Kementan Gelar FGD Penyuluhan Pertanian Menghadapi Era Industri 4.0

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-09-11
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Sesuai dengan arahan Presiden RI pada sidang Kabinet Paripurna tanggal 12 Februari 2019, menyatakan bahwa pada tahun 2019 merupakan tahun pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian berkomitmen untuk menyiapkan SDM Pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing. Beberapa upaya ditempuh mencakup bidang pendidikan, pelatihan dan penyuluhan. Dari sisi penyuluhan ditempuh dengan penguatan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian mendukung peningkatan produksi dan daya saing pertanian.

Di era keterbukaan informasi pada industri 4.0 ini, sistem informasi dan mekanisasi pertanian modern menjadi sarana yang sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu didukung dengan pengembangan sistem informasi (ICT, IoT, artificial intelligent) dan mekanisasi pertanian yang modern dan kekinian. Tentu saja, perlu diimbangi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas berupa kompetensi dan kemampuan SDM pertanian baik soft skill maupun hard skill dalam penguasaan IT dan IPTEK serta perubahan mindset yang lebih fleksibel terhadap perubahan selaras dengan visi Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi dan daya saing pertanian berorientasi ekspor serta mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian terus berupaya melakukan pengembangan SDM Pertanian dan pengembangan berbagai sumber informasi serta materi penyuluhan pertanian yang diperuntukkan untuk penyebaran informasi baik secara internal maupun eksternal. Hal ini maksud untuk memberikan layanan terhadap informasi secara tepat, cepat dan akurat serta kekinian. Berbagai layanan penyedia informasi, materi dan database telah dikembangkan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian, baik dalam bentuk media cetak maupun elektronik yang terkoneksi dengan internet, seperti website cyber extension dan aplikasi sistem informasi penyuluhan pertanian (simluhtan). Selanjutnya aspek-aspek lainnya meliputi kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana penyuluhan pertanian juga dituntut untuk dapat menyesuaikan seiring dengan era digitalisasi saat ini.

Sehubungan hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian merasa perlu melakukan upaya untuk mendapatkan kontribusi dan rekomendasi konsep kebijakan, strategi dan grand design sistem penyuluhan pertanian melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyuluhan pertanian menghadapi era industri 4.0 di Bogor, Selasa (10/9). FGD dihadiri oleh 90 orang peserta yang terdiri dari unsur-unsur birokrat, akademisi, praktisi, fungsional di bidang pertanian (dosen, widyaiswara dan penyuluh) serta petani.

Focus Group Discussion (FGD) bertemakan 'Penyuluhan Pertanian Menghadapi Era Industri 4.0 Mendukung Program Pembangunan Pertanian', diharapkan dapat lebih termotivasi dalam menelaah upaya yang telah dilakukan dan pencapaiannya serta mengevaluasi kelemahan dan kekurangan untuk selanjutnya merumuskan langkah strategis serta rekomendasi kebijakan dan strategi grand design pembangunan pertanian khususnya pengembangan sistem penyuluhan pertanian untuk mendukung tercapainya Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045 dan mendukung eksport komoditas pertanian.

FGD dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono. Dalam arahannya Momon menekankan bahwa penyuluhan selama 10 tahun telah mengalami masa yang luar biasa semenjak terbitnya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah di mana yang sebelumnya ada wadah kelembagaan penyuluhan namun saat ini sudah tidak ada, namun semua harus disikapi dengan memperkuat kelembagaan dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa. Bantuan harus dikurangi tetapi pemberdayaan ditingkatkan. Penyuluhan yang paling efektif adalah dari kita oleh kita dan untuk kita. (mer)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Polri dan TNI Dilibatkan Cegah Peredaran Rokok Ilegal
  • Dorong Produktivitas, Pupuk Bersubsidi untuk Kakao Disiapkan
  • Kementan Optimistis Swasembada Gula Putih di Depan Mata
  • KNKS Susun Indikator Kemajuan Makanan Halal di Indonesia
  • Kementan Ajak Pengusaha Maryland US Investasi Sarang Burung Walet
  • Modernisasi Pertanian Pangkas 80% Waktu Kerja dan 70% Hemat Biaya
  • Kemenperin Akan Konversi Sekolah Vokasi Potensial Menjadi PTN
  • 81 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp390 Triliun Dituntaskan
  • Investor Asing Mulai Lirik Program Satu Juta Rumah
  • Proyek Infrastruktur RI Jadi yang Terbesar di 20 Tahun Terakhir
  • Menteri Susi Dorong Digitalisasi UMKM Perikanan
  • Revolusi Industri 4.0 Dorong Perekonomian Syariah
  • Percepatan Investasi Bidang Pertanian Hortikultura
  • Kementan Dukung Mataram Kembangkan Kawasan Sayuran Perkotaan
  • Mendes Minta Dana Desa Bantu Pengembangan Desa Wisata
  • Adopsi Usaha Berbasis Masyarakat Adat, Desa di Bali Ini Punya 9 Bisnis
  • Kadin Apresiasi Kecepatan Izin Investasi Kementan
  • Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan 1,26 Juta Ton Pupuk Subsidi
  • Palapa Ring Berdampak Positif Bagi Industri Gim Indonesia
  • Kementan Terus Kembangkan Refugia Si Penarik Serangga