Gas Bumi PGN Mulai Melayani Industri Garam di Madura

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-09-05
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai daerah di Indonesia. Pada Juli lalu, melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), PGN mulai melayani sektor industri di pulau Madura, Jawa Timur.

"Gas bumi dari Gagas sudah melayani salah satu perusahaan garam terbesar di Madura. Ini merupakan langkah awal PGN untuk terus menyebarkan manfaat energi baik gas bumi ke berbagai segmen pasar di Indonesia," jelas Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN di Jakarta,, Kamis (5/9), seperti dalam siaran persnya.

Perusahaan garam yang mulai menggunakan Gaslink produk PT Gagas adalah PT Garsindo Anugerah Sejahtera (Garsindo) di Kabupaten Sumenep. Produksi garam dari Garsindo selama ini digunakan untuk memasok bahan produksi dari PT Garam, sebuah BUMN yang fokus memproduksi garam di Indonesia.

Madura selama ini identik sebagai pulau garam. Sejak jaman kolonial Belanda, daerah Sumenep yang kaya dengan bahan baku garam sudah dikuasai pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1813, gubernur VOC Thomas Stamford Raffles memonopoli garam mulai dari produksi sampai dengan distribusi.

Pada awalnya Belanda hanya membeli garam dengan harga tetap kepada para petani garam. Lalu mereka membuka perusahaan dan mengambil alih seluruh produksinya pada tahun 1936. Perusahaan garam yang dikuasai Belanda itu kemudian dinasionalisasi menjadi Perusahaan Negara pada tahun 1960.

Rachmat menuturkan, penggunaan gas bumi oleh Garsindo lantaran sumber energi bersih ini mampu memberikan kualitas bahan baku yang lebih baik. Selain itu, potensi penghematan yang dihasilkan dari penggunaan Gaslink minimal 10 persen.

"Efisiensi dan ramah lingkungan menjadikan Gaslink jadi pilihan Garsindo sebagai bahan bakar utama proses produksi untuk pabrik kedua mereka di Sumenep. Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat gas bumi mampu menciptakan daya saing dan manfaat berlebih kepada sektor usaha," tuturnya.

Sebelumnya, pabrik pertama Garsindo yang berada di Gresik juga telah terlebih dahulu merasakan energi baik dari Gaslink. Direktur Utama Gagas, Sabaruddin mengungkapkan, untuk mendukung program go green dan langit biru, dalam waktu dekat Gagas akan terus memperluas penyaluran Gaslink di beberapa kabupaten di wilayah Madura. Hadirnya Gaslink, yang dapat memberikan efisiensi bagi pelaku industri, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah di pulau Madura.

"Kami akan terus melakukan inisiatif agar produk Gaslink dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di Madura. Upaya ini sejalan dengan program Pemprov Jatim yang ingin mengembangkan industri di Madura, dimana salah satunya adalah pengembangan industri garam," jelas Sabaruddin. (rep)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PLN Optimalkan Pembangkit Piko Hidro Terangi Daerah Pedalaman
  • BBM Satu Harga, Warga Omesuri Tak Berjalan 60 Kilometer Lagi
  • Kemenko Maritim Dorong Konversi BBM ke Gas untuk Pertanian
  • BBM 1 Harga Hadir di 171 Titik
  • Pertamina Tuntaskan 75 BBM Satu Harga di Wilayah Timur
  • PLN Targetkan Listriki Seluruh Desa di Papua pada 2020
  • Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Sumba Barat
  • ESDM Dorong Perpres Konversi BBM ke Gas untuk Pertanian
  • Papua dan NTT Jadi Penerima Terbanyak Lampu Tenaga Surya Hemat Energi
  • Resmikan 5 PLTS, PLN Listriki Pulau Messa Labuan Bajo
  • Pemulihan Kelistrikan Wamena Rampung Seluruhnya
  • Pertamina Rampungkan Target BBM 1 Harga di 161 Titik
  • Papua dan NTT Jadi Prioritas Program Elektrifikasi Nasional 2019
  • Upaya PLN Melistriki Papua
  • Tiga BUMN Bentuk Perusahaan Patungan untuk Kembangkan PLTS
  • Pertamina Bangun 161 Titik BBM Satu Harga
  • Usai Kerusuhan, 15.400 Pelanggan di Wamena Kembali Dapat Pasokan Listrik
  • Pemerintah Bidik Pertumbuhan Kebutuhan Listrik 6,9 Persen Per Tahun
  • Pertamina Mulai Bayarkan Kompensasi Warga
  • Pembangkit Terapung di Indonesia Timur akan Dibangun