Pemerintah Optimistis Inflasi Akhir 2019 di Bawah 3,5 Persen

0 Pengunjung | Keuangan Perbankan | Moneter | 2019-09-03
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis, inflasi dapat tetap terjaga, sesuai dengan target pemerintah yaitu 3,5 persen plus minus satu persen. Keyakinan ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir di tengah tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus 2019) mencapai 2,48 persen. 

Iskandar menyatakan, optimisme itu bukan tanpa sebab. Ia memprediksi, kondisi inflasi akan semakin membaik setelah musim kemarau. Khususnya terhadap inflasi bahan makanan atau volatile food.

"Bahkan, realisasinya bisa di bawah 3,5 persen sampai akhir tahun," tuturnya  Senin (2/9). 

Berbagai upaya akan dilakukan pemerintah. Di antaranya, Iskandar menyebutkan, menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan hingga penanganan pasca panen. Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi hambatan bagi pemerintah untuk mencapai keseimbangan tersebut. 

Di saat bersamaan, Iskandar menambahkan, pemerintah akan secara bertahap mengubah budaya konsumsi segar. Misalnya dengan membuat sambel yang sama dengan cabai segar. Sehingga, pada saat tidak panen, masyarakat dapat mengonsumsi cabai olahan. "Di sisi lain, juga mengawasi agar tidak terjadi penimbunan stock yang berlebihan," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Adrianto menuturkan, tingkat inflasi year to date (ytd) yang mencapai 2,48 persen memperlihatkan bahwa masih ada ruang gerak sekitar satu persen untuk mencapai target yakni 3,5 persen. 

Adrianto menilai, tekanan inflasi pada Agustus terutama didorong kemarau panjang yang menyebabkan ketersediaan sejumlah komoditas mengalami hambatan. Dampaknya, harga di tingkat konsumen menjadi tinggi. 

"Khususnya, komoditas cabai," tuturnya. 

Sampai akhir tahun, Adrianto menjelaskan, inflasi diperkirakan dapat terjaga di bawah 3,5 persen. Pemerintah tetap berupaya menjaga agar harga pangan dapat terkendali. Di antaranya melalui kebijakan operasi pasar dan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk beras. 

Di sisi lain, Adrianto menambahkan, koordinasi dan sinergitas terus dilakukan. Pemerintah pusat dan daerah tetap berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk mencapai target. "Termasuk dalam menghadapi risiko HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Natal di akhir tahun," ucapnya. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat inflasi pada Agustus adalah 0,12 persen. Dengan angka tersebut, tingkat inflasi tahun kalender (Januari hingga Agustus 2019) adalah 2,48 persen. Sedangkan, tingkat inflasi tahun kalender atau year on year (yoy) mencapai 3,49 persen. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, melihat angka tahunan tersebut, tingkat inflasi masih terkendali karena nilainya berada di bawah target pemerintah, yakni 3,5 persen. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • RI Siap Sambut Kenormalan Baru, Rupiah Ditutup Menguat di Rp 14.610 per USD
  • BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,5 Persen
  • Enam Jurus BI Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan saat Covid-19
  • KSSK Pastikan Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
  • Naik, Cadangan Devisa Capai Rp1.918 Triliun
  • Sri Mulyani Tegaskan Pemerintah Tak Ugal-ugalan Tarik Utang
  • Hingga April 2020, Cadangan Devisa Meningkat Jadi USD 127,9 Miliar
  • Banyak Berita Positif, BI Yakin Rupiah Bisa di Bawah 15 ribu per Dolar AS
  • Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
  • Menkeu Perluas Kucuran Insentif Pajak ke 11 Sektor Usaha
  • BI Perkirakan Cadangan Devisa Meningkat pada April 2020
  • LPS Pastikan Isu Bank Habis Uang Tunai di ATM Hoaks
  • BI: Rupiah Menguat, Pasar Percaya Kebijakan Soal Covid-19
  • Gubernur BI Optimis Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp15.000/USD Akhir 2020
  • Jaga Ketahanan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Terbitkan Surat Utang Corona
  • Komisi VIII Dukung Paket Stimulus Ekonomi Hadapi Covid-19
  • Gubernur BI Pastikan Cadangan Devisa Indonesia Masih Aman
  • BI Perkirakan Inflasi Minggu Pertama April di Angka 0,2 Persen
  • BI Upayakan Pertumbuhan Ekonomi Minimal 2,3% di 2020
  • Gubernur BI: Indonesia Tidak Akan Menerapkan Kontrol Devisa