Menkeu: Pemerintah Waspadai Kondisi Ekonomi Dunia

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-08-29
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah mewaspadai perkembangan perekonomian global sebagai landasan dalam menyusun asumsi makro untuk RAPBN 2020. Sri menjelaskan dinamika perekonomian global meningkat drastis pada kuartal kedua 2019, yang diikuti terus menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,7 persen hingga 3,2 persen saat ini.

"Penurunan ini akibat ketidakpastian global. IMF selalu sampaikan risiko yang potensial, salah satu yang sering disebutkan perang dagang dan kebijakan moneter negara-negara maju," ujar Sri saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/8).

Sri mengatakan perang dagang yang terus berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dengan China berimbas pada sektor perdagangan internasional yang mengalami pertumbuhan terendah kedua sejak 2012.

"Ini menggambarkan kegiatan perdagangan dunia sudah terdampak oleh kebijakan negara terbesar AS dan negara kedua terbesar China," lanjut Sri.

Menurut Sri, apabila pertumbuhan ekonomi dan perdagangan terus melemah pada 2020, dikhawatirkan akan terjadi resesi terutama pada negara-negara maju. Sejauh ini, Sri menyebut sejumlah negara yang mengalami tren pertumbuhan negatif akibat dampak perang dagang, yakni Jerman, Meksiko, Brasil, Argentina.

"Kita dihadapkan pada kondisi pelemahan yang muncul, negara-negara di berbagai dunia tren ekonomi melemah, Singapura masuk zona negatif, Ini Eropa, Jepang, Malaysia, Thailand tren negatif. Ini yang sedang kita hadapi untuk tetapkan asumsi makro 2020," ucap Sri.

Sri menilai negara-negara di luar AS-Cina bisa mencegah terus terjadinya pelemahan ekonomi apabila memiliki kebijakan yang koheren dan bersama-sama mengatasi pelemahan. Sri mengatakan kebijakan ini bisa dimulai dari para pemimpin masing-masing negara untuk menyamakan sikap dan kebijakan guna memperbaiki kondisi ekonomi global.

"Kalau kebijakan negara-negara itu kompak koheren bisa selamatkan ekonomi global. Kemungkinan proyeksi resesi bisa saja dibalik. Retorika leader di G7 dan G20 kita mungkin dapatkan sedikit gambaran, para leader nggak sekompak waktu 2008-2009. Bahkan yang terjadi, retorika membuat ketidakpastian makin tinggi," lanjut Sri.

Eskalasi yang meningkat membuat banyak investor yang memburu komoditas seperti emas. Di tengah pergolakan ekonomi global yang terus memanas, Sri optimistis perekonomian Indonesia masih akan baik-baik saja.

"Meski kondisi tidak pasti secara global, namun posisi Indonesia dalam posisi relatif lebih baik. Bahkan Indonesia bisa posisikan berbeda dari negara lain, di saat negara lain trennya merah ke bawah, Indonesia relatif stabil dengan pertumbuhan di atas lima persen pada lima tahun terakhir," ucap Sri.

Sri mengatakan kestabilan perekonomian Indonesia mampu terjaga saat pemilu hingga saat ini dan sejumlah kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah guna mengantisipasi dampak perang dagang dunia.

"Kondisi ini dunia tidak biasa. Maka kami, pemerintah, menyadari akan selalu waspada yang mungkin terjadi di lingkungan global yang tidak biasa. Asumsi kami 2020 adalah pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, inflasi 3,1 persen, dan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,4 persen," kata Sri menambahkan. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Perry Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 5,1%
  • BI: Modal Asing Masuk Indonesia Tembus Rp 195,5 Triliun
  • BI: Kredit Perbankan Tumbuh 8,6 persen
  • BI Catat Survei Konsumen September 2019 Tetap Terjaga
  • KEIN Pastikan Indonesia Jauh dari Bahaya Krisis Ekonomi, Berikut Alasannya
  • Antisipasi Resesi, Sri Mulyani Pastikan APBN Sehat
  • Cadangan Devisa Naik, Rupiah Menguat ke 14.072 per Dolar AS
  • Pemerintah dan DPR Setujui Postur Sementara APBN 2020
  • Pemerintah Optimistis Inflasi Akhir 2019 di Bawah 3,5 Persen
  • BI Prediksi Inflasi Agustus 0,15 Persen
  • Menkeu: Pemerintah Waspadai Kondisi Ekonomi Dunia
  • Suku Bunga BI Turun, OJK: Sinyal Positif untuk Investor
  • Menteri Sri Mulyani Janji Terus Perkecil Peran Asing di Utang RI
  • BI: Utang Luar Negeri Indonesia Masih Sehat dan Terkendali
  • Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi 125,9 Miliar Dolar AS
  • Stabilitas Rupiah akan Terjaga Hingga Akhir Tahun
  • BI Perkirakan Inflasi Bulan Juli 0,23%
  • BI: Aliran Masuk Modal Asing Per Juli Capai Rp 192,5 Triliun
  • Gubernur BI Pastikan Rasio Utang Masih Aman dan Terkendali
  • Gubernur BI Prediksi Investasi Tumbuh 6% di 2019