Bulog Minta Penyesuaian Serapan dengan Penyaluran Beras

0 Pengunjung | Pertanian dan Pertanahan | Tanaman Pangan | 2019-09-12
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Perum Bulog meminta kepada pemerintah dan juga para anggota DPR RI Komisi IV untuk menyesuaikan serapan dengan penyaluran beras yang seimbang. Sebab, sejak program bantuan sosial (bansos) beras sejahtera (Rastra) dihapus, penyaluran beras dinilai belum menggairahkan.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan, hingga saat ini Bulog terus memainkan peranan sebagai penjaga stabilitas harga dan pasokan. Hanya saja peran Bulog tersebut dinilai perlu didukung dengan kebijakan yang lebih mendukung, salah satunya dengan menyesuaikan volume serapan dengan penyaluran.

“Kami minta lah ini agar disesuaikan volume penyerapannya biar seimbang antara volume serapan dengan penyaluran. Supaya masyarakat petani tidak diserap dengan harga anjlok,” kata Awaludin Rabu (11/9).

Awaludin juga membenarkan pernyataan Direktur Utama Bulog Budi Waseso yang menyatakan bahwa Bulog dimungkinkan bangkrut akibat membayar bunga bank sebesar Rp 250 miliar per bulan. Bunga tersebut terjadi akibat dana pinjaman yang dipakai Bulog untuk menyerap beras petani di masa panen sebagai bagian dari fungsi Bulog mengamankan pasokan pangan.

Dalam pernyataannya, Bulog memang perlu menyiapkan anggaran berkisar Rp 14 miliar sampai Rp 16 miliar setiap hari yang berasal dari bunga dan operasional. Untuk itu Bulog mengusulkan anggaran sebesar Rp 12,6 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Anggaran tersebut rencananya bakal dialokasikan untuk penyerapan komoditas beras sebesar Rp 5,8 triliun, dan sebesar Rp 6,7 triliun untuk komoditas selain beras yakni jagung, kedelai, gula, dan daging. Menurut Awaludin, hingga saat ini pun Bulog masih melakukan penyerapan beras petani. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Optimalkan Sumber Air untuk Menanam Bawang
  • Eksportasi Produk Pertanian Jatim Diklaim Meningkat
  • Kementan Jadikan Modoinding Sentra Bawang Putih
  • Tiga Kabupaten di Jambi Lampaui Target Luas Tanam
  • Kementan Dorong Sulteng Jadi Pemasok Cabai Indonesia Timur
  • Kementan Dorong Pengendalian OPT dengan Agens Hayati
  • Pemerintah Berperan Melindungi dan Memberdayakan Petani
  • Petani Kini Bisa Tanam Padi Sambil Duduk di Bawah Pohon
  • Ramah Lingkungan, Pestisida Nabati Digunakan Petani Pati Atasi Hama
  • KTNA: Stok Beras Era Amran Luar Biasa dan Membanggakan
  • Kementan: Tahun Depan tak Perlu Impor Beras
  • Rektor IPB Sebut Benih Unggul Jadi Kunci Sektor Pertanian
  • Surplus Beras Tahun Ini Diprediksi Diatas 5 Juta Ton
  • Lebih Menguntungkan, Kementan Dorong Sulut Tanam Jagung
  • Padi Hibdria Perlu Jadi Prioritas Pembangunan Pertanian
  • Data FAO, Mekanisasi Pertanian Indonesia Naik Pesat
  • Screen House, Strategi Petani Cianjur Amankan Pasokan Cabai
  • Kementan Kenalkan Bakteri Pengendali Penyakit Padi
  • Mentan Amran Lakukan Gerakan Mekanisasi dan Pertanian Organik di Morowali
  • Kementan Mulai Antisipasi Dampak Kemarau Tahun Depan