi sendiri ia sebut mencapai 700.000 ton setiap tahunnya dengan realisasi di atas 60 persen.

Sementara itu sepanjang semester I, Ivan menjelaskan produksi pakan telah mencapai 250.000 ton, naik sekitar 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Komitmen untuk menyerap bahan baku lokal ini sendiri, sambung Ivan, juga dilakukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Ia mengatakan impor bahan baku memiliki risiko yang lebih besar lantaran transaksi menggunakan mata uang asing.

“Semaksimal mungkin kami gunakan bahan baku lokal. Itu yang selalu kami pegang. Karena begini, menggunakan bahan baku impor itu kurang baik dari segi bisnis karena transaksi dilakukan dengan mata uang asing. Di situ ada risiko pada nilai tukar,” tuturnya.

Senada dengan Ivan, Manajer Pengembangan Bisnis Cargill Indonesia Adi Widyatmoko mengungkapkan penggunaan bahan baku lokal pun cenderung memiliki dampak positif pada kualitas produksi ternak. Untuk  bahan baku, Cargill Indonesia sejauh ini mengimpor bungkil kedelai untuk memenuhi kebutuhan protein pada pakan.

“Kedelai memang 100 persen impor dan banyak diproduksi di negara subtropis seperti Brasil dan Argentina. Di Indonesia sendiri pasokannya kurang, kalau ada kami pasti memilih yang lokal. Begitu pula jagung, sejak dilarang pemerintah semuanya menggunakan jagung lokal,” kata Adi.

Adi pun memastikan Cargill Indonesia tak melakukan impor gandum untuk memenuhi kebutuhan pakan. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat terdapat kenaikan impor tepung terigu sepanjang semester I 2019 dari dari 31.905 ton pada semester I 2018 menjadi 36.467 ton.

Kenaikan permintaan dari pabrik pakan sempat dituding sebagai pemicu lonjakan ini meski Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) telah menyangkal tuduhan tersebut. (ant)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Polri dan TNI Dilibatkan Cegah Peredaran Rokok Ilegal
  • Dorong Produktivitas, Pupuk Bersubsidi untuk Kakao Disiapkan
  • Kementan Optimistis Swasembada Gula Putih di Depan Mata
  • KNKS Susun Indikator Kemajuan Makanan Halal di Indonesia
  • Kementan Ajak Pengusaha Maryland US Investasi Sarang Burung Walet
  • Modernisasi Pertanian Pangkas 80% Waktu Kerja dan 70% Hemat Biaya
  • Kemenperin Akan Konversi Sekolah Vokasi Potensial Menjadi PTN
  • 81 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp390 Triliun Dituntaskan
  • Investor Asing Mulai Lirik Program Satu Juta Rumah
  • Proyek Infrastruktur RI Jadi yang Terbesar di 20 Tahun Terakhir
  • Menteri Susi Dorong Digitalisasi UMKM Perikanan
  • Revolusi Industri 4.0 Dorong Perekonomian Syariah
  • Percepatan Investasi Bidang Pertanian Hortikultura
  • Kementan Dukung Mataram Kembangkan Kawasan Sayuran Perkotaan
  • Mendes Minta Dana Desa Bantu Pengembangan Desa Wisata
  • Adopsi Usaha Berbasis Masyarakat Adat, Desa di Bali Ini Punya 9 Bisnis
  • Kadin Apresiasi Kecepatan Izin Investasi Kementan
  • Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan 1,26 Juta Ton Pupuk Subsidi
  • Palapa Ring Berdampak Positif Bagi Industri Gim Indonesia
  • Kementan Terus Kembangkan Refugia Si Penarik Serangga